Citratravel.com – China memiliki beragam destinasi wisata yang menawarkan pemandangan luar biasa. Sejumlah tempat bahkan terlihat seperti berasal dari dunia fantasi karena perpaduan antara bentang alam ekstrem, bangunan bersejarah, serta hasil rekayasa manusia.
Mulai dari kuil yang menempel di tebing curam, jalan yang menembus pegunungan, hingga kota yang dibangun di antara dua gunung, berbagai destinasi tersebut menunjukkan bagaimana manusia beradaptasi dengan kondisi geografis selama ratusan hingga ribuan tahun.
Berikut 15 destinasi di China yang memiliki pemandangan seolah menantang logika.
1. Hanging Temple
Hanging Temple atau Xuankong Temple berada di tebing curam Provinsi Shanxi. Kompleks bangunan ini tampak menggantung ratusan kaki di atas lembah sehingga dari kejauhan terlihat seolah hanya ditopang tiang-tiang kayu.
Dibangun sekitar 1.500 tahun lalu pada masa Dinasti Wei Utara, kuil tersebut bertahan menghadapi berbagai kondisi alam. Struktur bangunannya tidak hanya mengandalkan tiang yang terlihat dari luar, tetapi juga ditambatkan ke dalam batu gunung.
Keunikan lainnya adalah keberadaan tiga tradisi keagamaan dalam satu kompleks, yakni Buddhisme, Taoisme, dan Konfusianisme.
2. Guoliang Tunnel
Guoliang Tunnel menjadi bukti ketekunan masyarakat dalam menghadapi kondisi geografis yang sulit. Desa Guoliang di Provinsi Henan dahulu hanya dapat dicapai melalui tangga batu berbahaya di sisi gunung.
Pada 1972, sejumlah warga desa mulai membuat terowongan dengan peralatan sederhana. Mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memotong batu dan membuka akses jalan langsung melalui tebing.
Terowongan tersebut kemudian berkembang menjadi jalan pegunungan dengan sejumlah bukaan seperti jendela yang memberikan pemandangan langsung ke lembah.
3. Tianmen Mountain
Tianmen Mountain di Provinsi Hunan dikenal dengan jalan pegunungan yang memiliki 99 tikungan tajam. Jalan tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri sebelum wisatawan mencapai kawasan Tianmen Cave atau Heaven’s Gate.
Tianmen Cave merupakan lubang alami raksasa pada tebing yang terbentuk melalui proses geologi selama jutaan tahun. Wisatawan dapat mencapainya melalui kereta gantung atau menaiki 999 anak tangga.
Di kawasan pegunungan ini juga terdapat jalur kaca yang berada di sisi tebing dan menawarkan pemandangan langsung ke lembah.
4. Longji Rice Terraces
Longji Rice Terraces atau Terasering Sawah Longji di Guangxi memperlihatkan bagaimana manusia mengubah lereng pegunungan menjadi lahan pertanian produktif.
Terasering yang dikenal dengan nama Dragon’s Backbone tersebut telah berkembang selama lebih dari 700 tahun. Masyarakat Zhuang dan Yao menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan pertanian ini.
Pemandangannya berubah mengikuti musim. Saat musim semi, petak sawah dipenuhi pantulan air, sementara musim panas menghadirkan warna hijau. Ketika musim panen tiba, kawasan tersebut berubah menjadi hamparan keemasan.
5. Leshan Giant Buddha
Leshan Giant Buddha merupakan patung Buddha raksasa yang dipahat langsung pada tebing batu pasir di pertemuan tiga sungai.
Patung yang dibuat pada masa Dinasti Tang tersebut memiliki tinggi sekitar 71 meter dan menjadi salah satu karya pahatan batu keagamaan terbesar di dunia.
Pembangunannya berkaitan dengan upaya seorang biksu untuk mengurangi bahaya arus sungai yang sebelumnya kerap menimbulkan kecelakaan. Sistem drainase tersembunyi di bagian patung juga membantu mengurangi dampak air terhadap struktur batu.
6. Zhangjiajie National Forest Park
Zhangjiajie National Forest Park di Provinsi Hunan dikenal dengan ribuan pilar batu pasir kuarsa yang menjulang tinggi di antara hutan dan kabut.
Formasi tersebut terbentuk selama jutaan tahun akibat proses erosi oleh air, angin, dan perubahan geologi. Beberapa pilar menjulang ratusan meter dan menciptakan lanskap yang tampak seperti dunia lain.
Keunikan Zhangjiajie juga menarik perhatian dunia setelah lanskapnya disebut menginspirasi visual pegunungan melayang dalam film Avatar.
7. Yanjin County
Yanjin County di Provinsi Yunnan memperlihatkan bentuk perkotaan yang sangat berbeda. Wilayah permukiman berkembang di lembah sempit yang diapit pegunungan.
Karena keterbatasan lahan datar, rumah, jalan, dan bangunan bertingkat dibangun mengikuti kontur gunung. Sebagian bangunan bahkan berdiri di atas struktur penyangga di sekitar Sungai Nanxi.
Dari udara, kawasan ini terlihat seperti pita panjang yang memanjang di antara pegunungan.
8. Mount Fanjing
Mount Fanjing di Provinsi Guizhou merupakan kawasan yang memiliki nilai alam sekaligus keagamaan. Gunung ini merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO dan terkenal dengan Red Clouds Golden Summit.
Di puncaknya terdapat dua bangunan keagamaan yang berdiri di atas formasi batu kembar dan dihubungkan oleh jembatan batu.
Untuk mencapai puncak, pengunjung harus melewati ribuan anak tangga. Kawasan ini juga menjadi habitat sejumlah satwa langka, termasuk Guizhou golden monkey.
Ketika kabut menyelimuti pegunungan, bangunan di puncak terlihat seperti mengambang di atas lautan awan.
9. Hongyadong Folk Custom Scenic Area
Hongyadong di Chongqing merupakan kompleks bangunan bertingkat yang berada di tepi Sungai Jialing. Arsitekturnya mengadaptasi gaya tradisional Bayu dan berpadu dengan lanskap perkotaan modern.
Saat malam tiba, lampu dan lentera yang menghiasi bangunan membuat kawasan ini berubah menjadi salah satu pemandangan kota paling ikonik di Chongqing.
Struktur bangunan yang bertingkat juga dapat membuat pengunjung merasa berada di lantai dasar, sebelum menyadari bahwa mereka sebenarnya berada beberapa lantai di atas sungai.
10. Zhangye Danxia National Geological Park
Zhangye Danxia National Geological Park di Provinsi Gansu menghadirkan pegunungan dengan warna merah, jingga, kuning, hijau hingga keunguan.
Bentang alam tersebut terbentuk dari lapisan batu pasir kaya mineral yang mengalami proses pemadatan, pengangkatan, serta erosi selama jutaan tahun.
Warna-warna tersebut semakin mencolok ketika terkena cahaya matahari pagi atau sore, menciptakan lanskap yang terlihat seperti lukisan alami.
11. Shibaozhai Pagoda
Shibaozhai Pagoda berdiri di sisi tebing di sepanjang Sungai Yangtze. Bangunan kayu bertingkat tersebut terlihat menempel pada sebuah formasi batu besar yang dikenal sebagai Precious Stone Fortress.
Pagoda yang berkembang sejak masa Dinasti Qing tersebut memiliki 12 lantai dan menjadi salah satu landmark bersejarah di kawasan tersebut.
Ketika pembangunan Waduk Three Gorges meningkatkan permukaan air pada awal 2000-an, struktur perlindungan dibangun di sekitar bagian bawah situs untuk membantu melindunginya dari banjir permanen.
12. Great Wall of China
Tembok Besar China menjadi salah satu simbol ambisi dan kemampuan rekayasa manusia. Struktur ini membentang lebih dari 20.000 kilometer jika seluruh bagian dan cabang yang diketahui diperhitungkan.
Tembok tersebut bukan satu bangunan yang dibuat sekaligus, melainkan jaringan benteng yang dibangun dan diperluas oleh berbagai dinasti selama berabad-abad.
Selain berfungsi sebagai pertahanan, sistem Tembok Besar juga mendukung komunikasi, pengawasan perbatasan, dan pergerakan di wilayah kekaisaran.
Meski kerap muncul mitos bahwa Tembok Besar dapat terlihat dari Bulan dengan mata telanjang, klaim tersebut tidak benar.
13. Jiuzhaigou Valley National Park
Valley di Provinsi Sichuan dikenal dengan danau berwarna biru kehijauan, air terjun, serta hutan pegunungan.
Kawasan yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO ini memiliki lanskap yang dibentuk oleh aktivitas glasial, gempa bumi, serta proses geologi pada batuan kapur.
Kandungan mineral dan kejernihan air menciptakan warna biru dan hijau yang sangat mencolok. Pemandangannya juga berubah mengikuti musim, dari hutan berwarna-warni pada musim gugur hingga pegunungan bersalju pada musim dingin.
14. Duku Highway
Duku Highway merupakan salah satu jalur darat yang menawarkan perubahan lanskap secara ekstrem dalam satu perjalanan.
Jalan tersebut membentang lebih dari 500 kilometer di Xinjiang dan melintasi kawasan Pegunungan Tian Shan. Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menemukan padang rumput, hutan, lembah, ngarai, jalur pegunungan bersalju, hingga kawasan yang lebih kering.
Karena kondisi cuaca dan salju, jalan ini tidak dapat digunakan sepanjang tahun. Periode operasionalnya sangat bergantung pada kondisi alam.
15. Reed Flute Cave
Reed Flute Cave di Guilin merupakan gua batu kapur yang menawarkan pemandangan bawah tanah yang spektakuler. Gua tersebut terbentuk melalui proses pelarutan batuan oleh air selama jutaan tahun.
Di dalamnya terdapat stalaktit, stalagmit, serta berbagai formasi batuan dengan bentuk yang unik. Nama Reed Flute Cave berasal dari tanaman alang-alang yang tumbuh di sekitar pintu masuk dan secara tradisional digunakan untuk membuat seruling.
Sejumlah prasasti kuno di dalam gua juga menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah dikunjungi manusia sejak berabad-abad lalu.
Ke-15 destinasi tersebut memperlihatkan keberagaman lanskap China, mulai dari keajaiban alam hingga bangunan yang lahir dari ketekunan manusia. Perpaduan antara kondisi geografis, sejarah, budaya, dan teknologi membuat sejumlah tempat tersebut terlihat begitu unik hingga seolah berasal dari dunia fantasi.
Artikel Terkait
15 Destinasi di China yang Terlihat seperti Dunia Fantasi, dari Kuil di Tebing hingga Pegunungan Warna-warni
Mitsubishi L300 Mini Bus 2026, Kendaraan Niaga Tangguh yang Masih Jadi Andalan untuk Bisnis Transportasi
Fan-Made “Red Notice 2” Hadirkan Dwayne Johnson, Ryan Reynolds, dan Gal Gadot dalam Misi Baru
Sophie Cates Hadirkan “Best You Ever Had”, Lagu tentang Hubungan Penuh Gairah dan Tarik Ulur Perasaan