Citraselebriti — Penyanyi dangdut Danang akhirnya kembali ke industri musik setelah sekitar tiga tahun vakum. Kembalinya Danang ditandai dengan peluncuran album Langgeng bersama The Hakims Music.
Irfan Hakim selaku penggagas The Hakims Music mengaku melihat potensi besar dalam diri Danang ketika keduanya kembali bertemu dan berbincang mengenai musik.
Irfan bahkan mengibaratkan Danang sebagai mutiara yang lama terpendam dan hanya membutuhkan sedikit sentuhan untuk kembali bersinar.
“Saya merasa ketemu mutiara yang terpendam. Mutiara yang terpendam mungkin di antara lumpur atau di kedalaman laut. Saya menemukan mutiara, ya sudah, tidak perlu dipoles-poles lagi, tinggal dicuci sedikit sudah bersinar,” ujar Irfan Hakim dalam jumpa pers di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Awalnya, Irfan mengaku hanya ingin memberikan kesempatan kepada Danang untuk merilis sebuah single. Namun, setelah berdiskusi lebih jauh, keduanya sepakat mengembangkan proyek tersebut menjadi sebuah album berisi 10 lagu.
Album tersebut diberi judul Langgeng. Lagu “LDR” dipilih sebagai salah satu karya yang lebih dulu diperkenalkan kepada publik.
Menariknya, respons terhadap lagu tersebut cukup positif. Irfan mengungkapkan bahwa video “LDR” telah mencatat sekitar 5 juta views hanya dalam waktu dua hari setelah dirilis.
“Karena ternyata ketika kemarin kita lihat, album Langgeng dengan lagu ‘LDR’ itu, per hari ini, per detik ini kita ngobrol, sudah masuk 5 juta views hanya dalam dua hari,” kata Irfan.
Pencapaian tersebut kemudian membuat tim The Hakims Music semakin bersemangat untuk memperkenalkan keseluruhan proyek Danang. Konferensi pers yang awalnya direncanakan sebagai agenda peluncuran album pun dikembangkan menjadi sebuah showcase yang melibatkan sejumlah artis di bawah naungan The Hakims Music.
Danang mengaku sangat bersyukur mendapat kesempatan kembali berkarya setelah cukup lama menjauh dari dunia tarik suara.
“Ketika aku bilang, ‘Aku kayaknya off dulu nyanyi, aku off dulu kerja.’ Tapi waktu kemarin aku bilang, ‘Kak, aku sudah siap buat balik lagi.’ Terus Aa bilang, ‘Kalau kamu enggak mau single, Aa maunya album.’ Dan Hakim siap nampung Danang di sini untuk berkarya,” tutur Danang.
Ia pun menganggap The Hakims Music sebagai rumah keduanya.
“Aku bersyukur punya rumah kedua di The Hakims Music. Aku bersyukur punya rumah baru di tempat Aa dan terima kasih atas wadahnya. Ini satu kesempatan yang berharga untuk Danang,” ucapnya.
Album Langgeng Volume 1 berisi 10 lagu dengan karakter musik yang beragam. Selain “LDR”, sejumlah lagu lain yang akan masuk dalam album tersebut antara lain “Sinarengan”, “Masa Lalu”, “Sabar”, “Sinau Bareng”, “Rindunya Hatiku”, “Tahu Dadi Cerito”, “Ayang-Ayang”, “Koy Jogja Istimewa”, dan “Angin Lalu”.
Menurut Irfan, pemilihan lagu-lagu tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Tim The Hakims Music melakukan evaluasi terhadap potensi lagu, termasuk melihat respons dan traffic di berbagai platform digital.
“Ini 10 bukan dipilih dengan asal-asalan, tapi berdasarkan hasil evaluasi kami bersama The Hakims Music karena ternyata lagu ini juga memiliki traffic yang bagus di digital platform,” jelas Irfan.
Konsep musik Danang dalam album tersebut juga mendapatkan sentuhan baru. The Hakims Music menggandeng orkestrasi untuk memberikan warna berbeda pada lagu-lagu bernuansa Jawa dan dangdut.
Irfan mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membawa musik dangdut agar tetap relevan dan dapat diterima oleh berbagai generasi, termasuk Gen Z hingga generasi yang lebih tua.
“Satu strategi atau target kami adalah membuat dangdut bisa diterima di kalangan Gen Z dan baby boomers. Kalau kita bicara dangdut, ketika kita tidak mengikuti tren, mungkin dangdut akan hilang ditelan masa. Tapi dangdut adalah musik asli Indonesia yang harus kita pertahankan,” ungkapnya.
Tak hanya Danang, The Hakims Music juga memberikan ruang bagi sejumlah artis lain, termasuk penyanyi cilik Jalu dan Zaki. Irfan mengatakan keberagaman menjadi salah satu konsep utama yang ingin dibangun melalui label tersebut.
“Lagu-lagu anak-anak itu mereka yang bawakan. Semua lini harus kita isi. Anak-anak sekarang nyanyinya juga lagu-lagu dewasa. Ya sudah, kita kasih lagu-lagu anak-anak. Jadi apa pun jenis musiknya, untuk usia berapa pun semuanya ada di The Hakims Music,” katanya.
Selain musik, acara tersebut juga dikemas dalam bentuk drama musikal. Irfan menjelaskan, konsep tersebut dibuat agar berbagai lagu dari para artis The Hakims Music dapat dirangkai menjadi satu cerita.
“Kita mau menyajikan banyak lagu dari banyak talent kita, sudah kita jahit dengan sebuah cerita. Makanya di sini juga tadi ada Vina sama Satria yang menjahit dari lagu ke lagu. Jadi ini seperti showcase, kita memperdengarkan lagu-lagu yang kita produksi The Hakims,” jelas Irfan.
Dalam pertunjukan tersebut, The Hakims Music juga tetap memasukkan unsur kesenian tradisional sebagai bagian dari komitmen mereka untuk memberikan ruang bagi budaya Indonesia.
Sementara itu, Jaja Miharja turut mendapat apresiasi dalam acara tersebut. Irfan menyebut semangat Jaja Miharja dalam berkesenian menjadi inspirasi bagi generasi yang lebih muda.
“Kalau Ayah Jaja ini adalah sebuah keberkahan luar biasa. Semangatnya Ayah itu patut diacungi jempol. Beliau ini legend, sudah punya legacy. Living legend,” ujar Irfan.
Jaja Miharja sendiri mengaku masih bersemangat setiap kali mendengar musik, terutama suara gendang. Ia bahkan mengaku sulit menahan diri untuk bergoyang ketika mendengar irama tersebut.
“Kalau dengar gendang, bawaannya pengin terus goyang,” kata Jaja Miharja.
Irfan juga menegaskan bahwa The Hakims Music tidak hanya ingin menjadi wadah bagi penyanyi, tetapi juga mengembangkan talenta yang mereka miliki.
Menurutnya, keberadaan label tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para musisi dan penyanyi untuk terus berkarya.
“Semoga album Langgeng ini benar-benar sesuai namanya karena Langgeng itu adalah abadi. Mudah-mudahan Danang bisa kembali berkarya, mudah-mudahan kembali bisa memberikan warna baru lagi di musik Indonesia, khususnya dangdut,” tutur Irfan.
Untuk perilisan berikutnya, The Hakims Music berencana meluncurkan sejumlah lagu dari album Langgeng secara bertahap. Delapan lagu lainnya dijadwalkan menyusul pada pertengahan Oktober 2026.
Irfan juga membuka peluang untuk kembali menggelar drama musikal dengan konsep yang lebih besar. Ia mengaku pengalaman kali ini membuat timnya semakin tertarik mengembangkan konsep tersebut.
Menariknya, persiapan pertunjukan kali ini dilakukan dalam waktu relatif singkat. Danang mengungkapkan bahwa mereka hanya melakukan latihan bersama satu kali sebelum tampil.
“Latihannya cuma kemarin. Ini benar-benar kebut semalam,” ujar Danang.
Meski demikian, Danang mengaku optimistis dengan langkah barunya bersama The Hakims Music. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga yang selama ini memberikan dukungan, termasuk istri, anak, serta kedua orang tuanya.
“Apapun kondisinya memang kita akan pulangnya ke keluarga karena orang tua adalah tempat kita kembali pulang,” kata Danang.
Kembalinya Danang melalui album Langgeng pun menjadi babak baru dalam perjalanan musiknya, sekaligus menjadi bagian dari upaya The Hakims Music menghadirkan warna baru bagi musik dangdut Indonesia.
Artikel Terkait
Sentimen Galau Berbalut Irama Dance-Pop: Makna di Balik Lirik Lagu Hit "Stereo Love"
Jaja Miharja Ungkap Irfan Hakim Sulit Hafal Lirik Saat Syuting, Sampai Harus Ditulis Besar-Besar
Iis Dahlia Dukung Irfan Hakim Kembangkan Talenta Lewat DeHakims Musik
Angle Rilis Single Emosional "Eternal Love", Gambarkan Cinta Abadi yang Tahan Uji