Citraselebriti — Aktris Esta Pramanita kembali hadir di layar kaca melalui sinetron Putri Pewaris yang tayang di SCTV. Dalam sinetron tersebut, Esta memerankan karakter Aina, seorang gadis sederhana yang harus membagi waktunya antara kuliah, bekerja, dan membantu sang ibu.
Esta menggambarkan Aina sebagai sosok pemberani, pekerja keras, serta sangat menyayangi keluarganya. Namun, di balik sifat tersebut, Aina juga dikenal cukup berisik dan galak.
“Aina itu gadis sederhana. Dia masih kuliah sambil kerja juga membantu ibunya. Dia pemberani, pekerja keras, dan sayang banget sama keluarganya. Berisik, ngeselin sebenarnya, tapi kayaknya dia nggak sadar,” ujar Esta Pramanita dalam wawancara virtual melalui Zoom bersama SCTV, Kamis (24/9/2026).
Menurut Esta, karakter Aina memiliki kemiripan dengan dirinya sekitar 75 persen. Meski begitu, ada sejumlah perbedaan, terutama dalam menghadapi masalah.
“75 persen lah kemiripan aku sama Aina. Aku juga agak ngeselin, aku sadar. Tapi aku nggak seberani Aina yang nabrak aja terus. Aku juga nggak secengeng Aina,” tuturnya.
Esta juga mengaku mendapat pengalaman berbeda karena untuk pertama kalinya dirinya memerankan karakter protagonis yang lebih sering terlibat dalam adegan emosional berupa kemarahan.
“Baru kali ini aku jadi protagonis, tapi adegannya marah-marah terus. Jadi aku lebih banyak marah-marah daripada nangis-nangis,” kata Esta.
Ia membandingkan karakter Aina dengan peran-perannya dalam sinetron sebelumnya yang lebih banyak menghadirkan adegan menangis.
“Kalau sinetron-sinetron aku sebelumnya kan aku nangis aja, mungkin 90 persen. Sekarang nangisnya paling cuma 15 persen, sisanya marah-marah,” ujarnya.
Dalam Putri Pewaris, Aina juga menghadapi konflik besar terkait pernikahan. Ia menolak menikah dengan pria yang tidak dicintainya meski mendapat tekanan dari keluarga.
“Dia nggak mau menikah sama orang yang dia cinta. Dia memaksakan kehendak untuk nggak menikah karena dia nggak hamil anaknya dan dia nggak cinta. Padahal sudah didesak banget sama mamanya,” ungkap Esta.
Selain tantangan karakter, Esta juga merasa nyaman membangun chemistry dengan Giorgino Abraham. Menurutnya, proses reading dan berdiskusi bersama Giorgino berlangsung dengan mudah sehingga keduanya cepat menemukan kesamaan energi saat berakting.
“Aku sudah nggak canggung sama Kak Jino. Bangun chemistry sama Kak Jino gampang banget. Aku merasa langsung klik karena mungkin kebawa akting Kak Jino yang bagus,” katanya.
Esta menyebut Giorgino sebagai senior yang terbuka untuk melakukan reading dan berdiskusi sebelum menjalani adegan. Hal tersebut membuatnya lebih leluasa menyampaikan ide selama proses syuting.
“Dia senior, tapi dia mau diajak reading. ‘Kak, ayo kita reading dulu, diskusi nanti maunya bagaimana.’ Tektokan juga enak banget. Jadi kalau aku ada ide-ide apa, aku bisa sampaikan ke Kak Jino,” jelasnya.
Sementara itu, Giorgino Abraham mengungkapkan bahwa dirinya dan Esta berusaha membangun chemistry dengan menyamakan energi dalam setiap adegan.
Salah satu tantangan mereka terjadi saat menjalani adegan di ketinggian. Keduanya harus duduk di bagian atas gedung sambil membawakan dialog yang cukup emosional.
“Kita naik ke atas, duduk di ujung tebing. Kita harus fokus sama dialog, dan dialognya lumayan deep. Jadi melihat ke bawah itu sebenarnya seram banget,” ujar Giorgino.
Meski tidak mengaku memiliki fobia ketinggian, Giorgino tetap merasakan ketegangan ketika harus menjalani adegan tersebut.
“Fobia ketinggian nggak juga sih, cuma tetap aja deg-degan,” katanya.
Putri Pewaris menjadi salah satu sinetron terbaru SCTV yang mempertemukan Esta Pramanita dan Giorgino Abraham dalam kisah penuh konflik keluarga, percintaan, dan perjuangan para tokohnya.
Artikel Terkait
Esta Pramanita Ungkap Karakter Aina di Sinetron Putri Pewaris
Giorgino Abraham Tertantang Beradu Akting dengan Esta Pramanita di Putri Pewaris SCTV
Pirate Boom Hadirkan Nuansa Euro Disco dengan Tema Pesta Bajak Laut
Paledusk Rilis GOLDEN GOAL, Bawa Energi Sepak Bola ke Musik Metal