Citraselebriti — Ahmad Dhani mengungkap perjalanan panjang persahabatannya dengan Andra Ramadhan yang telah berlangsung selama sekitar 40 tahun. Keduanya tidak hanya menjadi sahabat, tetapi juga bersama-sama membangun perjalanan Dewa 19 sejak masih duduk di bangku SMP.
Menurut Dhani, kesan pertama terhadap Andra sebelum mengenalnya lebih dekat berbeda dengan karakter sang gitaris sebenarnya. Dhani menyebut Andra terlihat seperti sosok yang tengil, tetapi setelah mengenalnya, ia justru memahami bahwa Andra memang memiliki karakter yang kuat dan teguh pada pendiriannya.
Andra kemudian menceritakan awal perkenalannya dengan Dhani. Keduanya ternyata mulai dekat ketika sama-sama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler musik saat duduk di kelas 2 SMP. Dalam kegiatan tersebut, mereka mendapat tugas membuat kerja kelompok.
Seiring berjalannya waktu, hubungan tersebut berkembang menjadi persahabatan sekaligus kerja sama bermusik yang bertahan hingga empat dekade.
Ketika ditanya mengenai kiat menghadapi Ahmad Dhani selama 40 tahun, Andra justru memberikan jawaban singkat.
“Enggak usah dihadapi,” ujar Andra.
Dhani kemudian mengungkap bahwa dalam perjalanan Dewa 19, Andra justru merupakan salah satu sosok yang paling keras dalam mengambil keputusan. Ia bahkan membantah anggapan bahwa dirinya merupakan satu-satunya pihak yang menentukan arah perjalanan Dewa 19.
Menurut Dhani, setiap keputusan penting di Dewa 19 harus mendapatkan persetujuan seluruh personel. Namun, Andra disebut memiliki pendirian yang sangat kuat dan tidak mudah mengubah keputusan sebelum merasa yakin.
“Kalau ada berita atau narasi bahwa saya diktator, sebenarnya enggak benar juga. Dari awal semua harus ada persetujuan semua personel. Terutama yang paling keras itu Andra,” kata Dhani.
Dhani juga menyinggung soal perhitungan weton yang menurutnya menggambarkan karakter keduanya. Andra disebut memiliki neptu 18, sementara Dhani memiliki neptu 14.
Dalam perjalanan Dewa 19, karakter Andra yang sangat kuat tersebut salah satunya terlihat ketika band tersebut sempat tidak memiliki vokalis tetap selama bertahun-tahun.
Dhani mengungkapkan, selama sekitar sembilan hingga 10 tahun, Dewa 19 tidak berjalan secara optimal karena Andra hanya menginginkan dua nama sebagai vokalis, yakni Once Mekel atau Ari Lasso.
“Salah satu bentuk kerasnya Andra itu, sekitar 10 tahun kita enggak punya penyanyi karena Andra maunya kalau enggak Once ya Ari Lasso,” ungkap Dhani.
Situasi tersebut akhirnya berubah ketika Dhani menjalani masa tahanan di Cipinang pada 2019. Saat itu, ia masih dapat berkomunikasi dengan Andra melalui pesan WhatsApp.
Dhani kemudian mengajak Andra untuk kembali menjalankan Dewa 19 dan membicarakan kemungkinan menggunakan vokalis baru.
“Saya WhatsApp Andra, ‘mau enggak nge-band sampai umur 70?’ Mau. Ya sudah, kita harus pakai vokalis Virzha,” tutur Dhani.
Keputusan tersebut muncul setelah Virzha datang menjenguk Dhani di Cipinang. Dari situ, Dhani kemudian mengusulkan agar Virzha bergabung dengan Dewa 19 sebagai vokalis featuring.
Setelah Dhani keluar dari penjara, mereka mulai melakukan sejumlah rekaman bersama Virzha. Salah satunya adalah lagu “Mahameru” yang direkam pada 2020, tepat ketika pandemi COVID-19 melanda.
Respons positif dari Baladewa terhadap proyek tersebut membuat Dewa 19 kembali membuka peluang untuk berkolaborasi dengan vokalis featuring.
Pada 2021, Dewa 19 mendapat tawaran dari sponsor untuk tampil bersama Ello. Kolaborasi tersebut juga mendapat respons positif dari penggemar.
Akhirnya, Dewa 19 memperkenalkan Virzha dan Ello sebagai vokalis featuring yang hingga kini masih terlibat dalam perjalanan band tersebut.
“Virzha dan Ello itu featuring, bukan member. Ello sudah lima tahun sampai sekarang bergabung. Nanti bulan Desember kita rayakan lagi lima tahun bersama Virzha dan Ello,” ujar Dhani.
Andra menjelaskan, keputusan tersebut bukan berarti dirinya menutup kemungkinan adanya vokalis lain. Namun, untuk posisi vokalis Dewa 19, ia memiliki standar dan pertimbangan tersendiri.
Menurut Andra, Ari Lasso dan Once memiliki karakter vokal yang sangat berbeda dan telah memiliki kecocokan dengan musik Dewa 19. Karena itu, ia belum menemukan sosok lain yang dianggap memiliki karakter serupa untuk menjadi vokalis tetap.
“Kalau urusan vokalis itu selera. Selera saya antara Ari Lasso karena ketemu duluan, terus Once. Dua orang itu memang beda karakter dan menurut aku belum nemu lagi yang seperti itu. Tapi kalau featuring, oke,” jelas Andra.
Dhani dan Andra juga ditanya apakah selama puluhan tahun bersama pernah mengambil keputusan yang akhirnya mereka anggap keliru, baik dalam perjalanan Dewa 19 maupun kehidupan pribadi.
Keduanya mengaku tidak pernah menyesali keputusan besar yang telah mereka ambil. Dhani bahkan mengatakan bahwa keputusan dalam kehidupan pribadinya, termasuk pernikahan dan perceraian, tetap dianggap sebagai keputusan yang benar.
“Saya tidak pernah merasa keliru bercerai dengan Maia atau menikahi Maia. Menikah dengan Mulan juga enggak pernah keliru. Itu semuanya adalah keputusan yang benar sampai saat ini,” kata Dhani.
Bagi Dhani dan Andra, perayaan 40 tahun persahabatan bukan sekadar nostalgia. Mereka ingin perjalanan tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda dan musisi lain mengenai pentingnya kedewasaan dalam mempertahankan hubungan.
Dhani mengakui bahwa perjalanan selama empat dekade bukan sesuatu yang mudah, terlebih ketika persahabatan tersebut sekaligus dijalani dalam sebuah band.
“Usia berteman sampai 40 tahun itu enggak gampang. Apalagi nge-band. Itu enggak gampang banget. Butuh sebuah kedewasaan yang lebih,” ujar Dhani.
Ia mengatakan, berbagai pengalaman pahit dan manis yang telah mereka lalui selama puluhan tahun justru membentuk kedewasaan dalam hubungan mereka.
Dhani juga mengaku dirinya maupun Andra bukan sosok yang terlalu romantis dalam mengekspresikan persahabatan. Ia bahkan membandingkan hubungan mereka dengan persahabatan musisi legendaris seperti Paul McCartney dan John Lennon.
“Terus terang saya bukan orang yang romantis, Andra juga bukan orang yang romantis,” katanya.
Selain perjalanan persahabatan, Dhani dan Andra turut memberikan pandangan mengenai perkembangan musik rock saat ini. Dhani menilai musik rock mengalami perubahan besar, bahkan menyebut kondisi rock saat ini seperti berada dalam masa kemunduran.
Ia mengingat kembali istilah “Rock Is Dead” yang pernah muncul dalam sejarah musik rock. Menurutnya, kondisi tersebut kini terasa semakin nyata karena semakin jarang muncul band rock besar yang mampu mencapai popularitas seperti generasi sebelumnya.
“Rock itu sudah mati. Enggak tahu mati suri, enggak tahu mati beneran,” ujar Dhani.
Dhani menyebut nama-nama besar seperti Queen, The Beatles, The Rolling Stones hingga Guns N’ Roses sebagai contoh band yang memiliki pengaruh besar pada era kejayaan musik rock.
Menurutnya, saat ini semakin sulit menemukan band baru yang mampu mencapai level popularitas dan pengaruh seperti kelompok-kelompok tersebut.
“Sudah tidak lahir lagi band-band besar seperti Guns N’ Roses. Enggak usah jauh-jauh seperti Queen, Beatles, Rolling Stones,” katanya.
Kondisi serupa, menurut Dhani, juga terlihat di Indonesia. Ia menilai lagu-lagu yang tengah populer saat ini lebih banyak didominasi musik bertempo lambat dan balada, sementara lagu rock relatif lebih jarang menjadi pilihan utama.
Dalam situasi tersebut, Dhani menilai Dewa 19 masih memiliki keunggulan karena memiliki katalog lagu yang beragam, mulai dari lagu balada hingga lagu rock dan bertempo cepat.
“Makanya salah satu keuntungan Dewa 19 kenapa masih sering dapat job karena lagu-lagu kita ini banyak lagu rock, banyak lagu beat dibandingkan band-band lain yang lebih banyak lagu baladanya maupun lagu slow,” tutur Dhani.
Dengan karakter musik yang lebih beragam, Dewa 19 dinilai masih mampu menghadirkan pertunjukan yang energik dan tidak hanya mengandalkan lagu-lagu bertempo lambat.
“Kita masih band yang bisa dianggap band yang bergairah, enggak cuma nyanyi lagu slow saja,” pungkas Dhani.
Artikel Terkait
ATARASHII GAKKO! Gandeng Aina The End di “Sweet Memories”
Dire Strays Hadirkan Kisah Kucing Gang dalam The Alley Cats Of Swing
Lisa Kudrow Kembali Hadiri Emmy Awards 2026 Setelah Tujuh Tahun Absen
iOS 27 Resmi Dirilis, Bawa Lebih dari 250 Perubahan dan Siri AI