Citraselebriti– Maserati GranTurismo kembali menunjukkan karakter sebagai grand tourer yang memadukan kenyamanan perjalanan jarak jauh dengan performa khas mobil sport Italia. Dalam pengujian di Eropa, Maserati GranTurismo 2026 facelift dibawa melintasi perjalanan panjang hingga kawasan pegunungan di sekitar Trieste, Italia, dekat perbatasan Slovenia.
Pengujian tersebut juga menjadi kesempatan untuk membandingkan GranTurismo generasi terbaru dengan Maserati GranTurismo MC Stradale lansiran 2012 yang telah digunakan sehari-hari dan menempuh perjalanan sekitar 2.500 kilometer.
Menariknya, pengalaman pemilik Maserati GranTurismo generasi lama dalam penggunaan harian turut menjadi bagian dari cerita. Ia mengaku sempat khawatir dengan sejumlah peringatan elektronik yang muncul ketika mobil dinyalakan, mulai dari gangguan power steering, airbag, hingga indikator mesin.
Namun, berbagai peringatan tersebut terkadang menghilang setelah mesin dimatikan dan dinyalakan kembali. Setelah membawa mobil menempuh perjalanan panjang di jalan tol selama beberapa jam, mobil justru mampu bekerja dengan normal.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pembuktian bahwa mobil performa tinggi seperti GranTurismo tetap membutuhkan penggunaan secara rutin dan perawatan yang tepat, bukan sekadar disimpan di garasi untuk digunakan pada akhir pekan.
Dalam pengujian berikutnya, fokus beralih kepada Maserati GranTurismo 2026 facelift. Mobil tersebut diuji menggunakan mode GT untuk melihat kemampuannya sebagai kendaraan perjalanan jarak jauh.
Saat berada di jalan tol, suspensi GranTurismo disebut mampu memberikan karakter berkendara yang sangat nyaman. Pengendaraan terasa halus dan stabil sehingga mobil tetap nyaman digunakan setelah perjalanan selama empat hingga lima jam.
Maserati juga memberikan sejumlah penyempurnaan pada bagian interior. Material logam dan aluminium brushed kini lebih banyak digunakan, menggantikan sejumlah komponen plastik pada generasi sebelumnya. Lapisan kulit juga memberikan kesan yang lebih premium.
Lingkar kemudi bahkan tersedia dengan material Alcantara yang memberikan grip lebih kuat sekaligus menghadirkan nuansa lebih sporty.
Salah satu fitur baru yang menarik perhatian adalah digital clock serta kamera pemantau kantuk pengemudi. Sistem tersebut memantau kondisi mata pengemudi sebagai bagian dari fitur keselamatan.
Perubahan juga terlihat pada gear selector. Tombol-tombol berbahan metal dengan haptic feedback memberikan sensasi berbeda ketika pengemudi memilih posisi transmisi.
Menurut pengujian tersebut, perubahan-perubahan kecil pada interior memberikan peningkatan signifikan terhadap kesan premium GranTurismo.
Namun, keunggulan utama GranTurismo tetap terletak pada kemampuannya menggabungkan kenyamanan dan performa. Ketika sebagian besar perjalanan dilakukan di jalan tol, pengemudi tetap dapat tiba di kawasan pegunungan tanpa merasa terlalu lelah.
Ketika masuk ke jalan berkelok, mode berkendara kemudian diubah dari GT menuju Sport dan mode manual. Perubahan karakter mobil terasa semakin jelas ketika katup sistem knalpot terbuka dan suara mesin menjadi lebih agresif.
GranTurismo yang sebelumnya terasa lembut sebagai grand tourer kemudian berubah menjadi mobil sport dengan karakter khas Maserati.
Respons transmisi juga mendapat perhatian. Perpindahan gigi ke atas terasa lebih agresif, sementara ketika melakukan deselerasi dan pengereman, kalibrasi transmisi memberikan kontrol lebih besar kepada pengemudi terhadap pemilihan gigi.
Karakter tersebut membuat GranTurismo tidak hanya nyaman untuk perjalanan jauh, tetapi juga mampu memberikan sensasi berkendara yang mendekati mobil sport ketika dibawa ke jalan pegunungan.
Dari sisi desain, facelift GranTurismo 2026 membawa bahasa desain baru Maserati. Bagian depan dibuat lebih tajam dan agresif, tetapi tetap mempertahankan ciri khas berupa lekukan, garis bodi, dan proporsi yang menjadi identitas GranTurismo.
Desain baru tersebut disebut mengambil inspirasi dari bahasa desain yang sebelumnya diperkenalkan pada model-model Maserati terbaru, termasuk MC Pura dan Grecale.
Perubahan juga mencakup desain lampu depan dan belakang serta revisi bumper. Sejumlah elemen karbon turut memberikan kesan performa, meski pemilik tentu harus lebih berhati-hati agar tidak mengalami kerusakan ketika melewati jalan yang kurang bersahabat.
Dalam pengujian, GranTurismo juga dibandingkan dengan sejumlah model premium seperti Bentley dan Aston Martin. Namun, karakter GranTurismo terbaru dinilai lebih dekat dengan Porsche 911 dan Mercedes-AMG GT dalam hal posisi sebagai mobil sport yang masih bisa digunakan sehari-hari.
GranTurismo memiliki keunggulan pada konfigurasi 2+2 yang memungkinkan empat orang dewasa berada di dalam kabin. Hal tersebut memberikan fleksibilitas lebih dibandingkan mobil sport dengan kursi belakang yang lebih terbatas.
Selain GranTurismo, pengujian juga mencakup Maserati Grecale Trofeo yang memiliki tenaga sekitar 530 hp. SUV performa tinggi tersebut disebut memberikan kejutan karena mampu menghadirkan performa agresif sekaligus tetap praktis digunakan sehari-hari.
Dengan lini produk seperti Grecale Trofeo, GranTurismo, dan MC Pura, Maserati dinilai memiliki pilihan kendaraan untuk kebutuhan yang berbeda. Grecale dapat menjadi SUV harian, GranTurismo menawarkan kenyamanan perjalanan jauh, sementara MC Pura lebih diarahkan untuk pengalaman berkendara yang berorientasi performa.
Facelift GranTurismo 2026 pada akhirnya tidak hanya menghadirkan perubahan visual. Maserati juga melakukan penyempurnaan pada interior, fitur, kenyamanan, transmisi, dan karakter berkendara.
Hasilnya adalah sebuah grand tourer yang tetap nyaman digunakan setiap hari, tetapi mampu berubah menjadi mobil sport yang agresif ketika pengemudi memasuki jalan pegunungan.
Pengujian tersebut juga menjadi bukti bahwa karakter utama GranTurismo tetap dipertahankan: sebuah mobil yang mampu membawa pengemudi menempuh perjalanan panjang dengan nyaman, kemudian memberikan pengalaman berkendara yang lebih emosional ketika jalan mulai berliku.
Artikel Terkait
JONY & TASSO Hadirkan “С тобой”, Lagu tentang Kenyamanan Menjadi Diri Sendiri
Endah N Rhesa Hadirkan “Terang Bulan”, Lagu tentang Menerima Kehilangan
Crocozilla (2027), Konsep Film Fan-Made Bayangkan Chris Hemsworth Hadapi Buaya Raksasa Prasejarah
Mercedes-Benz C-Class 2027 Facelift Bocor, Tampilkan Wajah Baru yang Makin Modern