• Selasa, 22/09/2026

Keluarga Persembahkan Film Djamin Setia Selamanya untuk Mengenang Perjuangan Djamin Ginting

- Senin, 21/09/2026

Citraselebriti — Keluarga Jamin Ginting mempersembahkan film Djamin Setia Selamanya sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya mengenalkan perjuangan salah satu tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia kepada generasi muda.

Riahna Djamin Ginting mengatakan, film tersebut mengangkat kisah perjuangan ayahnya, Djamin Ginting, terutama pada periode 1945 hingga 1948. Film ini juga menjadi karya lanjutan setelah sebelumnya keluarga mengangkat kisah sang ibu, Likas Ginting, melalui film Tiga Nafas Likas.

“Ini film memang mengenai Jamin Ginting adalah orang tua kami. Sebelumnya kami pernah buat film Tiga Nafas Likas mengenai ibu kami. Dan kali ini film berbau perang, berbau cerita sejarah, sejarah Jamin Ginting dari tahun 1945 sampai 1948,” ujar Riahna saat ditemui dalam jumpa pers di Epicentrum, Jakarta, Minggu (20/9).

Menurut Riahna, kisah perjuangan Jamin Ginting sebenarnya jauh lebih luas dibandingkan yang dapat ditampilkan dalam film. Ia menyebut buku Setia Selamanya memuat cerita yang lebih lengkap, sementara film harus melakukan penyesuaian agar kisah dapat disampaikan dalam durasi yang terbatas.

“Kalau kita baca bukunya, Setia Selamanya itu sangat lengkap dibanding yang film ini. Film tidak bisa melengkapi seluruhnya karena nanti bisa berjam-jam. Ini cuma satu jam 50 menit,” katanya.

Riahna menjelaskan, film Djamin Setia Selamanya berfokus pada sejumlah peristiwa penting yang terjadi pada rentang 1945 hingga 1948. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada orang tua yang telah tiada, film tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sejarah bagi generasi muda.

“Tujuan kami memang ingin mempersembahkan film ini untuk orang tua kami meskipun beliau sudah tidak ada. Dan saya bercita-cita supaya generasi yang akan datang, generasi muda bisa melihat bagaimana Indonesia waktu itu, pejuang-pejuangnya bersusah payah sampai berani hidup atau merdeka atau mati,” tutur Riahna.

Ia berharap semangat perjuangan para pahlawan pada masa kemerdekaan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia saat ini. Menurutnya, perjuangan membangun bangsa tidak berhenti setelah Indonesia meraih kemerdekaan.

“Kalau sekarang kita sudah merdeka, saya minta supaya kita bisa memperjuangkan Indonesia supaya lebih berkembang, lebih merasakan adil dan makmur,” ujarnya.

Riahna juga menekankan pentingnya nilai keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia di masa kini. Ia berharap pesan tersebut dapat ikut tersampaikan melalui film Djamin Setia Selamanya.

“Adil dan makmur itu sangat penting bagi masyarakat Indonesia di zaman sekarang terutama,” katanya.

Di sisi lain, Riahna turut mengenang sosok sang ayah sebagai pribadi yang penyayang terhadap keluarga. Menurutnya, Jamin Ginting bukan sosok yang mudah marah dan sangat menyayangi anak-anak serta istrinya, Likas Ginting.

Meski demikian, karena kesibukan Jamin Ginting dalam menjalankan pekerjaannya, urusan anak-anak sehari-hari lebih banyak ditangani oleh Likas.

“Kalau dibilang ayahanda itu memang kami selalu, ayah kami tidak pernah marah. Jadi sangat menyayangi kami, keluarganya juga, istrinya juga. Cuma semua apa pun yang mau kami buat, anak-anak pasti lewat ibu kami, lewat Ibu Likas,” ungkapnya.

Salah satu kenangan yang paling membekas bagi Riahna bersama sang ayah terjadi ketika dirinya menempuh pendidikan di Kanada. Saat itu, ia belum menguasai bahasa Inggris dengan baik dan harus menentukan mata kuliah yang akan dipilih.

Riahna mengaku memilih bidang politik setelah mendapat arahan dari ayahnya. Bahkan, Jamin Ginting kemudian turut membantunya ketika mengerjakan tugas akademik hingga tesis.

“Saya pilih karena ayah saya bilang pilih politik. Nah, bayangin saja saya lebih gawat lagi ini bahasanya. Kalau pilih matematika masih bisa. Sudah oke saya pilih. Tapi Bapak yang bantu ya,” kenangnya.

Menurut Riahna, Jamin Ginting juga membantunya dalam mengerjakan tesis yang membahas persoalan perang di Vietnam. Kenangan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya bersama sang ayah sebelum meninggal dunia.

“Waktu itu masalah perang di Vietnam dia bantu saya. Itu saja yang saya berkesan waktu terakhir sebelum dia meninggal,” pungkas Riahna.

 

Tags

Artikel Terkait

Terkini