Citraselebriti— Penyanyi senior Ruth Sahanaya kembali menyapa pencinta musik Indonesia melalui album terbaru bertajuk “Merindu”. Album ini menjadi salah satu karya yang menghadirkan warna berbeda dari rilisan-rilisan Ruth sebelumnya, terutama melalui konsep Japanese City Pop yang dipadukan dengan sentuhan musik kekinian.
Dalam proses penggarapan album tersebut, Ruth tidak hanya bekerja sama dengan musisi-musisi yang sudah berpengalaman, tetapi juga melibatkan sejumlah musisi dan komposer muda. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memberikan tantangan baru sekaligus membuat Ruth keluar dari zona nyaman dalam bermusik.
Jefri Woworuntu, yang turut terlibat dalam proses penggarapan album, mengatakan bahwa seorang penyanyi profesional memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar tampil dan menyanyikan lagu.
Menurut Jefri, seorang penyanyi juga perlu memiliki karya, konsep, serta identitas musik yang jelas.
“Seorang penyanyi itu mesti ada tanggung jawab profesi. Tanggung jawab profesi itu bukan cuma nyanyi, tapi juga harus merilis album atau single dan membuat konsep,” ujar Jefri ditemui di sela-sela peluncuran album tersebut di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).
Ia menilai, konsistensi dalam menghasilkan karya merupakan bagian penting dari perjalanan seorang penyanyi yang ingin benar-benar menekuni profesinya.
Dalam penggarapan “Merindu”, Jefri dan Ruth kemudian sepakat menghadirkan konsep yang berbeda. Salah satunya dengan mengusung Japanese City Pop, genre yang dikenal berkembang pesat di Jepang.
Konsep tersebut menjadi tantangan tersendiri karena dinilai cukup berbeda dengan karakter musik yang selama ini lekat dengan Ruth Sahanaya.
“Konsep Japanese City Pop ini memang agak sedikit baru, atau mungkin diperdengarkan kepada masyarakat Indonesia sesuatu yang baru banget. Jadi kami mau mencoba. Terus terang ini gambling, tapi saya yakin karena setiap album Ruth selalu mengeluarkan konsep yang berbeda,” jelas Jefri.
Kehadiran musisi-musisi muda juga memberikan warna baru dalam proses produksi. Mulai dari aransemen, pemilihan bunyi, progresi musik, hingga vokal direction dibuat lebih sesuai dengan perkembangan musik masa kini.
Menurut Jefri, hasil akhirnya membuat album “Merindu” terdengar lebih fresh dibandingkan karya-karya Ruth sebelumnya.
“Audio-audionya, bunyi-bunyiannya terasa fresh. Progresinya juga berbeda karena anak-anak muda lebih men-challenge. Vokal direction dan packing vokalnya juga tidak seperti zaman dulu, tetapi benar-benar mengikuti kekinian,” katanya.
Selain konsep musik, pemilihan lagu juga menjadi bagian penting dalam proses penggarapan album. Jefri menyebut Ruth memiliki karakter vokal yang unik. Menariknya, Ruth justru disebut lebih mudah menyanyikan lagu dengan tingkat kesulitan vokal yang tinggi dibandingkan lagu yang sederhana.
“Ruth kalau nyanyi lagu simpel justru susah, nyanyi lagu susah justru gampang,” ungkap Jefri.
Ia mencontohkan, lagu dengan nada tinggi dan teknik vokal yang rumit justru dapat diselesaikan Ruth dalam waktu relatif singkat. Sebaliknya, lagu yang terdengar sederhana terkadang membutuhkan waktu lebih lama dalam proses rekaman.
Jefri juga menekankan pentingnya menghadirkan lagu yang memiliki nilai komersial dan mudah diterima pendengar. Menurutnya, sebuah karya musik tidak harus selalu dibuat dengan aransemen yang rumit.
“Kami kepengin dalam industri musik Indonesia, sense of commercial itu penting. Jangan susah-susah, make it easy listening,” tuturnya.
Dalam album “Merindu”, Ruth juga diberi ruang untuk mengeksplorasi kemampuan vokalnya. Hal itu dilakukan dengan memberikan materi lagu yang berbeda dari karakter musik yang selama ini menjadi zona nyamannya.
Jefri mengatakan, proses kreatif dalam album tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara Ruth, dirinya, serta para musisi dan komposer muda.
“Kalau pemilihan lagu saya harus lempar ke Ruth karena dia yang nyanyi. Enggak mungkin saya dapat lagu dari orang, kalau dia enggak suka kan beda,” ujarnya.
Jefri juga melihat perubahan musik sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, perkembangan industri musik berlangsung secara dinamis dan seorang penyanyi perlu mengikuti perubahan zaman agar tetap relevan.
Ia menilai, kolaborasi antara penyanyi senior dengan generasi muda dapat menjadi salah satu cara untuk menghasilkan karya yang tetap memiliki karakter, tetapi juga dekat dengan pendengar masa kini.
“Kenapa enggak kita berkolaborasi dengan anak-anak yang sekarang, yang relate dengan kehidupan sekarang?” katanya.
Hal tersebut turut tercermin dalam penulisan lirik di album “Merindu”. Beberapa lagu menggunakan lirik yang lebih lugas dan dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi sekarang, tanpa terlalu banyak menggunakan gaya bahasa puitis.
Meski demikian, Jefri menyebut proses pemilihan lirik tetap disesuaikan dengan karakter Ruth sebagai seorang penyanyi sekaligus sosok ibu.
“Ruth adalah sosok seorang ibu, jadi enggak mungkin juga mengimplementasikan dirinya terlalu eksplisit. Makanya kami saling mengisi untuk masalah itu,” ujarnya.
Dengan konsep Japanese City Pop, keterlibatan musisi muda, serta eksplorasi vokal Ruth Sahanaya, album “Merindu” diharapkan menjadi warna baru dalam perjalanan musik sang diva
Artikel Terkait
Keina Suda Rilis Single “BLACK”, Jadi Pengantar Menuju Album “LOVE HATE”
Teknologi Futuristik yang Disebut Bakal Mengubah Cara Manusia Beraktivitas
Sukwon Yoon Hadirkan Lagu “사랑했지만”, Kisahkan Cinta yang Harus Direlakan
Sony Xperia Alpha 2026 Diklaim Hadir dengan Layar 4K 144 Hz dan Kamera 200 MP