Citraselebriti — Pengacara Sunan Kalijaga bersama pengacara Chris Sam Siwu memberikan klarifikasi terkait pertemuan mereka yang belakangan dikaitkan dengan konflik hukum Ruben Onsu dan Sarwendah.
Klarifikasi tersebut disampaikan dalam jumpa pers di kawasan Senayan City, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). Keduanya menegaskan bahwa pertemuan yang berlangsung beberapa waktu lalu merupakan pertemuan antar sahabat dan tidak memiliki agenda khusus untuk membahas perkara Ruben Onsu dan Sarwendah.
Sunan Kalijaga menjelaskan bahwa dirinya dan Chris Sam Siwu telah bersahabat sejak 2012. Keduanya sama-sama tergabung dalam organisasi Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI), dengan Sunan menjabat sebagai ketua umum dan Chris sebagai wakil sekretaris.
“Saya dengan Bang Cris Sam Siwu ini adalah sahabat. Kami dari 2012 berjuang sama-sama dalam organisasi Himpunan Advokat Muda Indonesia. Saya ketua umum, beliau wakil sekjen pada saat itu,” ujar Sunan.
Menurut Sunan, pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah rekan lainnya, termasuk John LBF dan Agustinus Nahak. Pertemuan itu disebut hanya untuk menjaga hubungan pertemanan dan bersilaturahmi.
Sunan membantah adanya agenda khusus yang mempertemukan dirinya dengan Chris Sam Siwu untuk membicarakan perkara Ruben Onsu dan Sarwendah.
“Jadi kita ngobrol ngalur ngidul. Akhirnya kita bicaralah, lu lagi nanganin apa? Seperti yang dilihat di media ada kasus ini. Itu lalu kita juga berbicara dengan satu tujuan,” katanya.
Sunan mengatakan dirinya justru berharap persoalan antara Ruben Onsu dan Sarwendah dapat diselesaikan dengan cara yang lebih baik, mengingat keduanya memiliki anak.
“Saya pribadi berpikir karena kawan saya Ruben dan Sarwendah memang memiliki buah hati. Alangkah baiknya kalau segala sesuatunya bisa duduk bersama, dibicarakan. Ini kan bukan musuh, bukan orang yang enggak kenal,” tutur Sunan.
Ia juga mengaku sempat menyampaikan kepada Chris agar kedua pihak dapat duduk bersama untuk mencari jalan keluar, terutama demi kepentingan anak-anak.
“Saya coba ngomong, ‘Bro, emang enggak bisa didudukin bareng?’ Saya bilang sampai gaduh, saling serang, saling buka aib. Ingat loh, di sini ada anak-anak,” ucapnya.
Sementara itu, Chris Sam Siwu membantah narasi yang menyebut dirinya datang menemui Sunan Kalijaga untuk meminta arahan terkait perkara yang tengah ditanganinya.
Chris kembali menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan Sunan merupakan hubungan pertemanan yang telah terjalin selama belasan tahun.
“Kalau ada pihak yang menyampaikan bahwa Bang Kris datang menemui, meminta arahan, itu orang yang enggak benar. Sudah pasti saya bilang itu orang enggak benar,” ujar Chris.
Menurut Chris, pertemuannya dengan Sunan dan John LBF berlangsung murni dalam konteks pertemanan. Ia menegaskan tidak ada pembahasan khusus mengenai materi perkara Ruben Onsu dan Sarwendah.
“Pertemuan saya dengan Bro Sunan, dengan Bro John LBF, dengan Bang Sunan, Bang John LBF itu semua murni perkawanan, tidak berbicara khusus perkara,” katanya.
Chris juga menjelaskan bahwa Sunan bukan merupakan kuasa hukum Ruben Onsu dalam perkara tersebut. Karena itu, menurutnya, pertemuan tersebut tidak dapat diartikan sebagai bagian dari upaya hukum ataupun agenda perdamaian resmi.
Chris menyebut tujuan pembicaraan lebih kepada keprihatinan terhadap kegaduhan yang terjadi di ruang publik. Ia berharap persoalan yang sedang berjalan dapat diselesaikan melalui proses hukum tanpa saling menyerang, termasuk di antara para pendukung kedua pihak.
“Kegaduhan ini bukan untuk mendamaikan langsung di tempat. Tidak ada agenda apa pun. Hanya kegaduhan itu membuat lebih baik semua diselesaikan di persidangan, tidak perlu saling menyerang, termasuk para pendukungnya,” ujar Chris.
Chris kemudian menyinggung sejumlah narasi di media sosial yang menurutnya tidak sesuai fakta. Ia secara khusus meminta salah satu akun media sosial yang disebutnya sebagai akun Dokter Cinta Richard untuk menghapus konten yang dianggap menyerangnya secara personal.
“Saya peringatkan kepada akun yang menyerang saya secara personal untuk men-take down 1 x 24 jam dan meminta maaf,” katanya.
Chris mengatakan dirinya masih memberikan kesempatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik. Namun, apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi, ia menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum.
“Saya sebagai muslim, kita sebagai muslim pasti tetap mengedepankan kesempatan orang untuk saling memaafkan. Enggak main ditahan LP. Tapi bila kesempatan tidak dipergunakan, saya akan menggunakan hak hukum kami sebagai seorang lawyer, sebagai seorang pribadi yang diserang,” tutur Chris.
Sunan dan Chris sama-sama menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan agenda khusus untuk mengatur atau memengaruhi proses hukum Ruben Onsu dan Sarwendah. Keduanya menyebut kepentingan anak menjadi salah satu alasan mereka berharap kegaduhan di ruang publik dapat diredam.