Citraselebriti — Musisi Addie MS dan penyanyi Memes mengenang sosok Guruh Soekarno Putra yang baru saja berpulang. Keduanya memiliki kenangan panjang bersama Guruh Soekarno Putra, baik dalam perjalanan bermusik maupun kehidupan pribadi.
Addie MS mengungkapkan, kedekatannya dengan Guruh Soekarno Putra telah terjalin sejak akhir 1970-an. Kala itu, ia mendapat kesempatan untuk terlibat dalam Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra.
“Saya pertama kali diajak makan sama Mas Guruh, diajak untuk bikin musik Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra. Yang pertama saya enggak berani. Akhirnya Elfa, Candra dan Usman, baru pagelaran yang kedua dan seterusnya saya berani dan terlibat,” ujar Addie MS.
Addie mengaku terkesan karena saat itu dirinya masih duduk di bangku kelas 3 SMA, tetapi sudah mendapatkan kepercayaan untuk terlibat dalam sebuah proyek besar.
Sementara itu, Memes juga memiliki hubungan erat dengan Guruh Soekarno Putra sejak masa remajanya. Saat itu, Memes menjadi anggota Suara Marindika dan mengikuti berbagai kegiatan seni, termasuk belajar tari, kebudayaan, organisasi, hingga tata rias dan busana.
“Mas Guruh yang ngajarin. Memang ada timnya juga kakak-kakak senior Suara Marindika. Saya menari ikut pagelaran terbesar dulu di Indonesia, namanya Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra pertama, kedua, ketiga,” tutur Memes.
Memes kemudian mengenang keterlibatannya dalam pagelaran kedua dan ketiga ketika masih duduk di bangku SMP dan SMA. Ia juga berkesempatan ikut bernyanyi dalam sejumlah karya yang menjadi bagian dari pagelaran tersebut.
Dalam kesempatan itu, Addie MS turut menggarap aransemen sejumlah lagu untuk pagelaran “Cinta Indonesia”. Proyek tersebut mempertemukan sejumlah nama besar dalam musik dan seni Indonesia.
Hubungan Addie MS dan Memes pun semakin dekat karena kegiatan mereka di lingkungan Suara Marindika. Adi kerap menjemput Memes seusai latihan, yang kemudian menjadi bagian dari kisah masa muda keduanya.
“Jadi tempat jemput pacaran di sini. Ini masa remaja kita. Rumah ini sudah menjadi cagar budaya sekarang, jadi sangat bernostalgia banget kita di sini,” kata Memes.
Addie dan Memes mengaku terakhir kali bertemu Guruh Soekarno Putra pada Juni bersama sejumlah teman dari Suara Marindika. Mereka sebenarnya telah mengetahui kondisi kesehatan Guruh Soekarno Putra, namun tetap merasa kehilangan ketika kabar kepergiannya datang.
Addie menilai Guruh Soekarno Putra meninggalkan legasi besar bagi dunia seni Indonesia. Menurutnya, sosok tersebut tidak hanya dikenal karena musikalitasnya, tetapi juga konsisten membawa semangat keindonesiaan dalam berbagai karya dan kehidupannya.
“Di awal karier saya, saya ingat satu tokoh musik yang bukan hanya saya kagumi karena musikalitasnya, tetapi semangat keindonesiaan yang selalu bicara soal batik, adab, etika Indonesia,” ungkap Adi.
Menurut Addie, perhatian Guruh Soekarno Putra terhadap budaya Indonesia bahkan tercermin dari caranya melihat perkembangan busana dan gaya hidup masyarakat. Ia selalu berupaya mengingatkan pentingnya menjaga identitas dan semangat kebudayaan Indonesia.
Bagi Addie MS dan Memes, kepergian Guruh Soekarno Putra meninggalkan duka sekaligus kenangan panjang. Keduanya berharap warisan karya dan semangat kebudayaan yang telah ditanamkan selama hidupnya dapat terus dikenang dan diteruskan oleh generasi berikutnya.
Artikel Terkait
BMW Bersiap Berevolusi, 3 Series Disebut Akan Didesain Ulang Secara Besar
HONOR X9e Pro Kembali dengan Lima Peningkatan Utama, Harga Mulai RM1.899
Wonder Woman 1944 Hadirkan Misi Rahasia di Tengah Perang Dunia II
Toyota Hilux 4x4 Terastorm 2027 Digadang Jadi Pickup Off-Road Ekstrem