Citraselebriti — Penyanyi dan penulis lagu keturunan Tiongkok-Amerika, Emei, kembali merilis karya terbaru melalui EP berisi dua lagu bertajuk Night At The Opera: Intermission. Dirilis pada 27 Oktober 2026, proyek ini hadir melalui kolaborasi Atlantic Records dan Nice Life Records, label milik produser peraih penghargaan GRAMMY®, Ricky Reed.
EP tersebut menghadirkan single utama “Regularly Scheduled Program”, lagu dengan energi eksplosif yang memadukan alternative pop, sentuhan teatrikal, humor, serta lirik lugas tentang pengalaman menghadapi kembali masalah dari masa lalu.
Sebelum dirilis secara resmi, Emei telah membawakan lagu tersebut dalam rangkaian tur dan mendapat sambutan meriah dari para penggemarnya.
“Regularly Scheduled Program” dibuka dengan aransemen string dinamis dan petikan harpa yang terdistorsi. Vokal Emei yang terdengar ceria berpadu dengan lirik penuh kekesalan, menggambarkan perasaan ketika seseorang yang pernah menyakiti kembali hadir dalam kehidupan.
Seiring perkembangannya, lagu ini beralih ke nuansa distorsi elektronik dan gebukan drum yang intens. Perubahan aransemen tersebut memperkuat luapan frustrasi yang menjadi inti cerita lagu, yakni ketika seseorang merasa telah berhasil melangkah maju, tetapi justru kembali menghadapi persoalan yang sama.
Emei mengungkapkan bahwa lagu tersebut menggambarkan perasaan saat kehidupan yang semula berjalan baik-baik saja kembali diwarnai masalah yang dianggap telah selesai.
“Aku suka banget sama lagu ini! Lagu ini bercerita tentang perasaan ketika kita akhirnya merasa sudah bisa melangkah maju dan semuanya berjalan baik-baik saja, sampai hidup tiba-tiba datang dan berkata, ‘Ternyata belum! Kirain sudah selesai!’” ujar Emei.
Ia menjelaskan, lagu tersebut juga mengangkat pengalaman ketika seseorang kembali berhadapan dengan orang-orang dari masa lalu yang pernah menyakitinya. Beberapa lirik bahkan diambil langsung dari jurnal pribadinya, sementara bagian lainnya terinspirasi adegan yang terasa seperti film Disney dengan sentuhan absurd.
Emei mengaku tidak sabar membagikan versi studio lagu tersebut setelah melihat respons positif penonton saat membawakannya secara langsung.
“Aku pertama kali memperkenalkan lagu ini saat tur, dan penonton langsung bersorak karena rasanya memang jauh lebih kuat ketika dibawakan secara langsung! Aku nggak sabar akhirnya bisa membagikan versi studio lagu ini kepada para penggemarku agar mereka bisa ikut menikmati dan bernyanyi bersama,” katanya.
Perluas Kiprah Lewat Soundtrack Film Netflix
Sebelum merilis “Regularly Scheduled Program”, Emei telah memberikan gambaran mengenai proyek EP dua lagu tersebut melalui single “Molly”, yang kini mencatat hampir satu juta streaming di berbagai platform. Perilisan itu turut mengiringi pertumbuhan jumlah pendengar bulanan Emei di Spotify hingga mendekati dua juta.
Selain mengembangkan karya solonya, Emei juga memperluas kiprahnya di dunia perfilman melalui lagu “The Understudy”, yang ditulisnya untuk Steps (Soundtrack from the Netflix Film). Soundtrack tersebut dijadwalkan rilis pada 20 November 2026.
Album soundtrack itu akan memuat empat lagu orisinal yang ditulis dan diproduseri nomine GRAMMY®, Justin Tranter. Proyek ini juga melibatkan vokal tambahan dari nomine Academy Awards®, Amanda Seyfried, serta Rose Gray dan Emei. Sementara itu, musik film digarap oleh Kris Bowers, peraih Academy Award® yang dikenal melalui karyanya untuk serial Bridgerton.
Bagi Emei, keterlibatan dalam proyek tersebut menjadi pengalaman istimewa karena kecintaannya terhadap teater dan animasi sejak kecil.
Ia mengaku merasa seperti mewujudkan impian ketika mendapat kesempatan menulis lagu untuk film Steps. Lagu “The Understudy” juga memiliki kedekatan personal karena mengangkat perasaan kurang dihargai dan disalahpahami, pengalaman yang menurutnya memiliki kesamaan dengan karakter Lilith.
“‘Understudy’ punya tempat yang spesial bagiku karena sepanjang hidup, aku sering merasa kurang dilihat dan disalahpahami, sama seperti Lilith!” ungkapnya.
Emei juga merasa senang dapat memasukkan referensi istilah dunia teater ke dalam lagu tersebut. Ia menyebut proses pengerjaannya bersama Justin Tranter dan tim sebagai pengalaman yang memberinya kebebasan untuk mengekspresikan diri.
Menurutnya, bagian teriakan di penghujung lagu menjadi salah satu momen vokal favoritnya. Emei pun menantikan saat lagu tersebut hadir secara utuh dalam film.
Perkuat Identitas Alternative Pop
Perilisan Night At The Opera: Intermission melanjutkan momentum positif Emei setelah EP sebelumnya, Night At The Opera, mendapat perhatian dari sejumlah media, termasuk Variety, OnesToWatch, dan Billboard.
Namanya mulai dikenal lebih luas melalui lagu “Scatterbrain”, yang telah mengumpulkan lebih dari 100 juta streaming secara kumulatif.
Dengan karakter alternative pop yang khas, pendekatan musikal teatrikal, serta keterlibatan dalam proyek soundtrack film, Emei terus mengembangkan perjalanan kariernya di industri musik. Melalui karya-karya terbarunya, ia menghadirkan perpaduan cerita personal, melodi yang mudah diingat, dan eksplorasi musikal yang memperkuat identitasnya di ranah pop.
Artikel Terkait
Ruben Onsu Tegaskan Cicilan Rumah dengan Sarwendah Harus Ditanggung Bersama
Percy Jackson & The Olympians Season 3 Hadirkan Ancaman Perang Dewa dan Titan
Jaenudin: Sarwendah Tolak Tawaran Lunasi Cicilan Rumah, Mediasi Gugatan Wanprestasi Berlanjut 10 November
Amanda Manopo Kembali Bintangi Series Pay Later 2, Ungkap Pengalaman Syuting di Atap Gedung