“Urip Kudu Iso Nguripi” Khas Nojorono Kudus

“Urip Kudu Iso Nguripi” Khas Nojorono Kudus
Dok Pribadi

Berkiprah selama sembilan dekade, Nojorono Kudus memiliki warisan prinsip leluhur yang terletak pada nama NOJORONO.  Dalam aksara Jawa, Nojorono memiliki esensi sebagai refleksi sosok Krishna Muda, yang direpresentasikan dalam sebuah ungkapan luhur “Cipta, Karsa, Rasa dan Cahya”. Cipta sebagai kekuatan manusia dalam mengembangkan pikiran dan imajinasi dalam berkreasi, Karsa sebagai hikmat dalam mewujudkan pikiran dan imajinasi sehingga menjadi wujud yang nyata, Rasa yang mencerminkan kepedulian lingkungan sosial dan wawasan hidup, serta Cahya sebagai cita-cita perusahan yang tidak hanya sebagai perusahaan yang mencetak profitabilitas saja, tetapi juga sebagai perusahaan yang mampu memberikan Berkat (Cahaya) bagi masyarakat dan khalayak luas.

Sejalan dengan misi Nojorono Kudus untuk menjadi Cahaya bagi masyarakat luas, Nojorono Kudus aktif berkontribusi dalam pengembangan kesejahteraan sosial lingkungan. Sepanjang tahun 2022, Nojorono Kudus telah mencanangkan beragam program kerja berkelanjutan, diantaranya prevalensi stunting, penurunan angka Tuberkulosis, perencanaan Program Kampung Iklim, hingga penerapan Sekolah Binaan untuk SMK dan UMKM. Ragam program kerja berkelanjutan ini secara masif diterapkan, khususnya sepanjang tahun 2022 dan merupakan bentuk dukungan Nojorono Kudus terhadap program pemerintah, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Indonesia.

Stefanus JJ Batihalim selaku Direktur Utama PT Nojorono Tobacco International menerangkan, bahwa perusahaan yang sehat tidak hanya berfokus pada keberlanjutan entitas usaha berdasarkan kegiatan transaksional saja, melainkan juga mampu menghidupi lingkungan sekitarnya. Menjadi Cahaya yang dapat memberikan berkah untuk masyarakat, alam dan lingkungan sekitar, “Kita tetap memiliki peluang dan kesempatan untuk menjadi lebih baik, seluruh aktivitas bisnis Nojorono hendaknya tidak hanya memperhatikan business growth saja, diperlukan juga upaya dalam menerapkan sustainable environment growth. Nojorono Kudus telah diberkati untuk terus maju dan berkembang selama beberapa dekade. Kami berharap prospek bisnis dan kondisi ekonomi tanah air juga akan semakin kondusif di masa mendatang, sehingga keberlangsungan serapan tenaga kerja senantiasa terjaga,” jelas Stefanus.

Arief Goenadibrata selaku Managing Director PT Nojorono Tobacco International menyampaikan, bahwa bukan perkara mudah untuk terus bertahan di industri, terlebih mampu mempertahankan angka positif setiap tahunnya di tengah volatilitas industri di tanah air, “Hadir ditengah masyarakat selama 90 tahun, tentunya merupakan sebuah tantangan, terlebih Nojorono Kudus merupakan industri padat karya yang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Banyak catatan penting selama kurun waktu tersebut dan beberapa ‘pelajaran’ yang menjadi perhatian kami. Kami bersyukur, semua upaya yang dilakukan berbuah manis dengan deretan prestasi yang membanggakan. Perjalanan ke depan tentunya akan jauh lebih menantang bagi Nojorono Kudus. Kendati demikian, berbagai langkah strategis telah dipersiapkan sejak dini. Nojorono Kudus siap melangkah menembus puluhan dekade mendatang dan tetap memberikan kontribusinya untuk Indonesia,”

“Industri FMCG, khususnya bidang IHT pada dasarnya cukup regulatif, sehingga kami harus mampu bertindak agile dalam menyikapi ragam kebijakan, maupun sikap bersaing dalam bisnis. Harapannya, dengan memasuki umur keemasan, Nojorono Kudus memiliki potensi untuk meraih pencapaian prestasi yang lebih beragam lagi nantinya dan, tidak hanya dapat dirasakan oleh khalayak sekitar Nojorono Kudus saja, melainkan juga mampu menghidupi berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Urip kudu iso nguripi, hidup itu harus saling menghidupi satu sama lain, saling berbagi berkat dengan sesama. Selaras dengan apa yang kami cita - citakan untuk diwariskan sampai generasi mendatang,” tutup Arief.

TAGS : Tobaco “Urip Kudu Iso Nguripi” Khas Nojorono Kudus