Citraselebriti — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin meluas, tidak lagi terbatas pada perangkat lunak dan layar komputer. Teknologi ini mulai diterapkan pada robot industri, kendaraan otonom, pesawat tanpa awak, sistem komputasi, hingga perangkat yang mendukung penelitian luar angkasa.
Berbagai inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana AI dikembangkan untuk membantu mesin memahami lingkungan, mengolah informasi, mengambil keputusan, dan menjalankan tugas fisik yang kompleks.
Sejumlah teknologi yang diperkenalkan atau dikembangkan pada 2025–2026 juga menunjukkan beragam pendekatan, mulai dari robot yang mampu menyesuaikan tindakan ketika menghadapi kesalahan hingga kendaraan tanpa pengemudi untuk mendukung distribusi barang.
Berikut rangkuman 15 teknologi AI, robotika, dan mesin otonom yang dibahas dalam video tersebut.
1. Mojave ESTOL, Pesawat Tanpa Awak untuk Landasan Pendek
Mojave ESTOL merupakan pesawat tanpa awak yang dikembangkan General Atomics Aeronautical Systems untuk beroperasi di lingkungan dengan keterbatasan infrastruktur penerbangan.
Pesawat ini dirancang untuk lepas landas dan mendarat dalam jarak pendek. Dengan sayap yang diperbesar, perangkat pengangkat tambahan, roda pendaratan yang tangguh, serta mesin turboprop berkekuatan 450 tenaga kuda, Mojave dapat beroperasi di landasan pendek maupun permukaan tanah yang tidak beraspal.
Dalam pengujian pada 2023, pesawat ini dilaporkan mampu lepas landas dari landasan tanah sepanjang 586 kaki dan mendarat dalam jarak 335 kaki. Mojave juga telah menjalani demonstrasi operasi di kapal induk.
Untuk kebutuhan militer, pesawat ini dirancang mendukung misi pengintaian, pengawasan, peperangan elektronik, dan logistik. Kemampuan beroperasi di lokasi terpencil membuat Mojave menjadi salah satu contoh pengembangan penerbangan tanpa awak untuk kondisi yang sulit dijangkau pesawat konvensional.
2. ETH AI Causal Agent, Robot yang Mampu Mengevaluasi Kesalahan
Teknologi robotika yang diperkenalkan pada 8 Oktober 2026 ini mengembangkan pendekatan agar robot tidak hanya mengikuti urutan gerakan yang sudah ditentukan, tetapi juga dapat mengevaluasi hasil tindakannya.
Sistem yang disebut dalam materi sebagai ETH AI Chris Zero menggabungkan agen robot berbasis penalaran kausal dengan model dunia kausal. Agen tersebut membagi pekerjaan rumit menjadi beberapa tahapan, sedangkan model dunia memperkirakan dampak setiap tindakan terhadap lingkungan.
Ketika hasil aktual tidak sesuai dengan perkiraan, sistem dapat mengenali kegagalan, meninjau kembali pendekatannya, dan menyusun rencana alternatif.
Demonstrasinya mencakup manipulasi objek, persiapan minuman, serta penanganan perubahan situasi saat melakukan pekerjaan fisik. Sistem ini juga dirancang untuk mempelajari prosedur tertentu dari sejumlah demonstrasi terbatas.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penelitian untuk menghasilkan robot yang lebih adaptif ketika menghadapi situasi dunia nyata yang tidak selalu dapat diprediksi.
3. Microsoft Maia 300, Akselerator AI untuk Komputasi Skala Besar
Microsoft Maia 300 merupakan akselerator khusus yang dirancang untuk menangani kebutuhan komputasi AI, termasuk pemrosesan inferensi, percakapan AI responsif, penalaran kompleks, dan agen cerdas yang menjalankan beberapa tahapan pekerjaan.
Menurut materi video, platform ini diumumkan pada 12 Oktober 2026. Arsitektur berbasis chiplet memisahkan fungsi komputasi, pengendalian memori, dan input-output untuk mendukung efisiensi sistem.
Konfigurasi yang dijelaskan menggabungkan 96 akselerator dalam satu sistem berskala rak dengan kebutuhan daya total 167 kilowatt.
Microsoft merancang platform tersebut untuk mendukung layanan cloud dan pengembangan AI, termasuk Copilot serta Microsoft Foundry. Penerapan produksi disebut direncanakan mulai 2027.
Pengembangan akselerator khusus seperti Maia 300 mencerminkan kebutuhan industri terhadap infrastruktur komputasi yang mampu menangani model AI semakin besar dengan efisiensi yang lebih baik.
4. BMW Intelligent Personal Assistant, Asisten Suara Berbasis AI Generatif
BMW mengembangkan kemampuan asisten suara di dalam mobil melalui kolaborasi dengan Amazon. Teknologi yang dijelaskan dalam materi ini memanfaatkan Alexa+ untuk memahami percakapan sehari-hari dan memberikan jawaban sesuai konteks.
Pengemudi dapat mengaktifkannya dengan mengatakan, “Hey BMW”, kemudian memberikan instruksi menggunakan bahasa alami.
Selain membantu mengontrol fungsi kendaraan yang didukung, asisten ini dapat digunakan untuk mencari informasi, mengatur navigasi, dan meminta petunjuk menuju suatu lokasi tanpa harus mengulang perintah dengan format tertentu.
Pengemudi juga dapat menanyakan sebuah tempat, kemudian langsung meminta rute menuju lokasi tersebut dalam percakapan yang sama.
Teknologi ini diperkenalkan bersama BMW iX3 generasi baru. Ketersediaan fitur bergantung pada kompatibilitas kendaraan, perangkat lunak, bahasa, dan pasar tempat kendaraan dipasarkan.
5. Hitachi Land Cross One, Konsep Ekskavator Pintar
Hitachi Construction Machinery bekerja sama dengan Grand Studio mengembangkan Land Cross One, konsep ekskavator futuristis yang diperkenalkan di Bauma 2025.
Konsep tersebut mengeksplorasi penerapan AI, otomatisasi, kamera, sensor, dan antarmuka digital pada alat berat konstruksi.
Land Cross One dirancang dengan beberapa pilihan pengoperasian, yakni kendali manual, pengoperasian jarak jauh, serta pelaksanaan otomatis untuk pekerjaan berulang yang sesuai.
Pendekatan ini berpotensi meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi kebutuhan pekerja berada di area konstruksi berbahaya.
Konsep tersebut juga mengeksplorasi tiga pilihan sumber tenaga, yaitu listrik, diesel, dan hidrogen. Selain itu, sistem pemantauan lokasi kerja dan pemindaian berbantuan drone menjadi bagian dari gagasan pengembangan ekosistem konstruksi terhubung.
Land Cross One masih berstatus konsep, bukan alat berat produksi massal. Meski demikian, rancangan ini menggambarkan kemungkinan integrasi AI dan sistem pengoperasian adaptif pada mesin konstruksi masa depan.
6. Deep Robotics Lynx M20S, Robot Berkaki Roda untuk Medan Sulit
Deep Robotics Lynx M20S merupakan robot industri yang menggabungkan mobilitas roda dan kemampuan bergerak menggunakan empat kaki. Desain tersebut memungkinkan robot melewati rintangan yang sulit dilalui robot beroda konvensional.
Diperkenalkan pada Mei 2026 menurut materi video, Lynx M20S ditujukan untuk inspeksi fasilitas listrik, patroli keamanan, serta operasi tanggap darurat.
Robot ini memiliki bobot sekitar 36 kilogram termasuk baterai. Kapasitas muat standar di medan yang sesuai disebut mencapai 36 kilogram, dengan kapasitas maksimum hingga 100 kilogram menurut produsennya.
Dua sensor lidar 128 kanal dan kamera sudut lebar membantu sistem mengenali lingkungan sekitar. Sementara itu, baterainya diklaim mampu mendukung pengoperasian sekitar 3,5 hingga lima jam tanpa muatan.
Dengan perlindungan IP67, robot ini dirancang untuk mendukung pekerjaan industri di lingkungan luar ruangan yang menantang.
7. Teemo Auto T300, Kendaraan Pengiriman Otonom
Teemo Auto T300 dikembangkan sebagai kendaraan pengiriman tanpa pengemudi untuk kawasan kampus, fasilitas ritel, supermarket, dan jaringan distribusi lokal.
Kendaraan ini memiliki panjang tiga meter, ruang kargo berkapasitas tiga meter kubik, serta kemampuan membawa muatan hingga 500 kilogram.
Baterai berkapasitas 12,7 kWh diklaim mendukung jarak tempuh maksimum 150 kilometer tanpa muatan dan 120 kilometer saat membawa muatan penuh.
Kecepatan maksimumnya mencapai 36 kilometer per jam, sedangkan radius putar minimumnya sekitar 3,5 meter. Spesifikasi tersebut membuatnya lebih sesuai untuk rute pengiriman terkendali dibandingkan perjalanan berkecepatan tinggi.
Dengan mengandalkan sistem kendali elektronik dan teknologi otonom, T300 ditujukan untuk mendukung pengiriman tahap akhir atau last-mile delivery. Teknologi ini berpotensi membantu perusahaan mengatur distribusi barang dengan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pengiriman konvensional yang dikemudikan manusia.
8. Fiat Multipla, Konsep Kendaraan Multifungsi
Fiat Multipla dalam materi video disebut sebagai konsep kendaraan yang diperkenalkan di Paris Motor Show 2026. Namun, status dan detail peluncuran konsep ini perlu diverifikasi melalui sumber resmi Fiat sebelum diperlakukan sebagai fakta.
Konsep yang digambarkan memiliki panjang 4,45 meter dan menggabungkan karakter kendaraan keluarga dengan tampilan SUV serta kepraktisan pikap.
Salah satu fitur utamanya adalah sistem C-pillar Metamorphosis, yang diklaim memungkinkan bagian belakang diubah dari konfigurasi penumpang 6+1 menjadi kendaraan empat tempat duduk dengan bak kargo terbuka.
Fitur lain yang dijelaskan meliputi kursi tambahan multifungsi, spoiler belakang yang dapat berubah menjadi rak untuk dua sepeda, serta layar dasbor yang dapat disembunyikan ketika kendaraan dimatikan.
Meski sejumlah fitur tersebut masih perlu dikonfirmasi, gagasan kendaraan dengan komponen adaptif memperlihatkan arah pengembangan desain otomotif yang berusaha menggabungkan kenyamanan keluarga dan fleksibilitas membawa barang.
9. JAXA Int-Ball 2, Robot Kamera di Stasiun Luar Angkasa
Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang atau JAXA mengembangkan Int-Ball 2, robot kamera terbang yang membantu astronaut mendokumentasikan kegiatan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Robot ini beroperasi di modul eksperimen Jepang Kibo untuk mengambil foto dan video ketika para astronaut menjalankan penelitian ilmiah.
Int-Ball 2 memiliki diameter sekitar 20 sentimeter dan bobot 3,3 kilogram. Delapan baling-baling memungkinkan robot bergerak dalam kondisi gravitasi mikro, sementara kamera navigasi membantu menentukan posisi dan mengarahkan pengambilan gambar.
Salah satu kemampuannya adalah kembali secara otomatis ke stasiun dok untuk mengisi ulang daya. Sistem navigasinya juga dikembangkan agar dapat memperkirakan posisi tanpa selalu bergantung pada penanda visual khusus.
JAXA turut menyediakan lingkungan pemrograman berbasis ROS dan simulator Gazebo bagi pengembang.
Teknologi ini menunjukkan bagaimana robot otonom dapat membantu mengurangi pekerjaan rutin astronaut sekaligus mendukung pengembangan sistem robotika untuk eksplorasi luar angkasa.
10. AgileX Pica Pro, Sistem Pengumpulan Data untuk Melatih Robot
AgileX Pica Pro merupakan sistem pengumpulan data yang ditujukan untuk membantu peneliti mengembangkan robot melalui demonstrasi gerakan manusia.
Berbeda dari robot mandiri yang langsung menjalankan pekerjaan, sistem ini berfokus pada pengumpulan informasi tentang gerakan, objek, dan interaksi fisik yang dapat digunakan dalam pengembangan embodied AI.
Pica Pro menggabungkan perangkat sensor Pica Sense, penjepit robotik, stasiun penentuan posisi, perangkat headset sudut pandang orang pertama, serta perangkat komputasi.
Unit sensor genggamnya memiliki bobot sekitar 460 gram. Penjepit robotik disebut memiliki akurasi penentuan posisi plus-minus 1,5 milimeter dalam kondisi tanpa hambatan dan kekuatan genggam maksimum dua kilogram.
Kamera serta sensor terintegrasi mengumpulkan citra visual, informasi kedalaman, pergerakan spasial, dan data gerakan. Sistem ini juga mendukung ROS 1, ROS 2, dan URDF untuk membantu integrasi dengan alur kerja robotika.
Data hasil demonstrasi dapat digunakan untuk melatih robot agar lebih terampil dalam memanipulasi objek dan melakukan pekerjaan fisik.
11. LUMOS Robot Theater, Robot Humanoid untuk Hiburan
LUMOS Robot Theater memperlihatkan pemanfaatan robotika dalam dunia hiburan melalui pertunjukan yang menggabungkan musik, tari, seni bela diri, dan komedi.
Dikembangkan oleh LUMOS Robotics, proyek ini menggunakan platform robot humanoid yang mengandalkan koordinasi gerakan, keseimbangan, pengaturan waktu, dan kontrol motorik untuk menghasilkan pertunjukan.
Materi video menyebut sejumlah platform yang dikembangkan perusahaan, termasuk seri humanoid berukuran penuh LUS dan robot humanoid berukuran lebih kecil NIX.
Teknologi tersebut menghubungkan perangkat keras robot dengan sistem embodied AI, yakni pendekatan yang mengintegrasikan kecerdasan perangkat lunak dengan tindakan fisik.
Namun, penampilan robot yang terkoordinasi tidak selalu berarti seluruh gerakannya berlangsung secara mandiri tanpa intervensi manusia.
LUMOS Robot Theater menggambarkan potensi robot humanoid untuk digunakan dalam pertunjukan, pameran interaktif, dan presentasi kreatif, sekaligus memperlihatkan pertemuan antara rekayasa teknologi dan seni pertunjukan.
12. SHIELD AI K3 Scout, Kapal Permukaan Tanpa Awak
K3 Scout merupakan kapal permukaan tanpa awak yang dalam materi video dikaitkan dengan SHIELD AI dan Kraken Technology Group. Sistem otonominya menggunakan perangkat lunak Hivemind untuk membantu mengoordinasikan misi maritim.
Video tersebut menyebut demonstrasi dua kapal pada September 2026 di Portsmouth, Inggris, untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian.
Kapal ini memiliki panjang 8,4 meter, kecepatan maksimum 55 knot, serta kapasitas muatan hingga 600 kilogram.
Radar, kamera, dan data sistem identifikasi otomatis atau AIS digunakan untuk membantu kapal memindai area, mengenali target, dan mengoordinasikan kegiatan pelacakan.
Setelah menyelesaikan tugas, sistem diklaim dapat menyesuaikan rencana misi dan melanjutkan pencarian sesuai kondisi.
Platform modular ini juga berpotensi digunakan untuk pengawasan maritim, survei, logistik, serta operasi pencarian dan penyelamatan.
Meskipun mampu menjalankan sejumlah fungsi secara otonom, pengawasan manusia tetap menjadi unsur penting dalam penerapan teknologi tersebut, terutama untuk operasi yang melibatkan keselamatan dan keamanan.
13. Sharper Sweet Assist, Robot Pembuat Es Krim
Materi video menampilkan sistem robot humanoid bernama North yang disebut diterapkan di gerai Dairy Queen di Shanghai, China, pada 29 Agustus 2026.
Robot ini dirancang untuk membantu proses pembuatan es krim Blizzard dengan memanfaatkan peralatan dapur yang sudah tersedia, sehingga tidak memerlukan perubahan besar pada tata letak gerai.
Proses kerja yang dijelaskan mencakup 55 tahapan, mulai dari mengambil bahan, membuka lemari, mencampur es krim, hingga melakukan gerakan membalik gelas yang menjadi ciri khas produk tersebut.
Salah satu komponen yang disebut adalah tangan robotik Sharp Wave, dengan 22 derajat kebebasan aktif dan sensor taktil pada ujung jari yang memiliki lebih dari 1.000 piksel taktil per sensor.
Sensor tersebut membantu robot mengatur tekanan ketika memegang gelas kertas dan menangani es krim.
Sistem AI menggabungkan penglihatan, sentuhan, bahasa, dan kontrol gerakan untuk menjalankan rangkaian tugas. Jika detail produk dan penerapannya dapat dikonfirmasi, teknologi semacam ini berpotensi menjadi contoh penggunaan embodied AI dalam industri makanan dan layanan restoran.
14. Saildrone Surveyor, Platform Otonom untuk Riset Laut
Saildrone Surveyor merupakan platform maritim otonom sepanjang 20 meter yang dirancang untuk penelitian laut, pemetaan dasar laut, dan pemantauan aktivitas maritim.
Sistem penggeraknya menggabungkan tenaga angin dengan mesin diesel berkekuatan 80 tenaga kuda. Platform ini diklaim dapat beroperasi hingga 100 hari di antara kunjungan pemeliharaan, dengan kecepatan pemetaan sekitar enam knot.
Perangkatnya mencakup radar, kamera elektro-optik dan inframerah, data AIS, serta sistem deteksi berbasis pembelajaran mesin untuk membantu mengenali kapal di wilayah operasi.
Untuk kepentingan penelitian, Surveyor dapat membawa sonar multibeam dan sensor khusus guna mengumpulkan informasi terperinci mengenai topografi bawah laut serta lingkungan maritim.
Sistem muatan modular memungkinkan perangkat disesuaikan dengan kebutuhan misi.
Dengan mengumpulkan data di wilayah laut terpencil tanpa awak yang bekerja langsung di atas kapal, teknologi ini dapat memperluas jangkauan penelitian samudra dan pemantauan maritim sekaligus mengurangi kebutuhan penggunaan kapal survei berawak.
15. XPENG Robotics, Pengembangan Robot Humanoid
XPENG Robotics mengembangkan robot humanoid yang dirancang untuk bergerak dan berinteraksi dalam lingkungan manusia. Teknologi yang digambarkan mencakup tulang belakang bionik fleksibel, sistem otot buatan, serta lapisan luar yang dirancang mendukung interaksi fisik.
Materi video menyebut tiga chip AI khusus dengan kemampuan komputasi gabungan hingga 2.250 TOPS. Angka dan konfigurasi tersebut perlu dikonfirmasi melalui dokumentasi resmi perusahaan.
Robot ini menggabungkan model bahasa dan penglihatan dengan sistem yang menghubungkan persepsi, pengambilan keputusan, serta tindakan fisik.
Demonstrasi yang disebut meliputi berjalan, menari, tai chi, menyiapkan kopi, dan menangani objek dengan tangan robotik yang memiliki kemampuan manipulasi terperinci.
XPENG menargetkan penggunaan komersial, antara lain untuk layanan pelanggan, bantuan di pusat perbelanjaan, dan patroli. Materi tersebut juga menyebut rencana produksi massal pada akhir 2026 dan penerapan komersial awal pada 2027.
Pengembangan humanoid ini mencerminkan upaya industri otomotif dan robotika untuk membawa kecerdasan buatan keluar dari lingkungan digital menuju pekerjaan fisik di dunia nyata.
AI dan Robotika Membuka Peluang Industri Baru
Berbagai teknologi tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjawab pertanyaan atau menghasilkan konten digital. AI juga semakin banyak dikembangkan untuk mendukung pergerakan mesin, pengolahan data sensor, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan tugas secara otomatis.
Penerapannya mencakup industri penerbangan, konstruksi, transportasi, layanan makanan, penelitian laut, hingga eksplorasi luar angkasa.
Meski demikian, tingkat kematangan setiap teknologi berbeda. Sebagian sudah digunakan atau menjalani pengujian, sedangkan yang lain masih berupa konsep, demonstrasi, atau rencana penerapan pada masa mendatang.
Karena itu, klaim mengenai kemampuan, jadwal produksi, spesifikasi teknis, dan status komersial perlu dibedakan berdasarkan informasi resmi masing-masing pengembang.
Pada akhirnya, perkembangan AI dan robotika berpotensi mengubah cara industri menjalankan pekerjaan. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi tersebut dapat dioperasikan secara aman, andal, efisien, dan sesuai kebutuhan manusia.
Artikel Terkait
Teknologi AI Terbaru 2026, dari Robot Humanoid hingga Pesawat Tanpa Awak
Galezard Project & Co Hadirkan ‘Higher Than the Sun’, Lagu Dance Penuh Energi
Kiana V Rilis Album ‘I KNOW BETTER’, Angkat Kisah Cinta dan Konflik Batin
Lucy Thomas Bawakan Lagu Legendaris “California Dreamin’” dengan Suara Merdu