Citraselebriti — Dunia penuh kekerasan dan perburuan hadiah menjadi latar utama kisah “KADE VOSS: Bounty Hunter”, yang mengikuti perjalanan seorang pemburu bayaran legendaris bernama Kade Voss saat melintasi kawasan berbahaya yang dikenal sebagai The Badlands.
The Badlands digambarkan sebagai wilayah tandus yang membentang di antara Dead Drop Cantina dan Frontier Station. Kawasan tersebut dipenuhi ngarai sempit, jalan buntu, serta medan yang sulit dilalui. Tidak ada permukiman maupun hukum yang berlaku di sana.
Bagi para pelintas, kawasan tersebut bahkan memiliki julukan lain, yakni The Gauntlet.
Kade Voss mengaku sudah berkali-kali melewati wilayah tersebut. Namun, hampir setiap perjalanan selalu berakhir dengan ancaman pembunuhan.
“Kadang mereka adalah kelompok bandit yang mencari sasaran mudah. Kadang pemburu bayaran yang ingin membangun reputasi. Sesekali, ada pembunuh bayaran yang dikirim seseorang dari masa lalu yang masih menyimpan dendam,” demikian gambaran perjalanan Kade.
Sebagai pemburu bayaran yang telah mengumpulkan banyak target sepanjang kariernya, Kade menyadari bahwa sejumlah orang yang terkait dengan buruannya masih mengingat dirinya.
Namun, bagi Kade, melewati The Gauntlet justru menjadi bagian menarik dari pekerjaannya. Ia tidak pernah tahu apa yang akan menunggunya di tikungan berikutnya.
Diburu Tim Pembunuh Elite
Situasi berubah ketika seseorang dengan kekayaan besar mengumpulkan sekelompok pembunuh elite dengan satu tujuan: membunuh Kade Voss.
Tim tersebut terdiri dari sejumlah sosok dengan keahlian berbeda, mulai dari penembak jitu, pasukan bersenjata berat, hingga mantan tentara dengan kemampuan serangan udara.
Salah satu anggota tim adalah Billy, seorang penembak jitu yang disebut sebagai juara kompetisi sniper tingkat galaksi. Billy dikenal sebagai salah satu penembak jarak jauh terbaik di galaksi.
Menariknya, Billy ternyata pernah menjadi teman Kade.
Dalam kisah masa lalu mereka, Kade bahkan sempat memuji kemampuan Billy sebagai seorang penembak.
Anggota lainnya adalah Krell the Breaker, sosok dengan tinggi hampir tujuh kaki yang mengenakan armor tempur berwarna merah dan hitam. Krell merupakan mantan prajurit heavy assault dari Drawback Expeditionary Corps sebelum akhirnya beralih menjadi tentara bayaran.
Kemudian ada Ria, spesialis senjata berat dan demolisi. Jika sebuah pintu bunker harus dihancurkan atau sebuah target harus dilenyapkan bersama lingkungan di sekitarnya, Ria disebut sebagai orang yang tepat untuk menjalankan pekerjaan tersebut.
Sementara itu, Ryder “Skyhammer” Vance merupakan mantan pasukan serbu udara yang terbiasa menggunakan jetpack untuk menyerang posisi musuh dari arah yang sulit dijangkau pasukan darat.
Setelah meninggalkan dunia militer, Vance merasa kehidupan sipil terlalu membosankan. Dunia bounty hunting kemudian memberinya alasan untuk kembali terbang dan menggunakan kemampuannya menghadapi target berbahaya.
Kade Menghadapi Satu per Satu Musuhnya
Perburuan terhadap Kade pun dimulai.
Skyhammer mencoba menyerang Kade dari udara, tetapi Kade berhasil menghadapinya.
Setelah Skyhammer tumbang, Kade kembali menghadapi Krell. Pertarungan berlangsung sengit hingga Krell akhirnya juga berhasil dikalahkan.
Ria dan Billy kemudian menyusun strategi dengan mencoba menjebak Kade dari dua sisi ngarai.
Mereka berharap serangan dari arah berlawanan dapat membuat Kade tidak memiliki ruang untuk melarikan diri.
Namun, rencana tersebut kembali gagal.
Ketika Ria turun untuk memastikan kondisi Kade, sang pemburu bayaran justru masih bertahan hidup.
Ria kemudian menantang Kade dengan keyakinan bahwa dirinya akan mendapatkan ketenaran sebagai orang yang berhasil membunuh pemburu bayaran legendaris tersebut.
Kade dengan tegas menolak anggapan itu.
Billy Ternyata Tidak Berniat Membunuh Kade
Plot kemudian berubah ketika Billy mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya tidak datang untuk membunuh Kade.
Kade tentu saja tidak langsung percaya.
Billy menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui siapa target sebenarnya ketika menerima pekerjaan tersebut. Setelah melihat Kade, ia langsung menyadari identitas target dan sengaja mengubah arah tembakannya.
Billy juga mengungkapkan bahwa sejumlah tembakannya sengaja tidak diarahkan ke bagian tubuh yang mematikan. Ia mengetahui bahwa armor kaki Kade mampu menahan serangan tersebut.
Kade kemudian menyadari bahwa tembakan yang dilepaskan Billy memang memiliki pola yang berbeda.
Menurut Kade, seorang penembak sekelas Billy tidak mungkin melakukan kesalahan seperti itu.
Keduanya pun kembali membicarakan masa lalu mereka.
Billy bahkan sempat meminta bantuan untuk keluar dari wilayah tersebut. Namun, Kade menolak memberikan tumpangan dengan kendaraannya.
“Tidak biasanya aku membiarkan orang lain naik bersamaku,” ujar Kade dalam kisah tersebut.
Billy akhirnya harus berjalan keluar dari kawasan tersebut seorang diri.
Mengusung Nuansa Space Western
“KADE VOSS: Bounty Hunter” menghadirkan perpaduan antara aksi pemburu hadiah, dunia futuristik, dan nuansa space western.
The Badlands menjadi panggung utama yang mempertemukan berbagai karakter dengan kemampuan unik. Mulai dari sniper, tentara bersenjata berat, ahli demolisi hingga pasukan jetpack, semuanya memiliki satu tujuan: menjatuhkan Kade Voss.
Namun, perjalanan Kade menunjukkan bahwa tidak semua orang yang berada di pihak lawan benar-benar ingin menghabisinya.
Kisah ini juga menampilkan hubungan masa lalu Kade dengan Billy yang memberikan lapisan emosional di tengah rangkaian aksi dan baku tembak.
Pada akhirnya, Kade kembali meninggalkan The Badlands tanpa banyak basa-basi. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak terlalu suka menyelesaikan percakapan panjang.
Dengan dunia futuristik, karakter pemburu bayaran, aksi pertempuran, serta konflik antarkarakter, “KADE VOSS: Bounty Hunter” menawarkan kisah petualangan bergaya western yang dipadukan dengan elemen fiksi ilmiah.
Kade Voss pun menutup petualangannya dengan sebuah pesan sederhana kepada para penonton: lebih baik tetap waspada, karena pada perburuan berikutnya, bukan tidak mungkin justru mereka yang menjadi targetnya.
Artikel Terkait
“KADE VOSS: Bounty Hunter”, Petualangan Pemburu Bayaran di Dunia Badlands Penuh Bandit dan Pembunuh Bayaran
Rumah Modular Futuristik yang Bisa Diangkut Truk, Dibuka dalam Hitungan Jam hingga Harganya Setara Mobil Bekas
IVE Liburan di Waiheke Island, Liz Nikmati Keindahan Selandia Baru hingga Berburu Wine
Kendaraan Ekstrem yang Tawarkan Performa Off-Road hingga Teknologi Masa Depan