Citraselebriti — Ahmad Dhani mengungkap perjalanan Dewa 19 dalam mempertahankan eksistensi mereka selama puluhan tahun. Meski hingga kini belum menyiapkan album baru, Dewa 19 tetap aktif merilis sejumlah single yang menurut Dhani turut menjaga keberadaan grup tersebut di era streaming.
Dhani mengatakan, Dewa 19 beberapa kali merilis single dengan melibatkan sejumlah penyanyi, di antaranya Firza, Elo, dan Ari Lasso. Lagu-lagu tersebut kemudian mendapat respons cukup baik di platform digital seperti YouTube dan Spotify.
“Kalau album sih belum. Kalau single kita beberapa kali mengeluarkan single, baik itu penyanyinya Firza, Elo maupun Ari Lasso. Kita banyak mengeluarkan single dan sampai sekarang single-single kita cukup membuat Dewa 19 tetap eksis di dunia streaming,” ujar Ahmad Dhani.
Menurut Dhani, kehadiran karya-karya tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat nama Dewa 19 tetap terdengar hingga saat ini. Ia menilai perkembangan platform digital memberikan ruang bagi musik Dewa 19 untuk terus didengarkan oleh masyarakat dari berbagai generasi.
Di sisi lain, perayaan 40 tahun perjalanan Dewa 19 bersama Andra Ramadhan memiliki makna tersendiri bagi Dhani. Ia berharap perjalanan panjang tersebut dapat menjadi inspirasi bagi band-band lain bahwa hubungan pertemanan, persahabatan, bermusik, hingga bisnis dapat dipertahankan selama puluhan tahun.
“Tujuan daripada merayakan 40 tahun ini sebenarnya adalah semoga bisa menjadi inspirasi bagi band yang lain. Bahwa bisa membina hubungan pertemanan, persahabatan, bermusik, bisnis sampai 40 tahun itu bisa,” kata Dhani.
Dhani bahkan mengibaratkan hubungan panjangnya dengan Andra sebagai sesuatu yang tidak mudah dipertahankan. Menurutnya, hubungan dalam sebuah band bisa memiliki tantangan tersendiri, bahkan ia bergurau bahwa mempertahankan pernikahan selama 40 tahun pun bukan perkara mudah.
“Mungkin suami istri untuk 40 tahun mungkin sulit, tapi ternyata saya sama Andra bisa merayakan 40 tahun,” ujarnya.
Selain perjalanan musik, Dhani juga mengenang berbagai benda yang menjadi bagian dari perjalanan awal Dewa 19. Ia mengaku masih menyimpan sejumlah alat musik yang digunakannya sejak masa awal berkarier bersama Dewa.
Dhani mengatakan gitar pertama yang dibelinya masih tersimpan dalam kondisi baik. Gitar tersebut bahkan digunakan saat menggarap album pertama Dewa. Setelah memiliki kemampuan finansial lebih baik, ia kemudian membeli gitar Fender yang digunakan dalam album-album berikutnya.
“Gitar pertama yang aku beli juga masih ada. Gitar yang pertama aku pakai buat di album Dewa yang pertama itu masih ada. Setelah itu beli Fender untuk album kedua, masih ada juga. Setelah itu beli Fender lagi untuk album ketiga, itu ada juga. Terus beli lagi untuk Pupus, ngisi Pupus juga ada. Jadi semuanya masih tersimpan,” ungkapnya.
Dhani juga masih menyimpan sejumlah peralatan musik lain, termasuk perangkat yang pernah digunakan dalam penampilan Dewa 19 di Jepang yang kemudian terdokumentasi dalam DVD.
Meski sebagian alat musik tersebut kini sudah jarang digunakan karena telah digantikan dengan perangkat baru, Dhani memastikan koleksi lamanya tetap dirawat dengan baik. Bahkan, ia berencana menggunakan salah satu keyboard lawas miliknya saat tampil di The Hang.
“Keyboard tahun 2005 masih ada. Nanti mungkin saya pakai. Di The Hang saya pakai keyboard yang dari tahun 2005, masih saya pakai,” tuturnya.
Sementara itu, Andra Ramadhan memiliki cara berbeda dalam menyimpan kenangan perjalanan panjang Dewa 19. Ia lebih banyak mengumpulkan dokumentasi berupa foto-foto lama.
Andra mengaku memiliki cukup banyak foto yang merekam perjalanan dirinya bersama Dhani, termasuk sejumlah dokumentasi dari masa-masa awal mereka bermusik. Namun, foto ketika pertama kali bertemu dengan Dhani tidak dimilikinya karena pada masa tersebut teknologi ponsel belum seperti sekarang.
“Kalau aku lebih ke ngumpulin foto-foto. Aku lebih sering ngumpulin foto-foto. Dokumentasi itu sih,” ujar Andra.
Dokumentasi tersebut nantinya juga akan menjadi bagian dari perayaan 40 tahun perjalanan mereka. Sejumlah foto disebut akan dipamerkan di The Hang sehingga penggemar dapat melihat kembali perjalanan Dewa 19 dari masa ke masa.
Selain menyimpan dokumentasi, Andra juga diketahui memiliki ketertarikan terhadap gitar-gitar tua. Koleksi tersebut menjadi salah satu bagian dari hobinya di luar aktivitas bermusik.
Sementara itu, Ahmad Dhani mengungkap rencana menarik lainnya. Ia tengah mencari sosok yang memiliki kemampuan membuat film menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
Dhani mengaku memiliki gagasan untuk membuat film tentang perjalanan Dewa 19 menggunakan teknologi AI. Menurutnya, proyek tersebut menjadi pilihan yang menarik karena jika dibuat sebagai film konvensional, ia khawatir hasil eksekusinya tidak sesuai dengan harapan.
“Saya lagi cari orang yang jago bikin film AI. Saya lagi kepikiran untuk bikin film AI Dewa 19. Karena kalau film beneran kayaknya susah banget. Saya takut eksekusinya kurang bagus kalau bikin film beneran,” kata Dhani.
Menurut Dhani, film tentang Dewa 19 akan memiliki banyak unsur komedi karena perjalanan grup tersebut selama 40 tahun tidak hanya berisi kisah serius. Ia membayangkan cerita tersebut dimulai sejak masa SMP, ketika dirinya dan Andra pertama kali bertemu.
“Kalau film Dewa itu kita memang punya rencana bikin karena akan menjadi film komedi terbaik sepanjang masa. Kisahnya lebih banyak komedinya daripada seriusnya,” ujarnya.
Dhani bahkan membayangkan film tersebut dimulai dari sekitar 40 tahun lalu, ketika Andra masih duduk di bangku SMP dan pertama kali melihat dirinya. Pertemuan tersebut menjadi salah satu cerita awal yang menurut Dhani menarik untuk divisualisasikan menggunakan teknologi AI.
Di tengah kesibukan bermusik, Dhani dan Andra juga menegaskan bahwa bermain musik tidak selalu harus berorientasi pada bayaran. Bagi mereka, bermusik juga merupakan bagian dari hobi dan kesenangan pribadi.
Dhani mencontohkan penampilan mereka pada malam perayaan tersebut. Ia dan rekan-rekannya memainkan sejumlah lagu, termasuk dua lagu Krakatau dan satu lagu Cik Korea, tanpa menerima bayaran.
“Kalau manggung kan profesional, harus dibayar. Tapi kadang-kadang kami masih sering melakukan sesuatu yang enggak harus dibayar. Kayak malam ini, kita manggung untuk kesenangan pribadi saja,” jelas Dhani.
Menurutnya, apabila pada masa mendatang ada tawaran konser dengan bayaran, tentu hal tersebut akan disambut dengan baik. Namun, jika kesempatan bermusik hadir tanpa bayaran sekalipun, Dhani mengaku tetap bersedia selama aktivitas tersebut memberikan kesenangan.
“Di masa depan kalau misalnya mau manggung, konser-konser, ya ada bayaran alhamdulillah. Kalau enggak ada ya yang penting senang saja. Balik ke hobi,” pungkasnya.
Artikel Terkait
ATARASHII GAKKO! Gandeng Aina The End di “Sweet Memories”
Dire Strays Hadirkan Kisah Kucing Gang dalam The Alley Cats Of Swing
Lisa Kudrow Kembali Hadiri Emmy Awards 2026 Setelah Tujuh Tahun Absen
iOS 27 Resmi Dirilis, Bawa Lebih dari 250 Perubahan dan Siri AI