Citraselebriti.com — GoPro memperkenalkan kamera sinema mirrorless ultra-ringkas terbaru, GoPro Mission 1 Pro ILS. Kamera ini hadir dengan konsep berbeda karena membawa dudukan lensa Micro Four Thirds (MFT) pada bodi yang sangat kecil, sekaligus menawarkan kemampuan perekaman hingga 8K.
GoPro menyebut Mission 1 Pro ILS sebagai kamera sinema mirrorless terkecil yang mereka hadirkan. Kamera tersebut mengombinasikan frame rate tinggi, resolusi besar, kemampuan fokus profesional, serta depth of field bergaya sinematik dalam bodi berbobot hanya sekitar 197 gram.
Salah satu fitur utama kamera ini adalah sensor 1-inch Quad Bayer yang mampu melakukan perekaman 8K Open Gate. Pengguna juga dapat memanfaatkan lebih dari 300 pilihan lensa yang kompatibel melalui sistem mount Micro Four Thirds.
Untuk kebutuhan perekaman berkecepatan tinggi, Mission 1 Pro ILS mendukung 8K hingga 60 fps, 4K hingga 240 fps, 1440p hingga 480 fps, serta 1080p hingga 960 fps. GoPro menegaskan bahwa mode slow motion tersebut menggunakan frame asli dan bukan hasil interpolasi berbasis AI.
Kamera ini juga mendukung perekaman sinematik 8K30 dan 4K120 Open Gate, memberikan fleksibilitas lebih besar bagi kreator ketika melakukan proses editing dan reframing.
Dari sisi dynamic range, sensor Mission 1 Pro ILS diklaim mampu mencapai hingga 14 stop. Kamera ini juga mendukung perekaman warna 10-bit serta format GP-Log2, dengan dukungan LUT untuk output Rec.709 dan Rec.2020.
Untuk kebutuhan HDR, GoPro menyematkan teknologi HLG HDR dengan Simultaneous Dual-Gain Readout. Teknologi tersebut dirancang untuk mempertahankan detail pada area terang dan gelap dalam satu exposure.
Performa pemrosesan gambar ditangani oleh prosesor baru bernama GP3. GoPro mengklaim prosesor tersebut dirancang untuk menghadirkan pemrosesan yang lebih efisien dan cerdas.
Kamera ini menawarkan bitrate hingga 240 Mbps, bahkan dapat mencapai 300 Mbps melalui GoPro Labs. Sementara untuk menjaga hasil rekaman tetap stabil, Mission 1 Pro ILS membawa teknologi stabilisasi HyperSmooth yang telah menjadi salah satu fitur andalan GoPro.
GoPro juga memberikan perhatian besar pada durasi penggunaan. Mission 1 Pro ILS disebut memiliki kemampuan continuous recording terpanjang dan performa termal paling andal dalam sejarah GoPro.
Dalam kondisi 1080p, kamera diklaim mampu merekam lebih dari 5 jam, sedangkan pada resolusi 4K dapat digunakan lebih dari 3 jam pada suhu sekitar 100 derajat Fahrenheit atau 37,8 derajat Celsius.
Sumber daya kamera menggunakan baterai Enduro 2 dengan kapasitas 13 persen lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya, sekaligus dilengkapi teknologi pengisian cepat.
Tidak hanya untuk video, Mission 1 Pro ILS juga mampu menghasilkan foto hingga 50 MP serta frame grab beresolusi hingga 44 MP.
Untuk membantu proses pengambilan gambar, kamera dilengkapi layar OLED belakang dengan fitur focus peaking dan focus assist hingga pembesaran delapan kali. Kreator juga dapat menggunakan aplikasi Mission Monitor secara gratis untuk memanfaatkan fitur seperti advanced focus peaking, LUT preview, dan zebra pattern.
Pada sektor audio, GoPro menghadirkan sistem baru dengan empat mikrofon, dukungan audio 32-bit float, multitrack recording, serta kontrol audio manual. Konektivitas Bluetooth 5.3 Super Wideband dan port USB-C juga tersedia untuk kebutuhan audio eksternal.
Mission 1 Pro ILS turut menawarkan konektivitas USB-C to HDMI dan output micro-HDMI melalui Media Mod untuk kebutuhan monitoring eksternal hingga 4K60.
Untuk produksi multicamera, kamera ini mendukung Timecode Sync yang dapat membantu mempercepat proses sinkronisasi ketika melakukan editing. Fitur GPS dan data telemetri juga tersedia bagi pengguna yang membutuhkan informasi tambahan dalam rekaman.
Dari sisi desain, Mission 1 Pro ILS mempertahankan karakter kamera GoPro yang ringkas dan tangguh. Bodi berbobot 197 gram tersebut memiliki konstruksi tahan cuaca dan menyediakan tiga pilihan sistem mounting, yakni folding fingers, ulir 1/4-20, serta Magnetic Latch Mount.
GoPro juga memperkenalkan kompatibilitas dengan Point-and-Shoot Grip untuk memberikan kontrol yang lebih ergonomis ketika kamera digunakan secara handheld.
Kehadiran Mission 1 Pro ILS membuat GoPro mencoba memperluas posisinya dari kamera aksi menuju perangkat produksi sinema yang lebih fleksibel. Kombinasi sensor 1 inci, mount MFT, perekaman 8K, frame rate tinggi, sistem fokus, serta bodi yang sangat ringkas menjadi daya tarik utama kamera tersebut.
Dalam ajang NAB 2026, Mission 1 Pro ILS juga disebut meraih penghargaan Best of Show dari CineD. Kamera ini turut mendapatkan penghargaan Editor’s Choice dari sejumlah media teknologi dan fotografi, termasuk Tom’s Guide, PCMag, Gizmodo, Mashable, Digital Camera World, RedShark News, dan The Shortcut.
Dengan berbagai fitur tersebut, GoPro Mission 1 Pro ILS diposisikan sebagai kamera yang menawarkan kombinasi antara ukuran ringkas, fleksibilitas lensa, kemampuan sinematik, serta performa perekaman profesional.
Artikel Terkait
Fujifilm Instax Pal 2 Hadir sebagai Kamera Digital Saku dengan Nuansa Analog
ATARASHII GAKKO! Gandeng Aina The End di “Sweet Memories”
Dire Strays Hadirkan Kisah Kucing Gang dalam The Alley Cats Of Swing
Lisa Kudrow Kembali Hadiri Emmy Awards 2026 Setelah Tujuh Tahun Absen