Citraselebriti — Kisah horor yang sebelumnya dikenal melalui kanal YouTube Lentera Malam kini diangkat ke layar lebar. Berjudul Putri Jangan Gentayangan Lagi, film produksi MVP Pictures tersebut siap membawa kisah mistis Mak Eli dan keluarganya ke bioskop Indonesia.
Kisah yang menjadi sumber cerita film ini sebelumnya telah disaksikan lebih dari 25 juta kali di kanal YouTube Lentera Malam. Berawal dari pengalaman horor yang diceritakan dalam salah satu episode Lentera Malam, cerita tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah karya film layar lebar.
Menandai langkah awal terornya di bioskop, MVP Pictures resmi merilis Official Trailer Putri Jangan Gentayangan Lagi pada 18 September 2026. Trailer tersebut memperlihatkan sejumlah potongan adegan yang menggambarkan trauma, gangguan supranatural, hingga tragedi kelam yang dialami keluarga Mak Eli.
Film ini disutradarai oleh Rizal Mantovani, yang dikenal lewat sejumlah karya bergenre horor. Dalam Putri Jangan Gentayangan Lagi, Rizal memadukan teror supranatural dengan kisah emosional mengenai keluarga, kehilangan, serta ikatan yang tetap bertahan meski seseorang telah pergi.
Melalui trailer, penonton diajak melihat gambaran awal teror mistis yang dialami keluarga Mak Eli dan Alana. Kisah yang sebelumnya hanya disampaikan melalui narasi audio dalam podcast Lentera Malam kini diterjemahkan menjadi pengalaman visual dengan atmosfer yang lebih sinematik.
Rizal Mantovani mengatakan, kekuatan cerita Putri Jangan Gentayangan Lagi tidak hanya terletak pada unsur horornya. Menurutnya, hubungan keluarga dan rasa kehilangan menjadi bagian penting yang membuat cerita tersebut memiliki sisi emosional.
“Yang menarik dari kisah Putri bukan hanya terornya, tetapi ada cerita keluarga dan rasa kehilangan yang sangat kuat. Saya ingin penonton tidak hanya merasa takut, tetapi juga merasakan hubungan emosional antara Putri dan keluarganya. Horornya terasa dekat, karena berangkat dari sebuah keluarga yang ditinggalkan,” ujar Rizal Mantovani.
Rizal juga menjelaskan proses adaptasi cerita dari format audio menuju layar lebar. Menurutnya, tim produksi berusaha mempertahankan esensi pengalaman Mak Eli yang menjadi sumber cerita, sekaligus mengembangkan berbagai elemen visual untuk memberikan pengalaman berbeda kepada penonton bioskop.
“Kami mencoba membawa cerita yang sebelumnya hanya didengar dan dibayangkan oleh jutaan penonton Lentera Malam menjadi sebuah dunia yang benar-benar bisa mereka lihat dan rasakan,” kata Rizal.
Ia menambahkan, sejumlah detail atmosfer, visual, serta adegan teror dikembangkan secara khusus untuk kebutuhan layar lebar.
“Ada banyak detail atmosfer, visual, dan teror yang kami kembangkan untuk layar lebar, tetapi kami tetap menjaga esensi dari pengalaman Mak Eli yang menjadi awal dari kisah ini,” lanjutnya.
Putri Jangan Gentayangan Lagi tidak hanya mengandalkan kemunculan gangguan supranatural. Film ini juga mengeksplorasi hubungan emosional sebuah keluarga setelah kehilangan orang yang mereka cintai.
Di balik berbagai kejadian menyeramkan yang dialami para karakter, terdapat cerita mengenai kehilangan, rasa cinta, dan ikatan keluarga. Film ini juga membawa pertanyaan mengenai alasan seseorang yang telah meninggal masih seolah belum benar-benar meninggalkan keluarganya.
Kisah Putri Jangan Gentayangan Lagi pertama kali dikenal publik melalui salah satu episode Lentera Malam. Pengalaman Mak Eli dalam episode tersebut kemudian menarik perhatian jutaan penonton karena rangkaian kejadian mistis yang diceritakan secara langsung oleh sosok yang mengaku mengalami sendiri peristiwa tersebut.
Episode tersebut kemudian menjadi salah satu kisah yang banyak diperbincangkan di kalangan penonton Lentera Malam. Hingga kini, episode yang menjadi sumber cerita Putri Jangan Gentayangan Lagi telah mencatat lebih dari 25 juta views.
Salah satu podcaster Lentera Malam, Jamal, menyebut kisah tersebut sebagai salah satu cerita yang membekas bagi tim Lentera Malam. Selain menghadirkan pengalaman horor, cerita tersebut dinilai memiliki lapisan emosional yang berkaitan dengan sebuah keluarga yang kehilangan salah satu anggota mereka.
Kini, kisah tersebut mendapatkan sentuhan baru melalui layar lebar. Dengan dukungan visual, atmosfer, serta teror yang dikembangkan untuk pengalaman bioskop, Putri Jangan Gentayangan Lagi mengajak penonton menyelami kembali kisah Mak Eli dan keluarganya.
Pertanyaan mengenai siapa Putri dan mengapa sosok tersebut masih gentayangan menjadi bagian dari misteri yang akan terungkap melalui film garapan Rizal Mantovani tersebut.
Putri Jangan Gentayangan Lagi dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.