Citraeelebriti — Babah T Bob, putra mendiang pencipta lagu anak-anak legendaris Papa T Bob, menghadirkan kembali karya-karya sang ayah melalui film musikal Iyus Jenius . Film tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya memperkenalkan kembali lagu-lagu anak kepada generasi muda.
Babah T Bob mengatakan, Iyus Jenius dibuat sebagai tribute untuk Papa T Bob sekaligus menghadirkan pilihan tontonan yang ramah bagi anak-anak dan keluarga.
“Saya sebagai anaknya Papa T Bob memang ini adalah tribute untuk Papa T Bob. Kita ingin lagu anak-anak juga mempunyai tontonan yang khusus buat anak,” ujar Babah T Bob saat ditemui di gala premiere Iyus Jenius di Cinepolis Lippo Nusantara, Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Menurut Babah T Bob, film tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi orang tua yang selama ini kesulitan menemukan tontonan sesuai untuk anak. Ia berharap Iyus Jenius bisa menjadi pilihan keluarga untuk menikmati film bersama.
“Semoga film Iys Genius ini menjadi pilihan untuk orang tua semuanya agar menemani anaknya menonton film pada umumnya,” katanya.
Angkat Tujuh Lagu Papa T Bob
Dalam film musikal tersebut, sejumlah lagu populer karya Papa T Bob kembali dihadirkan dan dikemas dengan pendekatan yang lebih modern.
film drama musikal Iyus Jenius. Digarap oleh sutradara Achmad Romie dan Adnan Djani serta diproduseri oleh Gandhi Fernando, film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 10 September 2026.
Babah T Bob menjelaskan, terdapat tujuh lagu karya Papa T Bob yang diadaptasi ke dalam film. Selain itu, tim produksi juga menghadirkan dua lagu baru untuk mendukung kebutuhan cerita.
“Kita ada tujuh lagu Papa T Bob dan dua lagu baru,” ungkapnya.
Dua lagu baru tersebut dibuat untuk menghadirkan warna emosional yang berbeda. Pasalnya, karya-karya Papa T Bob selama ini dikenal identik dengan lagu anak yang ceria dan sarat edukasi.
“Dua lagu baru yang merepresentasikan tentang kesedihan. Karena rata-rata lagu Papa T Bob enggak ada yang sedih, selalu edukasi dan riang. Nah, karena di film ini butuh drama dan segala macam, kita harus selipkan dua lagu baru,” jelasnya.
Babah T Bob juga berharap film pertama ini dapat menjadi awal untuk menghidupkan kembali karya-karya Papa T Bob lainnya.
“Kita adaptasi dari lagu-lagu Papa T Bob untuk dijadikan film musikal dan ini hanya baru beberapa. Next-nya semoga lagu-lagu yang lainnya bisa di-recycle lagi dan dibuat film musikal selanjutnya,” tuturnya.
Anak-anak Tak Perlu Banyak Dilatih
Salah satu tantangan dalam produksi film musikal adalah mengajak pemain anak-anak membawakan lagu-lagu yang mungkin belum mereka kenal. Namun, Babah T Bob justru melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang menarik.
Menurutnya, banyak anak yang awalnya tidak mengetahui lagu-lagu Papa T Bob. Namun, para orang tua mereka ternyata masih sangat mengenal lagu tersebut.
“Bagusnya adalah anak-anak itu memang banyak yang enggak tahu lagunya. Namun, orang tuanya, apalagi cast, semuanya pada tahu. Jadi saya enggak perlu melatih mereka. Mereka dilihat sama orang tuanya,” katanya.
Proses produksi pun berjalan lancar. Syuting Iyus Jenius dilakukan di Banyumas dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai bagian dari produksi film.
“Alhamdulillah dalam prosesnya semuanya lancar. Kita syuting di Banyumas, banyak juga penduduk setempat yang ikut menjadi bagian dan support di film ini,” ujarnya.
Ingin Jadi Pilihan di Tengah Ledakan Konten Digital
Babah T Bob menyadari anak-anak saat ini tidak pernah kekurangan konten. YouTube dan berbagai platform digital menyediakan begitu banyak tontonan. Namun, menurutnya, persoalannya adalah bagaimana menghadirkan konten anak yang berkualitas dan dapat menjadi pilihan bagi keluarga.
“Anak-anak tidak pernah kekurangan konten di YouTube, tapi anak-anak selalu kekurangan konten. Pertanyaannya, ke mana kita harus mengadu? Siapa yang bertanggung jawab?” katanya.
Ia berharap kehadiran film seperti Iyus Jenius dapat menjadi salah satu alternatif bagi orang tua yang ingin memberikan tontonan berbeda kepada anak-anak.
Babah T Bob menilai orang tua memang tidak mungkin sepenuhnya membatasi anak dari penggunaan ponsel, media sosial, maupun permainan digital. Karena itu, yang diperlukan adalah menghadirkan pilihan konten yang positif.
“Kita pengin menjadi virus Iyus Jenius ini menjadi pilihan. Banyak orang tua melarang anaknya untuk tidak pegang handphone, tidak main Roblox atau media sosial. Kenapa? Karena anak itu akhirnya merasa tertekan,” tuturnya.
“Saya dan Adnan Jani berpikir, kenapa enggak kita bikin pilihan buat anak? Jadi orang tua tetap membimbing anaknya, namun mereka punya pilihan yang bagus,” lanjutnya.
Gabungkan Akting, Tari, dan Musik
Tidak hanya mengandalkan musik, Iyus Jenius juga memadukan berbagai elemen pertunjukan. Para pemain anak-anak dituntut untuk bernyanyi, menari, sekaligus berakting.
“Ada nyanyi, ada nari, ada drama. Semua elemen dari nyanyi, dance, dan acting itu semuanya menjadi satu dalam film anak-anak ini,” kata Babah T Bob.
Ia berharap konsep tersebut dapat ikut meramaikan kembali industri film anak Indonesia yang menurutnya masih membutuhkan lebih banyak pilihan, baik dalam bentuk animasi maupun film nonanimasi.
“Kita mencoba dari film musik anak sejenis ini menjadi pilihan dan bisa meramaikan film anak-anak sekarang yang sudah mulai ramai di animasi maupun enggak. Kita enggak mau ketinggalan,” ujarnya.
Komitmen Menghidupkan Kembali Lagu Papa T Bob
Babah T Bob mengungkapkan bahwa upaya menghidupkan kembali karya-karya Papa T Bob sebenarnya telah dilakukan sejak 2020. Ia bersama sejumlah pihak berkomitmen untuk terus mendaur ulang karya sang ayah dalam bentuk konten yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Saya pribadi, Babah T Bob, ingin berkomitmen bersama teman-teman dan PH film untuk membuat konten recycle lagu Papa T Bob. Itu kita sudah lakukan dari 2020,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar generasi muda tetap mengenal karya Papa T Bob sebelum nantinya ia menghadirkan karya-karya baru.
“Kita pengin keep it that way supaya anak-anak tetap tahu dulu, baru kita keluarin next-nya,” ucapnya.
Sempat Menunggu Sejak 2023
Perjalanan Iyus Jenius menuju layar lebar ternyata tidak berlangsung singkat. Babah T Bob mengatakan proyek tersebut telah melewati berbagai tahapan sejak 2023.
Ia menyebut film tersebut sempat mengikuti festival internasional Madani pada 2023 dan mendapatkan status sebagai salah satu best selection atau official selection sebelum akhirnya melangkah ke layar lebar.
“Kita tuh nunggu dari 2023. Tahun 2023 kita masuk festival internasional namanya Madani. Kita menjadi best selection atau selection di festival tersebut. Nah, dari situ baru kita ke layar lebar,” ungkapnya.
Ia berharap setelah perjalanan panjang tersebut, semakin banyak film anak Indonesia yang mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk tayang di bioskop.
“Memang step by step, memang agak susah. Jadi semoga ke depannya tidak hanya film-film horor yang dikasih gampang layar, tapi kita banyak film anak didukung,” harapnya.
Tak Akan Berhenti Membuat Film Anak
Terlepas dari hasil yang nantinya diraih Iyus Jenius, Babah T Bob memastikan dirinya tidak akan berhenti mengembangkan film dan konten anak.
“Fail atau enggak dari Iyus Jenius , itu tidak akan mematahkan semangat PH Serial Film dan teman saya, teman kecil saya Adnan Jani, produser saya Rendy Mantovani, Gandhi Fernando,” katanya.
Ia bahkan memiliki impian untuk membangun rumah produksi yang dapat memproduksi berbagai film musikal.
“Dreams-nya adalah kita menjadi PH yang musikal. Enggak anak, enggak umum, semuanya kita mau,” ujarnya.
Babah T Bob juga mengungkapkan proses keterlibatan Gandhi Fernando dalam proyek tersebut. Menurutnya, konsep film telah dibicarakan sejak awal hingga akhirnya Gandi bersama tim bergabung dalam produksi.
“Mas Gandhi juga dari awal kita konsepin sama Mas Gandi. Pertamanya kayak, ‘Bisa enggak ya?’ Ternyata kita harus bersama tim dan tim present. Bagus, langsung Om Gandhi dan Om Rendy join untuk melakukan film kali ini,” pungkas Babah T Bob.
Film Iyus Jenius diharapkan menjadi jembatan antara karya-karya legendaris Papa T Bob dengan generasi anak-anak masa kini, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi lahirnya film musikal dan tontonan keluarga di Indonesia.
Artikel Terkait
Babah T Bob Hidupkan Kembali Lagu Legendaris Papa T Bob Lewat Film Musikal Iyus Jenius
Mirel Perabuan Debut Film Lewat Iyus Jenius, Perankan Sosok Gadis yang Ekstrovert
Kill Jackie, Film Aksi-Thriller tentang Mantan Pembunuh yang Diburu Tujuh Assassin Profesional
Regent International di China, Gedung Raksasa yang Dihuni Puluhan Ribu Orang hingga Dijuluki Kota Vertikal