Rosie Darling Bahas Masa Muda yang Terbuang Karena Pandemi di "Golden Age"

Rosie Darling Bahas Masa Muda yang Terbuang Karena Pandemi di "Golden Age"
Foto oleh: Anna Azarov

Musisi kelahiran Boston yang kini berbasis di LA, Rosie Darling, membagikan “Golden Age” — sebuah lagu dari EP keduanya dengan judul sama, yang akan dirilis pada musim panas ini. Rosie adalah anomali yang mendorong musik pop terus maju kedepan dengan impuls artistiknya yang terus membawanya ke level yang baru.

Sebuah lagu yang menceritakan tentang masa muda yang rasanya terbuang karena pandemi, Rosie bercerita, "Pandemi memiliki dampak besar terhadap kesehatan mental banyak orang terutama di usiaku, dimana rasanya kami seperti kehilangan `tahun-tahun terbaik` dalam hidup kami. Jadi aku ingin menulis tentang perasaanku yang merindukan hal ini, yang juga dirasakan orang-orang di usia 20-an."

Untuk EP ini, Rosie berkolaborasi dengan penulis lagu Matt Rad (Niall Horan, James Arthur, Little Mix), Justin Gamella (FINNEAS, Bella Poarch, Lennon Stella, Ashe, Aoki, Kaskade), Cooper Holtzsman (Zachary Knowles, Dixie) dan mixer pemenang Grammy Award, Michael Brauer (Coldplay, John Mayer, Tony Bennett). Rosie telah membagikan beberapa single dari proyek ini sebelumnya termasuk “Always Almost” dan “Fucked Up Summer” yang diiringi gitar akustik lembut dan beat yang

Pendewasaan sisi emosional yang intens kerap mendorong proses kreatif seorang musisi, termasuk untuk Rosie Darling yang mengubah kepedihan dalam hidup menjadi karya yang indah melalui EP perdananya ‘Coping’ yang dirilis melalui Nettwerk Records. Dengan tiap single yang ia rilis, Rosie mendapat sambutan hangat dari berbagai media ternama di Asia seperti Billboard (Indonesia), InqPOP! (Philippines), MTV Asia, VH1 India dan juga berbagai stasiun radio termasuk Prambors (Indonesia), Hitz FM (Malaysia), Power 98 (Singapore) dan banyak lagi.

Para fans dan pendengar setia Rosie berhasil membawa single pertama Rosie, "Coping" masuk ke Top 20 di chart Spotify Viral 50 - Global, dan chart Spotify Viral 50 di 14 negara (termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Taiwan), serta meraih lebih dari 40 juta streams sampai saat ini. Tim penuh talenta dari berbagai produser dan penulis lagu dengan semangat berkolaborasi dengan Rosie untuk karya ini, termasuk Justin Gammella (FINNEAS, Ashe), produser Andy Seltzer (Chelsea Cutler, Shallou, Joan), mixer Michael Brauer (Coldplay, Florence, and the Machine), dan Joe Laporta (Halsey, JP Saxe, Gracie Abrams).

`Coping’ adalah sebuah kapsul waktu yang merangkum kesemrawutan kisah cinta dan pertemanan, dibawakan melalui lantunan musik bernuansa indie-pop yang serba jujur. Sedangkan EP terbarunya ‘Golden Age’ mengangkat tema tentang kesepian dan isolasi yang dirasakan Rosie di usia 20-an ditengah dunia yang kini serba digital. ‘Golden Age’ menangkap perasaan Rosie dari dua tahun terakhir ini diiringi melodi yang mengalir dan lirik yang menyentuh hati.

TAGS : Musik Rosie Darling Bahas Masa Muda yang Terbuang Karena Pandemi di "Golden Age"