Citrsselebriti – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memasuki babak baru pada 2026. Teknologi yang sebelumnya banyak digunakan melalui komputer dan smartphone kini mulai hadir dalam bentuk mesin fisik yang mampu memahami lingkungan, mengambil keputusan, bergerak secara mandiri, hingga bekerja berdampingan dengan manusia.
Beragam inovasi mulai bermunculan, mulai dari robot humanoid, eksoskeleton pintar, kendaraan bawah laut otonom, robot pengantar makanan, truk tanpa pengemudi, mesin pemotong rumput otomatis, hingga traktor pertanian berbasis AI.
Salah satu perusahaan yang ikut mengembangkan konsep tersebut adalah Honor melalui program robot humanoidnya. Dalam ajang MWC 2026, Honor memperkenalkan robot humanoid pertamanya dan menunjukkan visi untuk membawa AI ke lingkungan nyata.
Robot D1 milik Honor telah diperlihatkan mampu bergerak, menjaga keseimbangan, bernavigasi, serta beradaptasi dalam lingkungan tertentu. Robot tersebut juga dapat berkomunikasi melalui suara, gestur, efek pencahayaan, dan kemampuan memahami kondisi sekitar.
Honor membayangkan robot humanoid dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti membantu aktivitas belanja, melakukan inspeksi di tempat kerja, hingga menjadi pendamping.
Eksoskeleton Pintar untuk Membantu Mobilitas
Konsep AI yang berinteraksi langsung dengan manusia juga dikembangkan melalui Hypershell Halo. Perangkat ini merupakan eksoskeleton yang dirancang membantu pergerakan di berbagai medan.
Halo menghubungkan bagian pinggul, paha, lutut, hingga kaki bagian bawah. Empat motor bertenaga digunakan untuk memberikan dukungan terhadap gerakan pengguna.
Sistem HyperIntuition 2.0 memanfaatkan lebih dari 30 sensor gerak untuk memprediksi aktivitas dan menyesuaikan bantuan ketika pengguna berjalan, menaiki atau menuruni medan, berjongkok, maupun berdiri.
Sistem motor HyperDrive diklaim mampu menghasilkan daya puncak hingga 1.490 watt. Struktur utamanya memiliki bobot sekitar 2,6 kilogram, sementara keseluruhan sistem mencapai sekitar 3,2 kilogram.
Dengan baterai 72 Wh, perangkat tersebut diklaim mampu mencapai jarak hingga 20 kilometer dalam kondisi tertentu.
Kacamata AI untuk Pengguna Olahraga
AI juga mulai masuk ke perangkat olahraga melalui Rover AI Sports Glasses dari Bleup. Perangkat berbobot sekitar 53 gram ini menggabungkan kamera 16 MP, audio open-ear, kontrol suara, dan berbagai fitur AI.
Kameranya mendukung perekaman video 3K hingga 60 frame per detik, HDR, electronic stabilization, serta mode super night.
Fitur AI dapat mendeteksi momen penting secara otomatis. Pengguna juga dapat mencari rekaman melalui perintah suara dan mengubah kumpulan highlight menjadi video menggunakan fitur AI editing.
Perangkat ini turut menawarkan pemantauan pernapasan, rangkuman aktivitas, serta sejumlah fitur keselamatan seperti deteksi pengereman mendadak, perekaman darurat, dan peringatan mengenai tanjakan, turunan, tikungan tajam, maupun perubahan cuaca.
Kendaraan Bawah Laut Otonom
Di sektor bawah laut, Deringos dikembangkan sebagai kendaraan bawah air otonom untuk menjalankan misi di lingkungan yang sulit dijangkau manusia.
Kendaraan ini menggabungkan sistem navigasi, kamera optik, sonar, komunikasi nirkabel, dan desain modular. Penggunaannya mencakup eksplorasi bawah laut, pengawasan, deteksi ranjau, inspeksi pipa, perlindungan pelabuhan, hingga pemantauan infrastruktur penting.
Kendaraan tersebut dilaporkan dapat beroperasi hingga kedalaman 600 meter dengan kecepatan maksimum sekitar 5,5 knot.
Kemampuan deteksi ranjau secara otonom menjadi salah satu fitur penting. Dalam pengujian lapangan, sistem dilaporkan mampu mendeteksi ranjau di dasar laut tanpa kendali langsung manusia.
Teknologi seperti ini berpotensi mengurangi risiko bagi personel yang harus bekerja di lingkungan bawah laut berbahaya.
Robot Rumah Tangga Mulai Lebih Personal
AI juga mulai diarahkan untuk menjadi bagian dari kehidupan keluarga melalui Aloney SS1, robot cyber pet yang dikembangkan Olobot.
Robot ini dirancang untuk mengenali anggota keluarga, merespons suara dan ekspresi wajah, bergerak di dalam rumah, serta mempelajari rutinitas penggunanya.
Aloney menggunakan dua layar berbentuk lingkaran sebagai mata dan satu layar utama untuk menampilkan informasi serta berinteraksi dengan pengguna. Kamera 4K dengan pelacakan gerak digunakan untuk mengenali manusia dan hewan peliharaan.
Robot ini bahkan dapat secara proaktif mendekati anggota keluarga dan memulai interaksi berdasarkan situasi di sekitarnya.
Dengan bantuan AI, Aloney juga dapat mengabadikan momen keluarga dan membuat video diary singkat. Fitur pemantauan jarak jauh serta komunikasi dua arah turut tersedia.
Robot Pekerja untuk Pertanian dan Industri
Sementara itu, Burro Grande 44 dirancang sebagai platform kerja otonom untuk menangani pekerjaan berulang di pertanian, pembibitan tanaman, kawasan industri, dan berbagai aktivitas luar ruangan.
Platform tersebut menggabungkan computer vision, LiDAR, GPS, dan sistem AI untuk bergerak secara mandiri. Dengan tenaga hingga 44 horsepower, kendaraan ini mampu menarik beban hingga 6.000 pound.
Bak baja yang tersedia mampu membawa muatan hingga 1.500 pound. Empat kamera stereo, 3D LiDAR 360 derajat, serta RTK-GNSS membantu sistem memahami lingkungan dan menentukan posisi.
Dengan berbagai attachment, platform tersebut juga dapat digunakan untuk pekerjaan seperti pemotongan rumput dan penyemprotan secara otomatis.
Dapur Pintar Berbasis AI
AI juga mulai masuk ke dapur melalui One AI Chef Ultra. Sistem ini dirancang untuk mengenali bahan makanan, memahami resep, mengatur suhu, serta membantu mengotomatisasi proses memasak.
Perangkat tersebut menggabungkan kamera 12 MP, sensor termal, komputasi Nvidia Jetson Orin Nano, serta perangkat lunak AI.
Sistem ini mendukung berbagai metode memasak, mulai dari mengukus, merebus, memanggang, menggoreng, menumis, hingga stir-fry dalam ruang memasak berkapasitas 35 liter.
Teknologi tersebut juga dapat memberikan rekomendasi memasak melalui suara serta mempelajari riwayat penggunaan.
Pengguna dapat membuat profil keluarga yang berisi informasi alergi, preferensi makanan, hingga target kalori. Hal ini memperlihatkan bagaimana dapur masa depan berpotensi menjadi lebih otomatis sekaligus personal.
Drone yang Bisa Menempel pada Struktur
Di sektor inspeksi industri, Lyro T menawarkan konsep drone yang berbeda. Platform udara ini dirancang agar dapat melakukan kontak fisik terkontrol dengan permukaan struktur saat terbang.
Rotor yang dapat dimiringkan memungkinkan drone bergerak dan mempertahankan kontak dengan permukaan. Kemampuan tersebut membuatnya cocok untuk memeriksa struktur yang sulit atau berbahaya dijangkau manusia.
Lyro T dapat membawa berbagai sensor untuk pengujian non-destruktif, termasuk sensor ultrasonik, pengukuran temperatur tinggi, electromagnetic acoustic testing, pulse eddy current, pengukuran ketebalan lapisan, hingga inspeksi sistem perlindungan petir.
Drone ini memiliki bobot lepas landas maksimum 6 kilogram dengan kapasitas muatan hingga 1 kilogram dan waktu terbang sekitar 10–14 menit.
Robot Pemotong Rumput untuk Lapangan Profesional
Untuk pemeliharaan lapangan olahraga dan area rumput berukuran besar, Pudu GT7 menghadirkan sistem pemotongan rumput secara otonom.
Robot ini menggunakan sistem pemotongan triplex selebar 62 inci dan memanfaatkan RTK, LiDAR, serta kamera untuk menentukan posisi dan memahami lingkungan.
Sistem AI dapat mengenali batas area rumput, manusia, dan kendaraan. Jika menemukan hambatan, robot dapat berhenti, menunggu, atau menghindarinya.
GT7 juga dirancang mampu menghadapi medan tidak rata dan kemiringan hingga 30 derajat. Dalam kondisi tertentu, robot dapat bekerja hingga 12 jam dan mencakup area hingga 17 acre dalam sekali pengisian daya.
Eksoskeleton untuk Aktivitas Berat
Selain Hypershell Halo, Navy XOS Pro juga menawarkan eksoskeleton berbasis AI untuk membantu aktivitas seperti berjalan, berlari, menaiki tangga, hingga melewati berbagai medan.
Sensor multimodal memungkinkan sistem mengenali aktivitas pengguna dan menyesuaikan tingkat bantuan secara real time.
Sistem tersebut mendukung 10 mode gerakan, termasuk tangga, perbukitan, jalur trail, bersepeda, berlari, kerikil, dan jogging.
XOS Pro diklaim mampu menghasilkan daya puncak hingga 960 watt dan mengurangi beban fisik hingga 35 persen dalam kondisi pengujian tertentu.
Bobot bodi utamanya sekitar 1,8 kilogram, sedangkan keseluruhan perangkat sekitar 2,2 kilogram.
Robot Berkaki dan Beroda untuk Medan Sulit
Unitree Super Athlete AS2W menggabungkan kemampuan roda dengan fleksibilitas kaki robot.
Robot berkaki empat ini dirancang untuk melewati tangga, kerikil, lereng curam, dan medan tidak rata. Bobotnya sekitar 25 kilogram termasuk baterai dan kecepatannya dapat mencapai sekitar 6 meter per detik.
AS2W menggunakan 16 sendi dan mampu menghasilkan torsi maksimum hingga 95 Nm. Robot ini diklaim mampu menanjak pada kemiringan sekitar 45 derajat serta melewati rintangan hingga 80 sentimeter.
Kamera, LiDAR, GPS, dan sistem komputasi onboard memungkinkan robot digunakan untuk berbagai aplikasi seperti eksplorasi, inspeksi, dan logistik.
Robot Pengantar Makanan Mulai Beroperasi
Serve Robotics membawa kendaraan otonom ke lingkungan perkotaan melalui robot pengantar makanan dan paket berukuran kecil.
Platform generasi ketiga perusahaan tersebut menggunakan teknologi otonomi Level 4, sensor onboard, komputasi Nvidia Jetson Orin, konektivitas redundan, serta baterai yang dirancang untuk penggunaan sepanjang hari.
Robot dapat melaju hingga sekitar 11 mph dan memiliki kompartemen kargo berkapasitas hingga 15 galon, termasuk ruang untuk empat kotak pizza berukuran 16 inci.
Kamera, LiDAR, pemetaan, dan komputer onboard membantu robot memahami lingkungan, menghindari hambatan, serta bernavigasi di sekitar pejalan kaki.
Teknologi ini menunjukkan bahwa robot otonom mulai bergerak dari tahap demonstrasi menuju penggunaan komersial untuk kebutuhan logistik jarak pendek.
Truk Tanpa Pengemudi untuk Angkutan Jarak Jauh
Di sektor transportasi berat, Kodiak Robotics mengembangkan teknologi truk tanpa pengemudi menggunakan sistem Kodiak Driver.
Teknologi tersebut mengandalkan AI, kamera, LiDAR, radar, dan berbagai sensor untuk memahami jalan, lalu lintas, serta kondisi yang berubah selama perjalanan.
Kodiak melaporkan telah memiliki puluhan truk tanpa pengemudi yang digunakan secara komersial dan puluhan ribu jam operasi berbayar.
Perusahaan juga telah mendemonstrasikan pengangkutan barang menggunakan kombinasi tiga trailer dengan panjang keseluruhan sekitar 50 meter.
Pada April 2026, truk Kodiak mulai digunakan untuk mengangkut barang secara otonom dalam rute antara Dallas dan Houston.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi kendaraan tanpa pengemudi mulai memasuki aktivitas logistik nyata, bukan hanya pengujian di lingkungan tertutup.
Robot Humanoid Galbot ET1
Galbot ET1 menjadi salah satu contoh lain dari perkembangan embodied AI. Robot humanoid berukuran kompak ini memiliki tinggi sekitar 1,25 meter dan bobot sekitar 32 kilogram dengan baterai.
ET1 dirancang untuk melihat, berpikir, dan bertindak di dunia nyata. Robot ini menggunakan model fondasi gerakan berbasis transformer dengan sekitar 100 juta parameter untuk menghasilkan gerakan yang stabil dan menyerupai manusia.
ET1 juga dapat mempelajari keterampilan gerakan baru melalui interaksi langsung dengan manusia.
Robot tersebut ditujukan untuk berbagai penggunaan, termasuk taman hiburan, pameran, toko, dan pertunjukan langsung. Kemampuannya mencakup menyambut pengunjung, berinteraksi dengan pelanggan, menari, hingga tampil dalam pertunjukan hiburan.
Robot Pengangkat untuk Logistik
Camello Plus Lifter membawa robot mobile otonom ke tahap berikutnya dengan menggabungkan kemampuan bergerak, mengantar, mengangkat, dan mengambil benda.
Platform ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti logistik, layanan kesehatan, keamanan, serta pengelolaan material.
Sistem navigasi berbasis AI, pemetaan, sensor, dan deteksi hambatan secara real time membantu robot bergerak di lingkungan dalam maupun luar ruangan.
Platform tersebut memiliki kapasitas angkut hingga 85 kilogram, kecepatan maksimum sekitar 8 km/jam, serta waktu operasi hingga 10 jam.
Dengan kemampuan menggabungkan mobilitas dan aktivitas fisik, robot ini berpotensi menjadi asisten untuk berbagai pekerjaan rutin di lingkungan industri.
Traktor Otonom untuk Pertanian Skala Besar
Perkembangan AI juga merambah sektor pertanian melalui AgXeed AgBot T2.7, traktor otonom yang dirancang untuk pekerjaan pertanian skala besar.
Mesin ini menggabungkan tenaga traktor konvensional dengan sistem penggerak berbasis track untuk mengurangi dampak terhadap tanah.
AgBot T2.7 menggunakan powertrain diesel-electric 230 horsepower dan dapat dioperasikan secara otonom melalui platform digital yang memungkinkan pekerjaan direncanakan, dipantau, serta didokumentasikan.
Traktor ini memiliki kapasitas angkat belakang hingga 9 ton dan output hidrolik hingga 170 liter per menit.
Sistem LiDAR, kamera, teknologi keselamatan, kontrol melalui aplikasi, serta konektivitas ISOBUS/TIM mendukung kemampuan operasional tanpa pengemudi.
Mesin ini dapat menggunakan berbagai peralatan pertanian standar untuk pekerjaan seperti persiapan tanah, penanaman, budidaya, pemotongan rumput, hingga perawatan padang rumput.
Demonstrasi di lapangan menunjukkan kemampuan melakukan penanaman kentang sekitar 22 hektare per hari dan pengujian lain yang mencakup 80 hektare dalam waktu 20 jam.
AI Mulai Memiliki Tubuh
Berbagai teknologi tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam perkembangan kecerdasan buatan. AI tidak lagi hanya hadir dalam bentuk chatbot, aplikasi, atau perangkat lunak, tetapi mulai memiliki tubuh dan kemampuan untuk berinteraksi langsung dengan dunia fisik.
Robot humanoid dapat berkomunikasi dengan manusia, eksoskeleton membantu pergerakan, robot pengantar menjalankan logistik, kendaraan bawah laut melakukan misi berbahaya, sementara traktor dan mesin pertanian dapat bekerja secara mandiri di lapangan.
Perkembangan ini menandai munculnya era physical AI atau AI fisik, ketika kecerdasan buatan tidak hanya memberikan jawaban melalui layar, tetapi mampu melihat lingkungan, memahami kondisi, mengambil keputusan, dan melakukan tindakan secara langsung.
Jika perkembangan teknologi tersebut terus berlanjut, robot dan mesin otonom berpotensi menjadi bagian semakin besar dari kehidupan sehari-hari, dunia kerja, industri, transportasi, hingga pertanian.
Artikel Terkait
Baim Wong Bersyukur Film Semua Akan Baik-Baik Saja Raih Empat Nominasi Cinemag Magz
Chemistry Antarpemain Kuat, Denny Weller Ungkap Keseruan Syuting Sinetron "Wajah Cinta Yang Lain"
GMC Future Luxury Double-Decker 2028, Motorhome Dua Lantai dengan Kemewahan Bak Hotel Bintang Lima
Jembatan Danjiang Taiwan Resmi Dibuka, Hadir dengan Desain Ikonik dan Teknologi 3D