Rako Prijanto Ungkap Alasan Film Djamin Setia Selamanya Relevan untuk Anak Muda

- Minggu, 20/09/2026

Citraselebriti — Sutradara Rako Prijanto mengungkap alasan dirinya tertarik menggarap film Djamin Setia Selamanya. Menurutnya, sosok Djamin Ginting bukan hanya seorang pejuang kemerdekaan, tetapi juga gambaran manusia biasa yang berani mengambil risiko dan berpikir visioner dalam menghadapi situasi.

Hal tersebut disampaikan Rako dalam jumpa pers film Djamin Setia Selamanya di Epicentrum, Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Rako mengatakan, dirinya sebelumnya pernah menggarap film Tjoet Nja’ Dhien dan terlibat dalam proses riset serta pengembangan film Tika Nafas Likas. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki bekal untuk kembali mengangkat kisah tokoh dari Tanah Karo.

“Menurut saya pribadi, Pak Djamin ini sebenarnya seperti kita semua. Laki-laki biasa dari Desa Suka di Sumatera Utara, Kabupaten Karo, yang bisa membaca dengan jelas keadaan negara dan kesempatan saat itu,” ujar Rako.

Menurut Rako, Djamin Ginting memiliki cara berpikir visioner. Ia berani menyusun strategi yang tidak biasa serta mengambil risiko dengan keluar dari zona nyaman.

“Dia berpikir visioner, melakukan strategi dalam hidupnya secara out of the box dan berani mengambil risiko keluar dari zona nyaman. Pengambilan risiko inilah yang membuat dia menjadi seorang pahlawan nasional,” katanya.

Rako menilai karakter tersebut masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, setiap orang memiliki perjuangan masing-masing dan membutuhkan strategi untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Kita pasti ketemu dengan perjuangan kita masing-masing saat ini. Bagaimana cara kita mengambilnya, bagaimana cara kita memanfaatkannya, menyusun strategi yang membuat kita sukses nantinya,” tuturnya.

Dalam proses produksi, Rako dan tim memiliki waktu persiapan sekitar dua bulan. Proses tersebut terbantu dengan skenario yang ditulis Titien Wattimena dan Lynda Ulviana serta proses reading para pemain.

Rako juga mengungkap alasan produksi film tidak dilakukan langsung di Sumatera Utara. Atas pertimbangan produksi, lokasi syuting akhirnya dipindahkan ke sejumlah daerah di Pulau Jawa, mulai dari Jakarta hingga Banyuwangi.

“Kita minta izin ke Bu Rahna, boleh enggak kita syutingnya tidak ke Sumatera Utara. Jadi kita syuting benar-benar di daerah Jawa, dari Jakarta sampai Banyuwangi,” jelasnya.

Meski demikian, Rako memastikan tim tetap melakukan riset mengenai kondisi geografis, demografis, dan topografi Tanah Karo agar dapat diterjemahkan ke dalam lokasi syuting di Jawa.

“Kita juga melakukan research and development bagaimana bentuk geografisnya, demografinya, topografinya. Jadi kita mencoba menerjemahkan itu ke Jawa untuk syuting,” ujarnya.

Menurut Rako, pemilihan lokasi tersebut juga mempertimbangkan aspek teknis produksi, termasuk kendaraan yang digunakan dalam proses syuting.

“Misalnya untuk urusan kendaraan, tidak semua kendaraan sehat dan bisa dibawa untuk menyeberang selat. Jadi kita berpikir untuk mengerjakannya tetap di Jawa,” katanya.

Lebih jauh, Rako berharap kisah Djamin Ginting dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Ia menilai keberanian Djamin dalam berpikir di luar kebiasaan dapat diterapkan dalam menghadapi tantangan zaman sekarang.

“Kalau Pak Djamin itu berpikiran visioner, belajar bahasa Belanda, mungkin kita sekarang harus tahu tentang bahasa digital. Bagaimana kita memanfaatkannya supaya kita bisa lebih maju ke depan,” kata Rako.

Ia mencontohkan sejumlah keputusan Djamin dalam menghadapi situasi perjuangan yang menunjukkan keberanian mengambil langkah tak biasa.

“Pak Djamin selalu berpikir out of the box. Rekan-rekannya meminta dia untuk turun bukit, tapi Pak Djamin memilih strategi lain. Ketika tidak punya waktu atau jarak yang cukup jauh untuk menyelamatkan Radio Rimba Raya, dia menyerang markasnya,” tuturnya.

Rako berharap semangat tersebut dapat menjadi inspirasi bagi anak muda, termasuk mereka yang saat ini menghadapi tekanan kehidupan dan tanggung jawab keluarga.

“Semoga ini bisa menjadi inspirasi untuk anak-anak muda menjalani hidup saat ini dengan kondisi yang ada sekarang. Apalagi dengan generasi sandwich, dengan segala bebannya,” katanya.

Menurut Rako, salah satu pesan penting yang ingin disampaikan melalui film tersebut adalah keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan berani mengambil risiko demi mencapai tujuan yang lebih besar.

“Semoga ini bisa menjadi sebuah inspirasi buat mereka untuk bisa lepas dan sukses seperti Pak Djamin. Keluar dari zona nyaman, mengambil risiko, dan itu yang membuatnya menjadi pahlawan nasional,” ujarnya.

Rako juga menyampaikan pesan sederhana yang menurutnya relevan bagi generasi muda saat ini, yakni life is not about me.

“Life is not about me. Jadi hidup ini bukan tentang kita. Nanti efeknya ke kita tidak apa-apa, tapi kita harus berpikir secara lebar seperti Pak Djamin di film itu,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa usia bukan menjadi batas seseorang untuk memberikan kontribusi kepada bangsa. Hal tersebut menjadi salah satu gagasan yang dibawa melalui film Djamin Setia Selamanyadengan pesan bahwa age is just a number.

“Kalian tidak perlu seusia berapa pun kalau ingin berjasa kepada negara ini, lakukan saja seperti Ucok. Itu message-nya sebenarnya,” ujar Rako.

Film Djamin Setia Selamanya dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Rako menjelaskan, pemilihan tanggal tersebut bukan tanpa alasan.

Menurutnya, meski film tersebut mengangkat perjuangan dan kemerdekaan, fokus utama film justru ingin menghadirkan inspirasi bagi generasi muda dalam menghadapi perjuangan mereka di masa sekarang.

“Ini film tentang perjuangan, film tentang kemerdekaan, tapi secara spesifik film ini sebenarnya tentang inspirasi untuk anak muda, terutama sekarang, dalam berjuang,” katanya.

Rako menambahkan, semangat perjuangan seharusnya tidak hanya muncul ketika peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus, tetapi menjadi nilai yang terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

“17 Agustus hanya satu hari kita seremoni, tapi 12 bulan, 365 hari dalam setahun, spirit itu harus tetap ada dalam dada kita,” pungkasnya.

Tags

Artikel Terkait

Terkini