Ustaz Derry Sulaiman Bicara Ujian Hidup dan Perjalanan Spiritual Willy Salim

- Selasa, 29/09/2026

Citraselebriti — Ustaz Derry Sulaiman memberikan pandangan mengenai berbagai ujian yang tengah dihadapi sejumlah orang di sekitarnya. Menurutnya, setiap persoalan dalam kehidupan dapat menjadi proses pembelajaran sekaligus ujian untuk memperkuat diri.

Ia mengibaratkan setiap masalah sebagai guru yang memberikan pelajaran berbeda kepada seseorang.

“Satu masalah itu sama dengan satu orang guru. Sering saya ucapkan, banyak masalah berarti banyak guru. Setiap ujian yang datang kepada kita, kalau tidak menghancurkan kita, pasti akan menguatkan kita,” ujar Ustaz Derry Sulaiman.

Menurutnya, setelah seseorang melewati masa sulit, biasanya akan ada proses pembangunan kembali dalam kehidupannya.

“Biasanya setelah penghancuran besar-besaran akan ada pembangunan besar-besaran. Sabar, insyaallah Allah bersama dengan orang yang bersabar,” katanya.

Ustaz Derry juga mengingatkan bahwa kesulitan tidak selalu menjadi tanda keburukan. Dalam pandangan agama yang ia sampaikan, masalah, kekurangan, ketakutan, hingga berbagai cobaan merupakan bagian dari ujian kehidupan.

Ia kemudian mengibaratkan kehidupan seperti sekolah. Ketika seseorang sudah memasuki proses belajar, ujian menjadi bagian yang harus dilewati untuk mendapatkan hasil dari proses tersebut.

“Semakin berat ujian itu, semakin besar hadiahnya. Yang penting angkat tangan kepada Allah, pasti Allah turun tangan,” tuturnya.

Ustaz Derry Bicara Perjalanan Spiritual Willy Salim

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Derry juga mengungkap kedekatannya dengan Willy Salim. Ia mengatakan tidak ingin terlalu mencampuri kehidupan seseorang apabila tidak dimintai bantuan secara langsung.

Menurutnya, sikap tersebut merupakan bagian dari etika dalam menghargai proses dan profesi masing-masing.

“Saya sebetulnya jarang. Orang-orang itu yang menghubungi. Kalau dihubungi, saya juga tidak mau terlalu ikut campur,” ujarnya.

Ustaz Derry kemudian menceritakan perjalanan spiritual Willy Salim yang dalam beberapa kesempatan diajak mengunjungi sejumlah pesantren dan bertemu para ulama.

Ia menyebut Willy terus belajar mengenai Islam, termasuk menghafal hadis dan ayat Al-Qur’an.

“Setiap hari Willy belajar. Dia hafal hadis, hafal ayat. Dia cerdas, kalau diomongin sekali dia ingat,” kata Ustaz Derry.

Menurut Ustaz Derry, proses seseorang dalam menentukan keyakinan membutuhkan waktu dan tidak seharusnya dipaksakan. Ia menghargai proses belajar yang dijalani Willy sebelum mengambil keputusan untuk menyampaikan keyakinannya secara terbuka kepada publik.

“Bunga itu enggak akan mekar sebelum waktunya. Jadi kita tunggu saja,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa perjalanan tersebut telah membawa Willy bertemu dengan sejumlah ulama dan mengunjungi beberapa pesantren.

Ustaz Derry menyebut beberapa ulama bahkan mengangkat Willy sebagai anak angkat. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu alasan munculnya panggilan “Gus” yang kemudian digunakan sebagian orang kepada Willy.

Bahas Rencana Sunat Willy Salim

Ustaz Derry juga menceritakan proses ketika Willy Salim memutuskan untuk menjalani sunat. Menurutnya, pembicaraan mengenai hal tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun sebelumnya.

“Sebenarnya obrolan tentang sunat itu tahun lalu. Waktu adik angkatnya Rama disunat di sini, kami ngobrol tentang fadilah sunat, apa gunanya sunat dan kenapa harus sunat,” jelasnya.

Setelah sempat terlupakan, rencana tersebut kembali muncul ketika Ustaz Derry melihat ada jadwal kosong. Ia kemudian mengajak Willy untuk menjalani sunat.

“Waktu saya lihat jadwal saya tiba-tiba ada yang kosong beberapa hari. Saya bilang, ‘Gus, minggu ini kosong nih, sunat yuk.’ Terus dia bilang, ‘Ayo.’ Segitu saja,” ungkapnya.

Ustaz Derry mengatakan proses sunat tersebut berjalan lancar dengan bantuan dokter yang memiliki pengalaman di bidang tersebut.

Ia juga menyebut teknologi medis saat ini membuat proses sunat dapat dilakukan tanpa jahitan, sehingga Willy tidak perlu terlalu khawatir.

Ustaz Derry: Setiap Orang Memiliki Proses

Lebih lanjut, Ustaz Derry menegaskan bahwa perjalanan seseorang dalam mendalami agama tidak bisa disamakan dengan orang lain.

Menurutnya, seseorang yang baru mulai belajar harus diberi kesempatan untuk memahami dan menjalankan ajaran agama secara bertahap.

“Enggak mungkin orang bisa mengamalkan 100 persen, tapi 100 persen itu bermula dari nol dulu. Satu persen, dua persen, tiga persen, menuju kesempurnaan,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak mudah menghakimi seseorang berdasarkan proses keagamaannya.

“Tugas kita dalam dakwah itu mengislamkan orang non-Islam, bukan mengeluarkan orang Islam dari Islam. Kita mengislamkan orang kafir, bukan mengkafirkan orang Islam,” ujar Ustaz Derry.

Menurutnya, dakwah seharusnya dilakukan dengan menunjukkan akhlak dan memberikan pemahaman, bukan memperbanyak perdebatan.

Ia juga mengingatkan bahwa keputusan seseorang dalam menjalani keyakinannya merupakan bagian dari perjalanan pribadi yang harus dihormati.

“Jangan khawatir, yang ditakdirkan pasti akan hadir. Yang tertakar takkan tertukar,” pungkasnya.

Tags

Artikel Terkait

Terkini