Citraselebriti — Sebuah proyek fotografi mempertemukan dua benda bersejarah yang sama-sama lahir pada 1951, yakni Porsche 356 SL dan kamera Leica 1C. Keduanya digunakan dalam sebuah proyek fotografi untuk mengabadikan mobil balap legendaris Porsche yang memiliki sejarah penting di ajang 24 Hours of Le Mans.
Fotografer dan filmmaker asal Jerman, Philip Reinhardt, menjadi sosok di balik proyek tersebut. Ia memilih menggunakan kamera Leica 1C yang dibuat pada 1951 untuk memotret Porsche 356 SL yang juga berasal dari tahun yang sama.
Porsche pada era tersebut memproduksi dua versi 356, yakni versi yang legal digunakan di jalan raya dan varian SL atau Super Leicht yang dirancang untuk kebutuhan balap.
Mobil yang menjadi objek pemotretan memiliki nilai sejarah khusus karena merupakan Porsche 356 SL yang meraih kemenangan pertama Porsche di Le Mans pada 1951. Mobil tersebut kini berada di Stuttgart setelah sebelumnya dimiliki secara pribadi oleh seseorang di Amerika Serikat.
Kembalinya mobil tersebut ke Stuttgart membuat Reinhardt tertarik menciptakan konsep fotografi yang juga mengandalkan perangkat dari era yang sama.
Ia kemudian mendatangi arsip Leica Camera di Wetzlar untuk mencari Leica 1C yang sesuai dengan konsep tersebut.
Kamera yang digunakan diketahui dikirim pada 24 Oktober 1951 kepada dealer bernama Heine di Hanover. Kamera tersebut menjadi bagian dari rangkaian produksi dengan nomor tertentu yang berasal dari periode tersebut.
Leica kemudian menyiapkan sejumlah perlengkapan tambahan untuk membantu proses pemotretan. Salah satunya adalah Visoflex yang memungkinkan Leica 1C digunakan dengan mekanisme menyerupai kamera single-lens reflex.
Dengan Visoflex, fotografer dapat melihat objek melalui lensa dan melakukan fokus sebelum mengambil gambar. Ketika rana ditekan, mekanisme cermin dan tirai kamera bekerja untuk meneruskan cahaya menuju film.
Karena menggunakan kamera dan teknologi fotografi dari era 1950-an, Reinhardt juga memilih menggunakan film hitam putih Leica Monopan ISO 50. Film tersebut dipilih karena dianggap sesuai dengan konsep sejarah yang ingin dibangun dalam proyek tersebut.
Proses pemotretan pun memiliki sejumlah keterbatasan dibandingkan fotografi modern. Leica 1C tidak memiliki viewfinder bawaan sehingga fotografer harus memperkirakan jarak objek untuk mendapatkan fokus yang tepat.
Film juga harus dipersiapkan secara manual sebelum digunakan. Bagi Reinhardt, keterbatasan tersebut justru menjadi bagian penting dari proses kreatif.
Menurutnya, keterbatasan membuat fotografer harus lebih banyak berpikir sebelum mengambil setiap gambar.
Saat Porsche 356 SL memasuki lokasi pemotretan, kehadiran mobil tersebut langsung menarik perhatian kru. Hal serupa juga terjadi terhadap kamera Leica 1C yang digunakan Reinhardt.
Kedua benda tersebut sama-sama memperlihatkan karakter produk era awal 1950-an yang mengutamakan kualitas material, detail pengerjaan, dan pengalaman penggunaan.
Reinhardt menilai Porsche 356 SL tersebut bukan sekadar mobil klasik biasa. Mobil itu merupakan bagian dari sejarah Porsche di Le Mans karena menjadi kendaraan yang membawa kemenangan pertama pabrikan tersebut di ajang balap ketahanan tersebut pada 1951.
Setelah sesi pemotretan selesai, proses berlanjut di fasilitas Leica di Wetzlar. Reinhardt bersama tim kemudian mencetak hasil foto menggunakan metode fotografi analog.
Negatif yang dihasilkan dari kamera berusia sekitar 75 tahun tersebut memberikan hasil yang mengejutkan bagi tim. Mereka menemukan detail dan ketajaman gambar yang dinilai masih sangat baik.
Beberapa foto kemudian dipilih untuk dicetak. Tim melakukan penyesuaian pada bagian highlight dan shadow serta menambahkan kontras sebelum menghasilkan foto akhir di atas kertas.
Bagi Reinhardt, proses tersebut memberikan pengalaman berbeda karena proyek dimulai dari sebuah ide yang menggabungkan dua benda bersejarah, kemudian diwujudkan melalui fotografi analog hingga menghasilkan cetakan fisik.
Ia menyebut proyek tersebut sebagai salah satu pengalaman paling spesial yang pernah dikerjakannya.
Proyek ini sekaligus memperlihatkan pertemuan dua ikon teknologi dari era yang sama: Porsche 356 SL yang mencatat sejarah di lintasan Le Mans dan Leica 1C yang menjadi perangkat untuk mengabadikan mobil tersebut melalui pendekatan fotografi analog.
Artikel Terkait
Crystalix Hadirkan “Rusty Memories”, Lagu tentang Kenangan yang Tak Lekang Waktu
Lesti Kejora Raih Piala Gorgeous Mom Infotainment Awards 2026
Kimberley Ryder Jalani Monolog Belasan Lembar, Akui Harus Hafalkan Seluruh Dialog
Rachel Aseelah Rayakan Ulang Tahun di Tengah Penggarapan 5 cm Revolusi Hati