• Minggu, 13/09/2026

Master Limbad Tampilkan Karya Lukisan Bertema “Genggaman Kebenaran”

- Sabtu, 12/09/2026

Citraselebriti — Pesulap sekaligus entertainer Master Limbad menunjukkan sisi lain dirinya melalui karya seni lukis. Dikenal dengan penampilan dan aksi ekstrem yang kerap ditampilkan di layar kaca, Master Limbad kini menuangkan ekspresi dan pemikirannya melalui sebuah lukisan dalam pameran After Earth: The Gate of Eternity.

Pameran tersebut digelar di Balai Budaya Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026). Dalam kesempatan itu, Daus Mini hadir mendampingi Master Limbad sekaligus mewakili sang pesulap yang dikenal dengan karakter pendiamnya.

Dengan gaya khasnya, Daus sempat bergurau mengenai sosok Master Limbad yang hampir tidak pernah berbicara di hadapan publik.

“Biasanya burungnya Master itu enggak bisa ngomong, cuma plang-plongot kanan kiri. Kali ini burungnya lagi enggak ada, digantiin saya datang,” ujar Daus Mini .

Daus kemudian menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan pameran tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat melihat sejumlah karya yang dipamerkan dan menemukan salah satunya merupakan lukisan karya Master Limbad.

Menurut Daus, karya tersebut memperlihatkan sisi berbeda dari Master Limbad. Selama ini, publik lebih mengenal Master Limbad melalui aksi-aksi ekstremnya di televisi, seperti dilindas mobil hingga melakukan atraksi yang berhubungan dengan benda-benda berbahaya.

“Kalau kita lihat penampilan beliau di televisi, atraksinya yang seram-seram. Dilindas mobil, makan paku dan macam-macam. Tapi kali ini beliau menunjukkan ekspresi yang ada di dalam hatinya, dituangkan melalui seni lukisnya,” kata Daus.

Lukisan karya Master Limbad yang dipamerkan dalam acara tersebut berjudul “Genggaman Kebenaran”. Karya berukuran 100 x 120 sentimeter itu dibuat menggunakan media cat minyak di atas kanvas dan dikerjakan Master Limbad dalam waktu sekitar satu minggu.

Lukisan tersebut menampilkan gambaran kitab suci Al Quran dalam genggaman sebagai simbol pedoman, cahaya, dan keyakinan yang menjadi penuntun manusia dalam menjalani kehidupan.

Dalam deskripsi karyanya, “Genggaman Kebenaran” menggambarkan pergulatan manusia dalam mencari sekaligus mempertahankan kebenaran di tengah berbagai persoalan kehidupan. Ledakan warna, goresan yang liar, serta tekstur penuh energi menjadi representasi dari godaan, konflik, dan gejolak dunia yang dapat mengaburkan arah kehidupan manusia.

Di tengah berbagai kekacauan tersebut, kebenaran digambarkan tetap hadir sebagai cahaya yang harus dijaga. Melalui karya ini, Master Limbad ingin menyampaikan pesan agar manusia tidak hanya mengetahui kebenaran, tetapi juga mampu menggenggamnya dengan iman, keberanian, dan keteguhan hati.

Lukisan “Genggaman Kebenaran” tercatat sebagai karya tahun 2026 dan ditawarkan dengan harga Rp171 juta.

Limbad  menilai karya tersebut menjadi bukti bahwa seni memiliki ruang yang sangat luas. Menurutnya, seni tidak hanya hadir melalui akting, pertunjukan televisi, lenong, maupun panggung sandiwara, tetapi juga dapat dituangkan melalui lukisan.

“Seni itu bukan cuma di televisi, akting. Seni itu bukan cuma di lenong, bukan cuma di panggung sandiwara, tapi di sini juga bagian dari seni, yaitu seni lukis,” tutur Limbad.

Limbad pun memberikan ucapan selamat dan berharap pameran After Earth: The Gate of Eternitydapat berjalan sukses serta memberikan ruang bagi para seniman untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Di tengah acara, karakter Master Limbad yang tetap minim bicara juga menjadi bahan candaan Daus. Ketika diajak berkomunikasi, Master Limbad lebih banyak memberikan respons melalui anggukan dan ekspresi khasnya.

“Pokoknya sekali lagi selamat dan sukses selalu buat After Earth. Selamat dan mohon maaf,” ujar Daus.

Tags

Artikel Terkait

Terkini