Kabar membanggakan datang dari film Semua Akan Baik-Baik Saja. Karya garapan Baim Wong tersebut mendapat undangan dari International Film Festival of Australia (IFFA) Awards 2026 untuk mengikuti proses pertimbangan nominasi dalam sejumlah kategori.
Kesempatan tersebut menjadi kabar positif bagi Baim Wong bersama seluruh pemain dan kru yang terlibat dalam proses penggarapan karya film tersebut. Bagi Baim, apresiasi yang datang dari Australia menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk penghargaan terhadap kerja keras seluruh tim dalam menghadirkan sebuah karya untuk penonton.
Melalui surat resmi yang ditujukan kepada tim Semua Akan Baik-Baik Saja, pihak IFFA Awards menginformasikan bahwa malam penghargaan akan digelar pada 27 Maret 2027 di The Edge, Federation Square, Melbourne, Australia.
Dalam surat tersebut, Semua Akan Baik-Baik Saja mendapat kesempatan untuk mengajukan karya dalam delapan kategori. Beberapa di antaranya adalah Best International Film untuk Semua Akan Baik-Baik Saja, Best International Director untuk Baim Wong, Best International Cinematography untuk Yudi Datau, serta Best International Screenplay Writer untuk Oka Aurora.
Nama Reza Rahadian juga tercantum dalam pertimbangan kategori Best International Actor in a Leading Role. Sementara kategori Best International Actress in a Leading Role turut masuk dalam daftar kategori yang diberikan kepada tim film tersebut.
Kabar mengenai kesempatan bagi karya Semua Akan Baik-Baik Saja di ajang internasional itu kemudian dibagikan Baim Wong melalui media sosial. Baim mengaku merasakan kebanggaan karena karya yang dibuat bersama banyak orang tersebut dapat membawa nama Indonesia hingga ke Melbourne, Australia.
“Alhamdulillah.. Ada rasa bangga ketika karya kita bisa bawa nama Indonesia sampai ke Melbourne,” kata Baim Wong.
Meski demikian, Baim menyadari bahwa perjalanan karya Semua Akan Baik-Baik Saja masih harus melewati sejumlah tahapan sebelum hasil akhir diumumkan. Karena itu, ia memilih menikmati terlebih dahulu kabar positif yang diterima karya tersebut.
“Semua Akan Baik-Baik Saja mendapat kabar baik dari IFFA Awards 2026, untuk 8 kategori. Masih ada proses yang harus dilewati. Tapi hari ini, boleh lah seneng dulu. Bismillah,” lanjutnya.
Baim kemudian mengungkapkan bahwa kabar tersebut juga disambut bahagia oleh para pemain dan kru. Ia mengaku pertama kali mendengar informasi tersebut dari manager Reza Rahadian, Arya Ibrahim. Setelah mengetahui kabar tersebut, Baim melihat para pemain turut merasa senang karena bisa menjadi bagian dari karya yang mendapat kesempatan diapresiasi di tingkat internasional.
“Saya dengar pertama juga dari manajernya Reza, Arya Ibrahim. Tadi baca grup, semua pemain senang banget menjadi bagian dari film ini,” ujar Baim.
Menurut Baim, salah satu hal yang membuatnya bangga adalah bagaimana para pemain mampu mengubah karakter yang sebelumnya hanya tertulis dalam naskah menjadi sebuah penampilan yang hidup ketika diwujudkan dalam karya film.
“Saya pun bangga karena mereka juga hanya dari script menjadi kombinasi yang sangat hidup banget di mata semua penonton dan akhirnya bisa mendapatkan apresiasi sampai Australia,” katanya.
Baim juga mengaku terkejut ketika mengetahui namanya turut tercantum dalam ajang festival film internasional tersebut. Meski kesempatan tersebut datang melalui undangan, Baim tetap melihatnya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya dan kerja keras banyak orang yang berada di balik proses produksi Semua Akan Baik-Baik Saja.
“Kita memang diundang, tapi insyaallah juga dengan adanya nama-nama itu dan juga saya, ya Allah, kaget juga ada nama saya di internasional festival,” tuturnya.
Sebagai sutradara, Baim mengatakan perjalanan panjangnya di dunia kreatif memberikan banyak pembelajaran dalam menghasilkan sebuah karya. Selama bertahun-tahun, ia mengaku mempelajari berbagai pendekatan dari para sutradara yang pernah ditemuinya maupun karya-karya yang menjadi referensinya.
Baim kemudian mencoba mengambil berbagai hal yang menurutnya bermanfaat untuk diterapkan dalam proses kreatifnya. Pengalaman tersebut perlahan membentuk caranya dalam mengembangkan sebuah cerita menjadi karya film.
“Pembelajaran dari semua director yang pernah saya jalani, dari puluhan tahun sampai sekarang saya coba meniru sedikit-sedikit semua gaya-gaya yang menurut saya bermanfaat buat saya sebagai director, saya lakuin, dan akhirnya bisa mendapatkan apresiasi ini,” ungkap Baim.
Bagi Baim, kesempatan yang diterima Semua Akan Baik-Baik Saja bukan semata-mata pencapaian pribadi sebagai sutradara. Ia menilai apresiasi terhadap karya tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemain, sutradara, penulis, sinematografer, hingga kru yang bekerja di balik layar.
“Menurut saya ini semua kerja keras. Tapi insyaallah apa pun yang akan terjadi nantinya, saya sudah bangga sekarang, bukan hanya sebagai pribadi tapi sebagai tim. Ini kerja keras, banyak orang, bukan per orang,” jelasnya.
Baim mengungkapkan bahwa sebelumnya ia juga pernah memiliki pengalaman membawa karya ke luar negeri dan mendapatkan penghargaan. Namun, kesempatan yang diterima Semua Akan Baik-Baik Saja kali ini tetap memiliki arti tersendiri baginya.
“Ini sebenarnya sudah pernah, cuma waktu itu kan di lomba itu buat di luar negeri juga pernah dapat penghargaan. Tapi untuk Semua Akan Baik-Baik Saja, ini salah satu yang paling membanggakan buat saya,” ujarnya.
Apresiasi dari IFFA Awards 2026 pun tidak ingin dijadikan Baim sebagai titik akhir dalam perjalanan berkarya. Sebaliknya, ia melihat kesempatan tersebut sebagai motivasi untuk terus menghasilkan karya-karya film baru dengan cerita dan kualitas yang lebih baik.
Baim berharap pengalaman yang didapat melalui Semua Akan Baik-Baik Saja dapat menjadi pembelajaran bagi dirinya dan seluruh tim untuk menghadirkan karya-karya berikutnya.
“Semangat, semangat. Malah ini kayak permulaan. Malah mau buat film-film bagus lagi ke depan, insyaallah,” pungkas Baim.
Undangan IFFA Awards 2026 tersebut menjadi salah satu kesempatan bagi Semua Akan Baik-Baik Saja untuk memperkenalkan karya perfilman Indonesia di panggung internasional. Bagi Baim Wong dan tim, proses yang masih panjang tersebut tetap menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah karya sebelum akhirnya diketahui hasil akhirnya.
Artikel Terkait
Chris Sam Siwu Beri Peringatan 1x24 Jam Minta Akun Dokter Cinta Richard di Take Down
Ava Max dan Dua Lipa Hadirkan “Love Of My Life”, Lagu tentang Cinta yang Tak Lekang Waktu
Semua Akan Baik-Baik Saja Masuk Pertimbangan Nominasi IFFA Awards 2026, Baim Wong Bangga Karyanya Bawa Nama Indonesia
Dakota Johnson Bicara Soal Kedekatannya dengan Musisi: ‘They Like Me’