Citraselebriti — Kris Dayanti berhasil meraih kemenangan dalam kompetisi wushu di Singapura. Prestasi tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi perempuan yang akrab disapa Mimi itu, mengingat dirinya baru menekuni seni bela diri tersebut ketika usianya tidak lagi muda.
Mimi mengaku awalnya menjadikan wushu sebagai hobi. Namun, ketertarikannya terhadap olahraga bela diri asal Tiongkok itu semakin berkembang hingga mendorongnya untuk mengikuti berbagai kompetisi.
Sebelum memutuskan terjun ke kompetisi, Kris Dayanti terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan kepadatan tulang. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi fisiknya mampu mengikuti olahraga yang memiliki risiko cedera tersebut.
“Saya bertemu dengan dokter Profesor Nicholas, ahli bone density, untuk memeriksa tulang dan lain-lain. Apakah di usia saya ini masih punya kemampuan untuk berkompetisi? Walaupun tidak fighting, tetapi tetap ada kemungkinan cedera,” ujar Kris Dayanti saat ditemui di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Setelah memastikan kondisi kesehatannya, Mimi mempersiapkan diri dengan doa, restu keluarga, serta latihan secara konsisten.
Ia menjelaskan, dalam kompetisi wushu terdapat kategori veteran yang disesuaikan dengan kelompok usia peserta. Dengan demikian, dirinya tetap bisa berkompetisi secara serius sesuai kapasitas dan kemampuan fisik.
Untuk mempersiapkan pertandingan, Kris Dayanti mengaku harus menjalani latihan cukup berat. Dalam satu sesi, ia berlatih selama dua jam penuh di sasana dengan frekuensi hingga empat kali dalam seminggu.
“Kalau mau bertanding, kita masuk ke sasana. Di sana latihan dua jam penuh. Kalau mau tanding, bisa seminggu empat kali,” tuturnya.
Ketertarikan Mimi terhadap wushu bermula ketika pandemi Covid-19 pada 2021. Saat itu, ia masih menjadi anggota DPR dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Ia tetap menjalani latihan meski belum memiliki target untuk mengikuti kompetisi.
Kesempatan bertanding datang pada 2025 ketika dirinya mendapat undangan mengikuti kompetisi di Meishan, China. Meski harus bersaing dengan mantan atlet, Mimi tidak menyangka berhasil meraih medali perak pertamanya.
Menurutnya, wushu memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan seni bela diri, kelenturan, ketegasan, dan keindahan gerakan.
“Wushu itu seni bela diri. Saya pikir masih ada art-nya di situ. Selain gerakan yang sudah memiliki patron dari Tiongkok, kita juga melatih memori untuk menghafalkan gerakan-gerakannya,” jelasnya.
Ia juga menyukai unsur estetika dalam wushu yang memungkinkan atlet tampil anggun dengan kostum, riasan wajah, hingga properti seperti kipas.
Di balik penampilannya yang terlihat indah, Mimi menegaskan bahwa wushu membutuhkan kedisiplinan dan ketahanan fisik yang tidak ringan.
Baginya, manfaat terbesar yang dirasakan bukan sekadar kesehatan, melainkan peningkatan daya tahan tubuh (endurance) dan kedisiplinan.
“Sebagai atlet, kemampuan disiplin terus dilatih. Walaupun mereka hanya tampil satu menit setengah, latihannya tetap keras, bisa dua jam penuh. Dalam olahraga tidak ada abu-abu, menang atau kalah. Kalau menang dipertahankan, kalau kalah diperbaiki,” ungkapnya.
Mimi berharap pengalamannya menekuni wushu dapat menginspirasi perempuan lain agar tidak ragu memulai olahraga, meskipun usia tidak lagi muda.
“Enggak ada kata terlambat untuk melatih diri berolahraga. Apalagi olahraganya serius,” katanya.
Artikel Terkait
Anggika Bolsterli Kembali ke Layar Kaca Lewat Sinetron Kesetiaan SCTV, Tantang Diri Perankan Sosok Dekan
Kris Dayanti Menang Wushu di Singapura, Mimi Tegaskan Tak Ada Kata Terlambat untuk Berolahraga
Lesti Kejora Cerita Rahasia Menjaga Bentuk Tubuh Usai Melahirkan, Rutin Muay Thai dan Jaga Pola Makan
Cardi B Ungkap Nama Putra Pertamanya dari Stefon Diggs, Grey Marsean Diggs