• Jum'at, 16/10/2026

Måneskin Hadirkan “Call Me Sinner”, Lagu tentang Cinta Penuh Gairah dan Pemberontakan

- Kamis, 15/10/2026

Citraselebriti — Band rock asal Italia, Måneskin, dikenal dengan karakter musik yang enerjik, vokal ekspresif, serta lirik yang mengangkat tema kebebasan dan hubungan penuh gejolak. Lagu berjudul Call Me Sinner menggambarkan hubungan dua orang yang dipenuhi ketertarikan, godaan, dan sikap saling menantang.

Melalui liriknya, lagu ini menceritakan hubungan yang tidak berjalan dengan tenang. Kedua sosok di dalamnya justru menikmati ketegangan, pertengkaran kecil, dan daya tarik yang membuat mereka terus kembali satu sama lain.

Pada bagian awal, terdengar lirik, “You want trouble? Come get it.” Kalimat tersebut menjadi pembuka yang menggambarkan sikap berani dan menantang, seolah tokoh dalam lagu tidak berusaha menghindari masalah, melainkan justru mengundang lawan bicaranya untuk terlibat.

Lirik berikutnya menggambarkan kedekatan yang bercampur dengan sikap saling mengejek. Ada gambaran tentang jaket yang dikenakan seperti mahkota, rokok yang diambil, hingga ciuman yang berujung pada pertengkaran.

Hubungan tersebut juga mendapat penolakan dari lingkungan sekitar. Teman-teman salah satu tokoh menganggap pasangannya berbahaya, sementara orang tua tidak menyukai sosok yang menjalin hubungan dengannya. Namun, penilaian orang lain tidak menjadi penghalang ketika keduanya berada bersama.

Ketertarikan yang Berubah Menjadi Permainan Emosi

Bagian reff menjadi inti lagu melalui pengulangan frasa “Call me sinner”. Istilah tersebut secara harfiah berarti “sebut aku pendosa”, tetapi dalam konteks lirik, ungkapan itu dapat dimaknai sebagai sikap menerima citra buruk sekaligus menantang penilaian orang lain.

Lagu ini juga menampilkan gambaran hubungan yang intens melalui lirik tentang lipstik merah, ciuman, dan pertengkaran yang justru menjadi bagian dari daya tarik di antara kedua tokohnya.

Pada bagian lain, terdengar dialog, “You say behave, I say make me” dan “You say stay, I say take me.” Percakapan tersebut memperlihatkan dinamika saling menantang, dengan kedua tokoh berusaha mengambil kendali dalam hubungan mereka.

Nuansa pemberontakan semakin terasa ketika tokoh dalam lagu menolak bersikap manis atau memikirkan konsekuensi dari tindakan mereka. Ketertarikan digambarkan sebagai sesuatu yang spontan, penuh keberanian, dan sulit dikendalikan.

Call Me Sinner, Måneskin mengangkat sisi hubungan asmara yang tidak selalu romantis dalam pengertian konvensional. Lagu ini menggambarkan gairah, konflik, dan keinginan untuk menjalani hubungan tanpa terlalu memedulikan penilaian orang lain.

Tags

Artikel Terkait

Terkini