Citraselebriti— Penyanyi Denada Tambunan mengungkap sisi lain kehidupannya di usia 40 tahun. Ia mengaku tengah menikmati fase hidup yang lebih berfokus pada kebahagiaan diri sendiri, karier, serta menjalani aktivitas sebagai seorang single parent.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah pengakuan Denada mengenai kemampuan memasaknya. Ia secara terbuka menyebut dirinya tidak memiliki pengalaman maupun passion dalam urusan memasak.
“Aku merasa sebagai seseorang yang sangat amat tidak experience dan sangat amat tidak mempunyai passion. Aku memang enggak punya passion buat masak,” ujar Denada saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Denada kemudian mengenang masa ketika dirinya tinggal di Singapura bersama mantan suaminya, Jerry Aurum, yang ia sebut dengan panggilan Mas Romi dalam percakapan tersebut. Saat itu, keduanya sama-sama belum bisa memasak sehingga berusaha belajar karena harus memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, setelah mencoba, Denada akhirnya memilih berbagi tugas. Ia mengambil bagian bersih-bersih, sementara urusan memasak diserahkan kepada pasangannya.
“Akhirnya kita jadi ngerti masak, tapi akhirnya nyerah aku. Jadi aku bilang sama dia, ‘Kita bagi tugas aja ya, Mas Romi yang masak. Aku yang bagian beberes, bersih-bersih,’” tuturnya.
Meski tidak mahir memasak, Denada tidak terlalu mempermasalahkan hasil masakannya. Baginya, yang terpenting adalah makanan tersebut bisa dinikmati.
“Yang penting kan enak, yang penting hasilnya enak. Walaupun kadang enak, kadang keasinan, kadang kepedesan, kadang hambar. Tapi enggak apa-apa, aku nikmatin aja. Itu caraku juga menikmati waktu,” katanya.
Belakangan, Denada mulai mencoba memasak makanan sehat. Ia mengaku kerap mencari berbagai resep dan meminta tim di rumah untuk mencoba membuat makanan yang menarik perhatiannya.
“Masak sehat. Aku berusaha untuk kalau misalnya memang suka nyari-nyari, biasanya kalau dapat aku kirim ke tim yang di rumah. ‘Bikinin ini dong, cobain dong bikin ini. Pengin deh bikin ini,’” ungkap Denada.
Denada juga menyadari bahwa dirinya selama ini dikenal di kalangan sahabat sebagai orang yang lebih sering menikmati makanan ketimbang ikut memasak ketika sedang berkumpul.
“Semua orang tahu, sahabat-sahabatku tahu, teman-teman dekatku tahu. Kalau kita ada kumpul-kumpul mesti masak-masak, tahu siapa Denada. Jangan diharap disuruh bawa, aja duduk makan cantik,” ujarnya sambil bercanda.
Salah satu alasan yang menurut Denada mungkin membuatnya kurang luwes memasak adalah kuku panjang yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari penampilannya. Namun, ia mengaku tetap menyukai gaya tersebut.
“Mungkin juga bisa jadi karena kuku panjang, mungkin juga karena memang enggak luwes, mungkin juga karena memang tidak terbiasa sesering itu. Aku memang senang pakai kuku ini, sudah bertahun-tahun dan memang happy,” jelasnya.
Di luar urusan memasak, Denada juga menanggapi perubahan penampilannya yang belakangan terlihat semakin memperhatikan gaya dan kecantikan. Ia menegaskan bahwa berdandan bukan semata-mata untuk orang lain.
“Kenapa sih enggak boleh dandan dan cantik buat diri sendiri? Kenapa sih kita enggak boleh senang buat diri sendiri? Aku penginnya buat diri sendiri karena aku happy. Karena ini yang membuat aku merasa happy. I do myself,” tegasnya.
Memasuki usia 40 tahun, Denada menyebut dirinya sedang menikmati apa yang ia anggap sebagai fase kehidupan yang menyenangkan. Ia memilih lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ketika memiliki waktu luang.
Sebagai pekerja di industri hiburan sekaligus seseorang yang memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari pekerjaannya, Denada merasa perlu menunjukkan berbagai kemampuan yang dimilikinya.
“Semua yang aku bisa, semua yang aku mampu akan aku tunjukkan di situ. Aku bisa zumba, aku akan tunjukin di situ. Aku bisa nyanyi, aku tunjukin di situ. Aku enggak bisa masak, ya udah. Apa pun yang aku bisa, itu adalah tempat aku untuk mencari makan,” ungkapnya.
Denada juga tidak menutup kemungkinan hadirnya sosok pasangan dalam kehidupannya. Namun, ia menegaskan bahwa kebahagiaan dirinya saat ini menjadi prioritas utama.
“Kalau memang ternyata nanti Allah mengirimkan jodoh buat aku, seorang laki-laki, dan ternyata dia bisa membahagiakan aku dan aku bahagia bersama dia, dan dia pun merasa bahagia dengan kehadiran aku, why not?” katanya.
Sebagai seorang perempuan yang menjalani peran sebagai single parent sekaligus tetap membangun karier, Denada menyadari bahwa kehidupannya tidak selalu mudah. Karena itu, ia ingin menikmati hidup dan memberikan ruang bagi dirinya sendiri untuk bahagia.
“Yang penting aku happy. Sudah di atas 40 tahun aku pengin happy, menikmati hidup,” pungkas Denada.
Artikel Terkait
Sentimen Galau Berbalut Irama Dance-Pop: Makna di Balik Lirik Lagu Hit "Stereo Love"
Jaja Miharja Ungkap Irfan Hakim Sulit Hafal Lirik Saat Syuting, Sampai Harus Ditulis Besar-Besar
Iis Dahlia Dukung Irfan Hakim Kembangkan Talenta Lewat DeHakims Musik
Angle Rilis Single Emosional "Eternal Love", Gambarkan Cinta Abadi yang Tahan Uji