Tune Your Light Resmi Diluncurkan, AUK MURAT dan Marizka Juwita Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Mental

- Rabu, 26/08/2026

Citraselebriti — Kepedulian terhadap kesehatan mental terus menjadi perhatian di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis. Tidak hanya bagi mereka yang menghadapi persoalan berat, kesehatan mental juga dinilai penting untuk dijaga oleh siapa saja, termasuk generasi Z, milenial, pelaku industri hiburan, pebisnis, hingga masyarakat yang menjalani kesibukan sehari-hari.

Semangat tersebut menjadi latar belakang diluncurkannya program Tune Your Light, sebuah program healing treatment yang diperkenalkan oleh AUK MURAT, seorang Soul Reset Guide dan Master Energist dari The GoE UK. Peluncuran program tersebut digelar pada 26 Agustus 2026 di Neha Hub, Jalan Cilandak Tengah Raya No. 11A, Cilandak, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, AUK MURAT juga memperkenalkan Marizka Juwita sebagai salah satu sosok yang memiliki perhatian besar terhadap isu kesehatan mental. Marizka bahkan menyatakan kesediaannya untuk menjadi bagian dari gerakan yang mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin terbuka dalam memahami kondisi emosional dan menjalani proses pemulihan diri.

Menurut AUK MURAT, keterlibatan Marizka dalam program tersebut berawal dari pengalaman pribadinya ketika menjalani proses healing. Ia menilai hasil yang dirasakan Marizka setelah mengikuti program tersebut cukup cepat dan memberikan perubahan positif.

AUK MURAT mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalani perjalanan selama sekitar 21 tahun sebagai Soul Reset Guide. Dalam kurun waktu tersebut, ia mengaku mendapatkan berbagai pengalaman dan kesaksian dari orang-orang yang menjalani proses healing bersamanya.

“Proses hasil healingnya itu Masyaallah cepat sekali sesuai dengan apa yang saya yakini. Karena saya sudah 21 tahun sebagai Soul Reset Guide, saya diberi oleh Allah banyak sekali testimoni. Terutama untuk Gen Z dan milenial, prosesnya bisa cepat sekali,” ujar AUK MURAT.

Pengalaman selama puluhan tahun tersebut, lanjutnya, membuat dirinya semakin bersemangat untuk membantu masyarakat memahami persoalan emosional yang terkadang tidak terlihat secara kasatmata.

Ia mengatakan, tidak semua orang yang terlihat baik-baik saja benar-benar berada dalam kondisi baik secara emosional. Ada orang yang tetap menjalani aktivitas sehari-hari, bekerja, bersosialisasi, bahkan tampil bahagia, tetapi sebenarnya sedang membawa beban yang belum terselesaikan.

Hal tersebut juga dirasakan oleh Marizka Juwita. Ia mengaku pernah berada dalam fase terendah dalam kehidupannya, terutama ketika harus menghadapi berbagai tekanan yang datang bersamaan.

Marizka menuturkan, dirinya telah menjalani program healing bersama AUK MURAT selama kurang lebih tiga bulan. Menurutnya, proses tersebut memberikan pengalaman yang membuat dirinya lebih memahami kondisi emosional yang selama ini mungkin tidak disadari.

“Sudah tiga bulan aku dalam hiruk-pikuknya kehidupan. Tahu sendiri, apalagi di dunia entertainment, banyak hal yang orang terlihat baik-baik saja, tetapi sebenarnya enggak begitu,” kata Marizka

Ia mengaku akhirnya memutuskan untuk mencari bantuan ketika berada di titik terendah dalam hidupnya. Dari situ, Marizka mulai menjalani program healing bersama AUK MURAT.

“Lalu aku datang ke AUK MURAT. Aku menjalani program healing terapinya AUK MURAT dan sangat-sangat terbantu, alhamdulillah, sampai detik ini,” ujarnya.

Pengalaman tersebut kemudian membuat Marizka dan AUK MURAT memiliki gagasan untuk membagikan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan mental kepada masyarakat yang lebih luas.

Marizka menilai kesehatan mental tidak hanya dibutuhkan oleh orang-orang yang bekerja di industri hiburan. Menurutnya, setiap individu, baik entertainer, pebisnis, pekerja, maupun masyarakat dengan aktivitas yang lebih sederhana, tetap memiliki kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental.

“Kesehatan mental itu sangat-sangat penting untuk keseharian kita. Mau sebagai entertainer, mau sebagai pebisnis, mau sebagai orang yang sibuk ataupun enggak sibuk, menurut aku kesehatan mental itu sangat diperlukan karena sangat berdekatan dengan kehidupan kita sehari-hari,” tutur Marizka.

Ia juga mengungkapkan bahwa terkadang seseorang membawa beban emosional tanpa menyadari keberadaannya. Beban tersebut dapat tersimpan begitu lama hingga akhirnya memengaruhi cara seseorang menjalani kehidupan.

“Seperti banyak beban yang mungkin aku rasakan, tetapi tidak bisa aku ungkapkan. Kadang aku enggak tahu kalau ternyata itu adalah satu beban yang harus aku bawa selama ini dan ternyata harus disembuhkan,” ungkapnya.

Menurut Marizka, pengalaman menjalani proses healing membuatnya menyadari bahwa kondisi seseorang tidak selalu sama dengan apa yang terlihat dari luar.

“Selama ini aku pikir aku baik-baik saja. Ternyata banyak hal yang sebenarnya harus dilepas,” katanya.

Sementara itu, AUK MURAT menjelaskan bahwa setiap individu memiliki proses pemulihan yang berbeda. Ada orang yang dapat mengalami perubahan dengan relatif cepat, sementara sebagian lainnya membutuhkan pendampingan dalam jangka waktu lebih panjang.

Ia mengibaratkan setiap manusia memiliki karakter dan energi yang berbeda dalam menjalani proses pemulihan.

“Kalau manusianya seperti Marizka, ya sat-set. Tapi ada juga yang skalanya setengah dari itu, yang mereka tetap mau dibimbing. Mereka mau menjaga ketenangan dan kesabarannya. Ada juga yang sangat lambat,” jelas AUK MURAT.

Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Kecepatan seseorang dalam menjalani proses pemulihan tidak dapat disamakan antara satu individu dengan individu lainnya.

“Dari 21 tahun pengalaman saya, yang paling banyak justru yang berada di tengah. Mereka membutuhkan proses dengan kecepatan sedang. Ada juga yang maunya lambat, pelan-pelan, asal tetap berjalan,” tambahnya.

AUK MURAT juga menyoroti bagaimana persoalan kecil yang pernah dialami seseorang dapat berkembang menjadi beban emosional apabila tidak dipahami dan diselesaikan dengan baik.

Marizka sendiri mengaku pernah mengalami kondisi ketika suatu persoalan yang menurutnya tidak terlalu berat justru meninggalkan dampak panjang dalam kehidupannya.

“Ada beberapa masalah yang menurut aku sebenarnya enggak terlalu berat, tetapi akhirnya menjadi trauma yang aku bawa terus. Kemudian menjadi pengulangan dari kejadian-kejadian yang enggak baik dalam kehidupan aku,” tutur Marizka.

Ia mengatakan, pengalaman tersebut membuat dirinya memahami bahwa sebagian persoalan emosional dapat tersimpan dalam alam bawah sadar.

“Karena itu ternyata terbawa di alam bawah sadar aku. Nah, itu yang sebenarnya harus kita pahami banget ketika berada di dunia mental health atau healing journey,” katanya.

Melalui Tune Your Light, AUK MURAT dan Marizka ingin menciptakan ruang bagi masyarakat untuk lebih terbuka terhadap perjalanan emosional masing-masing. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sarana bagi mereka yang ingin memahami diri, mengidentifikasi beban emosional, serta menjalani proses pemulihan dengan pendampingan yang tepat.

AUK MURAT menjelaskan bahwa dalam proses healing, diperlukan metode dan perangkat khusus yang menurutnya harus dipelajari melalui pendidikan serta sertifikasi tertentu. Ia menggambarkan perannya sebagai seorang yang membantu seseorang menangani persoalan emosional.

“Saya bisa dilihat sebagai dokter untuk emosi. Dokter emosi itu tugasnya sama dengan dokter fisik. Karena kalau resepnya salah, maka salah juga kesembuhannya,” ujar AUK MURAT.

Ia menegaskan bahwa perjalanan kesehatan mental merupakan proses yang membutuhkan pemahaman, kesabaran, dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu.

Dalam peluncuran tersebut, AUK MURAT dan Marizka juga menyampaikan harapan agar semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang tidak lagi menganggap persoalan mental sebagai sesuatu yang harus disembunyikan.

Bagi mereka, keberanian untuk mengakui bahwa seseorang sedang mengalami tekanan atau membutuhkan bantuan merupakan bagian penting dari proses menjaga kesehatan diri.

AUK MURAT juga mengajak masyarakat untuk melihat proses pemulihan bukan sebagai tanda kelemahan, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap diri sendiri

“Kita mendeklarasikan kepada Allah, berikan kami kesempatan sebagai khalifah-Nya, pemberi berkat untuk sesama. Karena Allah sangat suka ketika manusia memberi manfaat,” pungkas AUK MURAT.

Melalui Tune Your Light dengan program NAFAS DAMAI for Inner Peace, AUK MURAT berharap gerakan tersebut dapat berkembang menjadi ruang yang memberikan edukasi dan pendampingan bagi masyarakat dalam memahami perjalanan emosional mereka.

Sementara bagi Marizka Juwita, keterlibatannya dalam program ini menjadi bentuk keinginan untuk berbagi pengalaman pribadi sekaligus mengajak generasi muda agar tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang dirasakan terlalu berat untuk dipikul seorang diri.

Peluncuran Tune Your Light pada 26 Agustus 2026 pun menjadi langkah awal dari kolaborasi tersebut, dengan membawa pesan utama bahwa kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan layak mendapatkan perhatian yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Tags

Artikel Terkait

Terkini