CItraselebriti- Perkembangan teknologi sepanjang 2026 semakin menunjukkan perubahan besar dalam cara manusia bekerja, berkreasi, bepergian, berkomunikasi, hingga menjalani aktivitas sehari-hari.
Beragam perangkat pintar kini tidak hanya menawarkan fungsi dasar, tetapi juga mulai mengandalkan kecerdasan buatan (AI), robotika, augmented reality (AR), serta kemampuan komputasi mandiri.
Sejumlah gadget futuristik yang diperkenalkan tahun ini hadir dengan konsep yang semakin beragam. Mulai dari smartwatch tangguh, platform AI untuk robotika, kacamata AR, perangkat produksi video, hingga robot yang dapat menemani hewan peliharaan.
Garmin Fenix 9 Pro
Salah satu perangkat yang menarik perhatian adalah Garmin Fenix 9 Pro, smartwatch outdoor yang dirancang untuk atlet, petualang, maupun pengguna sehari-hari.
Jam tangan pintar ini menggunakan material titanium, lensa safir, layar AMOLED, serta ketahanan air hingga 10 ATM. Perangkat tersedia dalam ukuran 43 mm, 47 mm, dan 51 mm.
Garmin Fenix 9 Pro menawarkan sejumlah fitur navigasi seperti peta TopoActive, petunjuk arah belokan demi belokan, dynamic round-trip routing, hingga next fork guidance.
Untuk kebutuhan olahraga, tersedia lebih dari 100 profil aktivitas, pengukuran stamina, training readiness, serta pemantauan performa.
Sementara untuk kesehatan dan aktivitas harian, perangkat dilengkapi pemantauan tidur, HRV Status, Body Battery, lampu LED, speaker, dan mikrofon.
Dengan daya tahan baterai panjang serta kemampuan pemetaan dan pemantauan kebugaran yang luas, smartwatch ini dirancang untuk mendukung aktivitas luar ruangan sekaligus penggunaan sehari-hari.
Arduino Ventuno Q
Di sektor AI dan robotika, Arduino Ventuno Q hadir sebagai platform komputasi berukuran ringkas yang dirancang untuk aplikasi kecerdasan buatan, computer vision, dan robotika.
Perangkat ini mengusung arsitektur dual-brain yang menggabungkan prosesor Qualcomm Dragonwing IQ8275 dengan mikrokontroler STM32H5.
Prosesornya menyediakan akselerasi CPU, GPU, dan NPU dengan kemampuan hingga 40 dense TOPS untuk inferensi jaringan saraf. Sementara mikrokontroler bertugas mengelola respons perangkat keras secara real-time.
Ventuno Q dilengkapi RAM 16 GB, penyimpanan 64 GB yang dapat diperluas, serta tiga antarmuka kamera MIPI empat jalur.
Konektivitasnya mencakup Wi-Fi 6 triband, Bluetooth 5.3, Ethernet 2,5 Gb, CAN FD, USB-C, serta dua port USB-A 3.0.
Platform tersebut ditujukan untuk menjalankan large language model secara lokal, agentic AI, computer vision, hingga berbagai proyek robotika.
Mothair Baby Sleep Analyzer
Teknologi AI juga mulai menyasar pemantauan tidur bayi melalui Mothair Baby Sleep Analyzer.
Sistem ini menggunakan matras sensor yang ditempatkan di bawah seprai sehingga tidak perlu memasang sensor langsung pada tubuh bayi.
Perangkat dirancang untuk memantau laju pernapasan, detak jantung, pergerakan, temperatur, fase tidur, serta kualitas tidur.
Sebuah hub di samping tempat tidur menghubungkan matras dengan aplikasi smartphone Mothair melalui Bluetooth dan Wi-Fi.
Sistem kemudian membuat profil berdasarkan pola tidur normal anak dan menyesuaikannya seiring pertumbuhan.
Orang tua dapat memperoleh laporan setelah sesi tidur yang berisi tren kualitas tidur, berbagai pengukuran vital, serta skor kesejahteraan harian.
Mothair juga dapat memberikan notifikasi ketika terdapat pembacaan yang dianggap tidak biasa dibandingkan pola sebelumnya.
Nimbo X1
Sementara itu, Nimbo X1 membawa konsep augmented reality ke dalam bentuk kacamata pintar.
Perangkat berbobot sekitar 49 gram tersebut menggunakan titanium kelas aerospace dan silicon carbide waveguide dengan teknologi microLED.
Layarnya memiliki tingkat kecerahan hingga 2.000 nits dan field of view 30 derajat. Informasi seperti navigasi, terjemahan, notifikasi, hingga video dapat ditampilkan langsung dalam pandangan pengguna.
Nimbo X1 juga memiliki kamera 32 megapiksel yang mendukung berbagai fitur berbasis AI.
Menariknya, kacamata ini memiliki komputasi terintegrasi, GPS, penyimpanan, dan sistem operasi sehingga dapat beroperasi secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada smartphone.
Perangkat tersebut juga menyediakan open SDK yang memungkinkan pengembang memanfaatkan layar, kamera, mikrofon, serta sensor gerak untuk menciptakan pengalaman baru.
Pixelgate
Bagi kreator konten, Pixelgate menawarkan sistem produksi video berbasis AI dalam satu perangkat.
Platform ini menggabungkan fungsi switching, streaming, recording, pengendalian kamera, grafis, serta berbagai kebutuhan produksi live.
Pixelgate menyediakan lima input HDMI 4K, dukungan IP streaming, kontrol yang dapat diprogram, dan layar sentuh yang dapat dilepas.
Salah satu fitur utamanya adalah AI auto switching. Sistem dapat menggunakan informasi audio untuk mengenali pembicara aktif dan secara otomatis mengganti sudut kamera.
Fitur tersebut dapat digunakan dalam podcast, wawancara, maupun produksi lainnya.
Pixelgate juga mendukung ISO recording sehingga output program dan sejumlah feed kamera dapat direkam secara terpisah. Perangkat bahkan menghasilkan XML cut file untuk kebutuhan pascaproduksi.
Fitur lain mencakup LUT real-time, chroma key, picture-in-picture, subtitle, media playback, PTZ control, serta pengoperasian melalui web secara jarak jauh.
Sistem ini juga mendukung streaming secara bersamaan hingga empat platform.
Lumi AI Doc
Lumi AI Doc menawarkan pendekatan berbeda dalam otomasi smartphone.
Alih-alih menggunakan emulator, root access, atau integrasi aplikasi satu per satu, perangkat ini menggunakan kamera untuk melihat layar smartphone dan mekanisme fisik untuk melakukan tap, swipe, serta mengetik.
Dock Lumi memiliki mekanisme empat sumbu, kamera yang menghadap smartphone, serta perangkat keras komputasi AI untuk mengamati layar dan merencanakan tindakan.
Teknologi ini dapat membantu mengelola pesan, membuat follow-up, mengatur catatan, menjadwalkan aktivitas, hingga menyelesaikan berbagai alur kerja.
Lumi juga menyediakan SDK untuk pengembang yang mencakup kemampuan mengamati layar, melakukan tap, swipe, mengetik, mengambil screenshot, hingga meminta konfirmasi pengguna.
Chihubo X1
Untuk kebutuhan presentasi dan rapat, Chihubo X1 hadir sebagai sistem presentasi nirkabel sekaligus perangkat rapat berbasis AI.
Sistem transmitter dan receiver mendukung video 1080p pada 60 Hz dengan jangkauan nirkabel yang diklaim mencapai 50 meter.
Satu receiver dapat dipasangkan dengan hingga enam transmitter sehingga beberapa presenter dapat bergantian menggunakan sistem.
Chihubo X1 juga memiliki fungsi perekaman rapat melalui tombol fisik sekali tekan. Hasil rekaman disimpan ke kartu microSD.
Fitur AI yang tersedia mencakup transkripsi real-time, identifikasi pembicara, rangkuman otomatis, hingga pembuatan mind map dengan dukungan lebih dari 110 bahasa.
Perangkat ini juga dilengkapi dua mikrofon MEMS dengan teknologi pengurangan noise.
Ask Card 1
Konsep AI meeting assistant juga ditawarkan Ask Card 1, perangkat berukuran seperti kartu yang dirancang untuk merekam percakapan dan mengubahnya menjadi informasi digital yang lebih terstruktur.
Perangkat ini menggunakan lima mikrofon dan kemampuan AI untuk menghasilkan transkripsi, rangkuman, serta mind map.
Informasi crowdfunding menyebut perangkat tersebut mendukung transkripsi dalam 133 bahasa.
Dengan desain tipis dan mudah dibawa, Ask Card 1 ditujukan untuk berbagai situasi seperti rapat, ruang kelas, wawancara, hingga percakapan yang perlu didokumentasikan.
Prosesnya sederhana, yakni merekam percakapan, mengubah suara menjadi teks, kemudian menyusun informasi penting melalui rangkuman dan visual mind map.
Ask Card 1 diluncurkan di Kickstarter pada Agustus 2026 dan telah melampaui target pendanaan awalnya.
OpenAI Codex Micro
Perangkat lain yang menarik perhatian adalah Codex Micro, sebuah controller fisik berukuran ringkas yang dirancang untuk memberikan antarmuka lebih taktil bagi AI coding agent.
Dikembangkan bersama Work Louder sebagai produk edisi terbatas, perangkat ini menyediakan 13 mechanical switch, planar joystick, rotary encoder, dan touch sensor.
Enam tombol agent yang dilengkapi indikator RGB dapat menunjukkan status tugas Codex, seperti sedang berpikir, berjalan, menunggu, atau selesai.
Terdapat pula tombol khusus untuk menerima atau menolak perubahan, push-to-talk, serta memulai percakapan baru.
Joystick dapat digunakan untuk menjalankan workflow seperti pull request review, debugging, dan refactoring kode.
Sementara rotary dial memungkinkan pengguna menyesuaikan tingkat reasoning selama workflow berlangsung.
Codex Micro dapat terhubung melalui Bluetooth atau USB-C dan dirancang kompatibel dengan komputer Mac maupun Windows.
Galileo X
Di dunia robotika, Galileo X diperkenalkan sebagai robot darat generasi baru yang menggabungkan berbagai kemampuan mobilitas.
Robot tersebut diperkenalkan dalam World Robot Conference 2026 di Beijing.
Galileo X dirancang untuk menghadapi lingkungan yang sulit dilalui robot beroda atau robot berkaki konvensional.
Sistem ini menggabungkan presisi automated guided vehicle, kemampuan perjalanan jarak jauh kendaraan off-road, serta kemampuan melewati rintangan seperti robot berkaki.
Teknologi tersebut mengintegrasikan struktur mekanis, aktuator, sistem persepsi, serta kontrol ke dalam satu arsitektur.
Galileo X berpotensi digunakan di sektor manufaktur, inspeksi energi, respons keadaan darurat, keselamatan publik, hingga berbagai operasi khusus.
Robot ini juga disebut berpotensi menjadi mobile base untuk robot humanoid dan berbagai peralatan lainnya.
Gravity Titanium Pocket Pen
Tidak hanya perangkat digital, inovasi juga hadir melalui Gravity Titanium Pocket Pen dari Namasu.
Menggunakan titanium Grade 5, pena tersebut menggabungkan fungsi alat tulis dengan sejumlah fitur tambahan dalam desain yang ringkas.
Konsep enam fungsi menggabungkan fungsi menulis dengan sejumlah utilitas, termasuk bit dan blade.
Sistem push-slide locking dan magnetic retention digunakan untuk menjaga komponen tetap aman ketika dibawa.
Desainnya juga memungkinkan pena dikaitkan pada gantungan kunci sehingga mudah dibawa dalam aktivitas sehari-hari.
Nexus P1
Bagi pengguna komputer dan kreator, Nexus P1 merupakan control deck berukuran saku yang menawarkan lebih dari 12 input.
Perangkat ini memiliki konektivitas Bluetooth serta baterai isi ulang berkapasitas 600 mAh.
Salah satu fitur utamanya adalah sistem delapan layer scene. Dengan sistem tersebut, tombol yang sama dapat menjalankan fungsi berbeda tergantung aplikasi atau workflow yang digunakan.
Nexus P1 juga mengusung konsep “vibe coding” yang menyasar perkembangan coding berbasis AI.
Proyek ini diluncurkan di Kickstarter pada 21 Agustus 2026 dengan target pendanaan awal sebesar 5.000 dolar AS dan kemudian berhasil melewati target tersebut.
Panox V5
Untuk kebutuhan fotografi dan video, Panox V5 menawarkan kamera 8K 360 derajat.
Kamera tersebut menggunakan dua sensor berukuran 1/2 inci dengan lensa periskop untuk menghasilkan video panorama dan foto beresolusi tinggi.
Perangkat memiliki layar sentuh 3 inci dan menjalankan Android 13.
Panox V5 juga dilengkapi empat mikrofon, Wi-Fi, Bluetooth, serta baterai 2.000 mAh.
Fitur AI memungkinkan intelligent subject tracking sehingga subjek yang dipilih dapat tetap berada di tengah frame.
Kamera ini juga mendukung real-time stitching sehingga hasil panorama dapat diproses langsung dari perangkat.
Melalui aplikasi Pano X, pengguna dapat melakukan pengambilan gambar, editing, keyframe camera movement, filter, pengaturan warna, koreksi distorsi, hingga berbagi konten.
Vosen Mero F10s
Sementara itu, Vosen Mero F10s menghadirkan robot pendamping hewan peliharaan berbasis AI.
Robot ini dilengkapi kamera ultra-wide 5 megapiksel dengan infrared night vision sehingga pemilik dapat memantau hewan peliharaan dari jarak jauh.
Tersedia pula komunikasi dua arah melalui audio.
Sistem AI dapat mengenali manusia dan hewan sekaligus melacak pergerakan secara otomatis.
Untuk navigasi, robot memanfaatkan IMU, TOF, computer vision, dan sensor inframerah untuk menghindari berbagai rintangan.
Fitur interaktifnya mencakup laser pointer, teaser wand yang dapat dilepas, serta dua layar LCD yang berfungsi sebagai mata ekspresif.
Robot menggunakan dual brushless motor dan self-righting chassis agar dapat kembali ke posisi semula ketika terjatuh atau tertabrak.
Ketika baterai hampir habis, robot dapat kembali secara otomatis ke charging dock.
Kodbot
Teknologi pendidikan juga mendapat sentuhan inovasi melalui Kodbot, robot coding yang dirancang untuk mengajarkan pemrograman kepada anak-anak berusia 4 hingga 12 tahun.
Alih-alih menggunakan layar dan keyboard, Kodbot memanfaatkan blok magnetik yang mewakili instruksi seperti gerakan, loop, dan kondisi.
Anak-anak dapat menyusun blok, menjalankan program, kemudian melihat proses eksekusinya melalui sistem lampu terintegrasi.
Kodbot juga dilengkapi AI voice tutor berbasis GPT yang dapat memahami kode yang telah disusun, konfigurasi robot, kesalahan sebelumnya, serta perkembangan pembelajaran pengguna.
AI tersebut dapat menjelaskan konsep, menjawab pertanyaan, memberikan arahan, hingga menyarankan perbaikan.
Sistem coding utamanya dapat bekerja secara offline dengan kompilasi real-time, sedangkan AI tutor membutuhkan koneksi internet.
Kodbot juga dapat digunakan untuk membuat berbagai proyek seperti robot anjing, lampu pintar, pembuka tirai, hingga tangan mekanis.
Deretan perangkat tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi 2026 tidak hanya berfokus pada peningkatan spesifikasi, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat berinteraksi secara lebih alami dengan manusia.
AI, robotika, wearable, augmented reality, dan perangkat fisik semakin terintegrasi untuk membantu pekerjaan, kreativitas, pendidikan, hiburan, hingga aktivitas sehari-hari.
Artikel Terkait
Zimmermann Hadirkan Koleksi Ready-to-Wear FW26 di Paris Fashion Week
MINI Cooper Generasi Berikutnya Bakal Kembali ke Akar, Usung Penggerak Roda Belakang
Gadget Futuristik 2026, dari Smartwatch AI hingga Robot Pendamping Hewan Peliharaan
Farel Prayoga Kolaborasi dengan Princess Hurrem Lewat Lagu “Hatters ”