Citraselebriti — Pencipta lagu “Kronologi”, Alam Urbach, mengungkap proses di balik pemilihan lagu yang dibawakan Fedra dalam ajang The Icon Indonesia. Menurut Alam, pemilihan lagu menjadi salah satu faktor penting karena sebuah karya tidak hanya harus memiliki kualitas musik, tetapi juga harus sesuai dengan karakter vokal dan kemampuan penyanyi dalam menyampaikan pesan kepada pendengar.
Hal tersebut disampaikan Alam saat wawancara virtual bersama SCTV, Jakarta, Selasa (11/8). Ia mengatakan, kecocokan antara lagu dan penyanyi tidak terlepas dari proses kreatif serta keterlibatan tim yang kompeten sejak awal.
“Kebetulan ini semua bisa terjadi karena memang dari awal, dari pemilihan lagu, kita bekerja dengan orang-orang yang kompeten. Dari mulai labelnya, dari mulai semua tim-tim musiknya,” ujar Alam.
Menurut Alam, proses pemilihan lagu dilakukan dengan mempertimbangkan karakter masing-masing penyanyi. Karena itu, lagu “Masalahnya” dinilai sesuai untuk Cia, sementara “Kronologi” dianggap memiliki kecocokan dengan karakter vokal Fedra.
“Makanya bisa banget kepilih kenapa lagu ‘Masalahnya’ bisa buat Chia, karena memang cocok banget. Bagus banget. Terus lagu ‘Kronologi’ dipilihin buat Fedra, karena memang cocok banget juga buat Fedra,” jelasnya.
Alam menilai, proses kreatif dalam sebuah karya musik tidak berhenti setelah lagu selesai diciptakan. Pemilihan penyanyi yang akan membawakan lagu juga menjadi bagian penting untuk menentukan bagaimana sebuah karya dapat diterima dan tersampaikan kepada pendengar.
“Dari mulai kreativitas, terus bagaimana lagu itu dipilih, siapa yang akan membawakannya, itu sangat mempengaruhi banget. Bagaimana lagu itu bisa deliver ke orang-orang,” tuturnya.
Menurut Alam, keputusan memilih penyanyi yang tepat membuat sebuah lagu dapat disampaikan secara lebih maksimal. Karakter vokal penyanyi juga dapat memberikan warna tersendiri terhadap karya yang dibawakan.
Hal tersebut terlihat dari perjalanan Chia dan Fedra di The Icon Indonesia. Meski berada dalam kompetisi yang sama, keduanya mampu menunjukkan warna musik yang berbeda melalui lagu masing-masing.
Alam melihat Cia dan Fedra memiliki kekuatan serta karakter yang berbeda. Perbedaan tersebut justru membuat keduanya mampu membangun identitas musikal masing-masing tanpa harus kehilangan ciri khas.
“Nyatanya masing-masing mereka tuh nggak terlihat kayak saingan, tapi masing-masing punya kekuatannya masing-masing yang memang ke-deliver aja ke pendengarnya,” ungkap Alam.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kemampuan kedua penyanyi tersebut. Menurut Alam, Chia dan Fedra sama-sama memiliki kualitas vokal yang kuat, tetapi tetap mampu mempertahankan warna masing-masing.
“Dua orang ini memang benar kata Mas Dwi, sama-sama hebat. Tapi masing-masing masih tetap punya warna sendiri-sendiri,” pungkasnya.
Sebagai pencipta “Kronologi”, Alam melihat pemilihan Fedra sebagai penyanyi yang membawakan lagu tersebut menjadi bagian penting dari keseluruhan proses kreatif. Perpaduan antara lagu, karakter vokal, dan interpretasi penyanyi diharapkan mampu membuat karya tersebut tersampaikan dengan baik serta memiliki kedekatan emosional dengan pendengar.
Kehadiran “Masalahnya” untuk Cia dan “Kronologi” untuk Fedra sekaligus menunjukkan pentingnya strategi pemilihan lagu dalam membentuk identitas musikal para finalis The Icon Indonesia. Perbedaan karakter keduanya justru menjadi kekuatan dalam memperkenalkan warna musik masing-masing setelah kompetisi berakhir.
Artikel Terkait
Fedra Juara Dua The Icon Indonesia, gw Ungkap Perjalanan “Kronologi” yang Sejak Awal Diincarnya
Shye Rilis Single “I Wanted It To Be You”, Hadirkan Kisah Cinta tentang Kehilangan dan Kerinduan
WOLF HOWL HARMONY Gandeng KOKORO PSYCHIC FEVER dan YUGA ONE OR EIGHT, Hadirkan Versi Baru “Kokoniiru”
Valentino Garavani Hadirkan “Specula Mundi” di Haute Couture Spring/Summer 2026