• Jum'at, 04/09/2026

I Don’t Like Mondays. Gandeng Tujuh Kolaborator di Album Keenam “FRIDAY”

- Kamis, 03/09/2026
 I Don’t Like Mondays. Gandeng Tujuh Kolaborator di Album Keenam “FRIDAY”
Band asal Jepang, I Don’t Like Mondays.

Citraselebriti– Band asal Jepang, I Don’t Like Mondays., bersiap membuka babak baru dalam perjalanan musik mereka lewat album studio keenam bertajuk “FRIDAY”. Album tersebut dijadwalkan dirilis pada 25 September 2026 dan menjadi karya yang memperlihatkan keberanian mereka memperluas warna musik melalui kolaborasi lintas genre dan generasi.

Setelah hampir satu dekade membangun karakter musik secara mandiri, I Don’t Like Mondays. kali ini menggandeng tujuh musisi dan kreator untuk album “FRIDAY”. Mereka adalah GAN (Takanori Iwata dari Sandaime J Soul Brothers from EXILE TRIBE), ⭐︎Taku Takahashi dari m-flo, claquepot, NAOTO dari ORANGE RANGE, GeG, ZEN-LA-ROCK, serta SHO-SENSEI!!.

Seluruh kolaborator tersebut dipadukan dengan karakter khas I Don’t Like Mondays. yang selama ini dikenal melalui perpaduan Japanese rock, pop, dan nuansa Tokyo City Pop.

Salah satu lagu yang paling personal dalam album ini adalah “1989”. Vokalis YU menggandeng sahabat masa kecilnya, Takanori Iwata, yang menggunakan nama panggung GAN dalam proyek tersebut. Kolaborasi ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya keduanya tampil bersama dalam sebuah karya musik.

Lagu “1989” diproduksi oleh GeG, sementara liriknya ditulis bersama oleh YU dan GAN. Lagu tersebut menjadi representasi perjalanan persahabatan keduanya selama lebih dari 30 tahun.

Kolaborasi lain hadir melalui lagu “GENIUS”, yang menampilkan verse dari ZEN-LA-ROCK dengan produksi NAOTO dari ORANGE RANGE. Sementara itu, lagu dance “ODORE” mempertemukan SHO-SENSEI!! dengan ⭐︎Taku Takahashi dari m-flo sebagai produser.

Menariknya, album “FRIDAY” juga menghadirkan penutup yang emosional melalui “DON’T WANNA DIE”. Lagu tersebut merupakan versi baru dari karya yang pernah ditulis YU untuk Hiromitsu Kitayama pada 2019. Untuk pertama kalinya, YU menyanyikan lagu itu sendiri, tujuh tahun setelah lagu tersebut dibuat.

Secara keseluruhan, “FRIDAY” berisi 14 lagu, terdiri dari lima lagu yang direkam secara khusus untuk album ini dan sembilan single yang sebelumnya telah dirilis, termasuk “jealous”.

Sebelum album diluncurkan, I Don’t Like Mondays. akan merilis “1989” lengkap dengan video musik pada 7 September 2026. Seminggu kemudian, tepatnya 16 September, mereka akan memperkenalkan “ODORE”.

Peluncuran “FRIDAY” juga menjadi kelanjutan dari perkembangan karier I Don’t Like Mondays. di kawasan Asia. Pada 2025, tur mereka di enam kota di China berhasil menjual habis seluruh 5.500 tiket. Mereka juga tampil dalam rangkaian Strawberry Music Festival di Beijing, Dongguan, Shanghai, dan Guangzhou yang secara keseluruhan menarik sekitar 60.000 penonton.

Momentum tersebut berlanjut melalui “TOXIC ASIA TOUR 2026” pada musim semi tahun ini. Tur tersebut membawa mereka tampil di Singapura, Taipei, Hong Kong, Bangkok, dan Seoul.

Terbaru, I Don’t Like Mondays. baru saja tampil di NIPPON HAKU BANGKOK 2026 pada 28 Agustus. Dalam kunjungannya ke Bangkok, mereka juga bertemu dengan dua grup asal Thailand, Scrubb dan ETC., memperluas jaringan kolaborasi dan hubungan mereka dengan skena musik Asia.

Popularitas I Don’t Like Mondays. juga terus berkembang secara internasional. Musik mereka kini didengarkan di 165 negara dan wilayah, sementara lagu-lagu mereka tercatat konsisten masuk posisi 10 besar di Spotify dan Apple Music di sejumlah pasar Asia, termasuk Taiwan, China daratan, Korea Selatan, Hong Kong, Thailand, dan Indonesia.

Pertumbuhan penggemar mereka di platform media sosial China seperti Weibo, RED, dan bilibili bahkan disebut meningkat lebih dari 1.000 persen secara tahunan.

Setelah album “FRIDAY” dirilis, perjalanan mereka akan berlanjut melalui “FRIDAY MOOD JAPAN TOUR 2026”. Tur tersebut mencakup 11 pertunjukan di delapan kota, dimulai di Sapporo pada 3 Oktober dan ditutup di Zepp DiverCity Tokyo pada 5 Desember 2026.

Lewat “FRIDAY”, I Don’t Like Mondays. ingin menerjemahkan kembali suasana malam Jumat ke dalam musik sekaligus menunjukkan bahwa karakter musik mereka tidak harus terikat pada batasan genre Japanese rock.

Album ini menjadi penanda satu dekade perjalanan I Don’t Like Mondays. sekaligus langkah berikutnya bagi mereka untuk memperluas jangkauan musik dari Asia menuju panggung internasional.

Tags

Artikel Terkait

Terkini