Citraselebriti — Produser Amrit Punjabi bersama sutradara Imam Darto menghadirkan pendekatan berbeda melalui film Hungry Ghost Festival dengan menggabungkan genre horor dan komedi, sekaligus mengangkat tradisi yang berkaitan dengan penghormatan terhadap arwah leluhur.
Amrit Punjabi menjelaskan, ide awal film tersebut berangkat dari diskusi bersama konsultan budaya Tionghoa. Dalam perkembangannya, tim produksi sepakat untuk mengemas cerita dengan pendekatan yang lebih ringan agar dapat dinikmati oleh penonton yang lebih luas.
“Awalnya kita dengan konsultan Cina kami yang memberikan ide di awalnya. Tapi mungkin pada awalnya lebih serius. Kita bilang, kita harus membuat sesuatu yang lebih ringan untuk semua penonton. Jadi kita coba menggabungkan komedi dan horor di cerita ini,” ujar Amrit saat ditemui di sela peluncuran trailer dan poster film Hungry Ghost Festival di Kota Kasablanka, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Menurut Amrit, pihaknya ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari film horor yang selama ini banyak diproduksi. Ia berharap Hungry Ghost Festival dapat menawarkan pengalaman menonton dengan latar tradisi yang belum banyak diangkat ke layar lebar.
Tak hanya menyasar penonton Indonesia, film tersebut juga diharapkan dapat menjangkau pasar Asia Tenggara, Taiwan, dan China.
Amrit mengungkapkan, proses pengembangan film ini membutuhkan riset panjang. Tim produksi bahkan mendatangi Bangka saat tradisi Hungry Ghost Festival berlangsung untuk melihat langsung bagaimana masyarakat merayakannya.
Selama empat hari di Bangka, tim mengunjungi sejumlah kelenteng dan berdiskusi dengan masyarakat setempat guna memahami tradisi tersebut.
“Kita pengin benar-benar melihat dulu festival seperti apa. Kalau kita cuma riset di internet saja, kayaknya enggak cukup,” katanya.
Ia menambahkan, riset tersebut menjadi pengalaman berharga bagi tim karena mereka tidak hanya mengumpulkan bahan untuk cerita, tetapi juga mempelajari tradisi dan kebudayaan yang ingin diangkat ke dalam film.
Proses riset kemudian diperluas ke berbagai daerah dan negara, termasuk Singkawang, Medan, Singapura, Hong Kong, dan Malaysia. Dari sana, tim menemukan bahwa pelaksanaan Hungry Ghost Festival memiliki perbedaan di setiap wilayah.
Karena itu, tim produksi bersama konsultan budaya Tionghoa, Kelvin, berupaya menemukan benang merah yang dapat menjadi dasar cerita film.
Sementara itu, Imam Darto menjelaskan bahwa Hungry Ghost Festival bukan sekadar perayaan, melainkan tradisi yang mengandung nilai penghormatan terhadap mereka yang telah meninggal dunia.
Saat mengunjungi Bangka, ia melihat bagaimana masyarakat setempat menjalankan tradisi tersebut dengan penuh penghormatan.
“Jangankan sama yang masih hidup, yang sudah mati saja kita enggak boleh lupa. Itu esensinya Hungry Ghost Festival,” ujar Imam Darto.
Ia menjelaskan, berdasarkan kepercayaan yang menjadi latar tradisi tersebut, terdapat keyakinan bahwa pada waktu tertentu gerbang alam baka terbuka dan arwah kembali ke dunia. Masyarakat kemudian memberikan persembahan, termasuk makanan, sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.
Nilai tersebut kemudian diadaptasi ke dalam cerita film. Imam Darto menilai, pesan untuk tidak melupakan mereka yang telah meninggal memiliki makna universal dan dapat dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.
Menurutnya, penghormatan kepada leluhur juga mengingatkan manusia agar tetap menjaga hubungan dengan keluarga serta orang-orang yang masih hidup.
Imam Darto turut mengungkapkan bahwa salah satu pesan yang mereka temukan selama riset di Bangka adalah bahwa semua makhluk berhak bahagia.
“Semua makhluk berhak bahagia, termasuk juga para leluhur. Mereka juga berhak bahagia, mereka berhak tidak dilupakan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pesan tersebut mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi mengenang leluhur, termasuk melalui ziarah makam dan kegiatan penghormatan lainnya.
Hungry Ghost Festival, Amrit Punjabi dan Imam Darto berupaya memadukan hiburan horor dan komedi dengan nilai budaya yang dapat diterima oleh penonton luas. Film ini diharapkan tidak hanya menghadirkan pengalaman menonton yang menghibur, tetapi juga memperkenalkan tradisi Hungry Ghost Festival serta pesan tentang pentingnya menghormati dan tidak melupakan leluhur.
Artikel Terkait
Connect failed: No such file or directory