• Minggu, 25/10/2026

CES 2027 Hadirkan Inovasi Teknologi, dari Robot Rumah Tangga hingga Mobil Listrik

- Sabtu, 24/10/2026

Citraselebriti — Pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2027 diproyeksikan menjadi panggung bagi berbagai inovasi yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI), robotika, kendaraan listrik, komputasi, hingga perangkat kesehatan digital.

Berbagai teknologi yang diperkenalkan dalam materi tersebut menggambarkan upaya industri untuk menghadirkan perangkat yang tidak hanya canggih, tetapi juga mampu membantu aktivitas sehari-hari, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang baru di berbagai sektor.

Mulai dari robot yang dapat membantu merapikan rumah hingga teknologi antarmuka otak-komputer, inovasi ini menunjukkan luasnya penerapan teknologi modern. Meski demikian, status setiap produk perlu dibedakan karena sebagian masih berupa konsep, perangkat pengembangan, atau teknologi yang memerlukan pengujian lebih lanjut.

Robot Rumah Tangga hingga Pelatih Tenis Berbasis AI

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Voxel Series 1 dari Tuesday Labs. Robot rumah tangga semiotonom ini dirancang untuk membantu merapikan barang, mengingat lokasi benda yang terakhir terlihat, mengambil kebutuhan sehari-hari, serta menyiram tanaman.

Dengan bodi berwarna cerah, lengan artikulasi, dan mata bergaya piksel, Voxel memiliki desain yang berbeda dari robot humanoid konvensional. Kamera dan sistem kecerdasan buatan dirancang untuk membantu robot mengenali lingkungan dalam ruangan. Namun, perangkat ini masih dalam tahap pengembangan sehingga kemampuan operasionalnya di rumah nyata masih perlu dibuktikan.

Di bidang olahraga, Tennix Ultra Max menghadirkan pendekatan latihan tenis berbasis AI. Sistem robotik hasil kolaborasi Shenzhen Enhanced Power Technology dan LimX Dynamics ini dirancang untuk memberikan variasi pukulan berdasarkan lintasan bola, putaran, titik jatuh, dan pergerakan pemain.

Berbeda dari mesin pelontar bola biasa yang cenderung memberikan pola berulang, sistem tersebut ditujukan untuk menghadirkan latihan yang lebih dinamis. Teknologi ini berpotensi membantu pemain melatih kecepatan reaksi, pergerakan kaki, dan konsistensi pukulan tanpa menggantikan peran pelatih manusia.

Sementara itu, Mimic Robotics memperkenalkan perangkat wearable U1 untuk merekam gerakan tangan manusia sebagai data pelatihan robot. Perangkat tersebut menggunakan sensor pada persendian dan ujung jari, serta kamera yang dipasang di pergelangan tangan untuk merekam informasi visual.

Data gerakan tersebut dapat digunakan untuk melatih robot melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, seperti menangani benda rapuh dan menempatkan komponen secara akurat.

Printer 3D Berukuran Besar dan Robot dengan Sensor Sentuhan

Di sektor manufaktur kreatif, Creality Ender 3 V3 Mega disebut menawarkan volume pencetakan 3D sebesar 420 × 420 × 420 milimeter. Kapasitas tersebut memungkinkan pengguna membuat objek berukuran besar tanpa harus membaginya menjadi beberapa bagian.

Fitur yang disebutkan mencakup dukungan material TPU fleksibel, kompensasi getaran, perataan alas otomatis, serta kecepatan cetak hingga 500 milimeter per detik. Konfigurasi tertentu juga diklaim mendukung pencetakan empat warna melalui sistem tambahan CFS Nano.

Adapun Sharper D01 dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan manipulasi robot melalui sensor sentuhan. Robot ini disebut memiliki dua lengan dengan tujuh derajat kebebasan masing-masing, tangan robotik yang dirancang untuk gerakan terperinci, serta kulit elektronik yang mendeteksi kontak fisik.

Sensor tersebut memungkinkan sistem mengenali interaksi dengan benda dan menyesuaikan gerakannya. Teknologi seperti ini berpotensi digunakan dalam penelitian robotika maupun otomatisasi industri yang membutuhkan penanganan objek secara presisi.

Mobil Listrik Performa Tinggi dari Arab Saudi

Industri otomotif juga menjadi bagian dari perkembangan teknologi yang dibahas dalam materi tersebut. Seri kendaraan listrik Ceer disebut mencakup model sedan dan SUV yang dikembangkan untuk memasuki segmen kendaraan listrik premium.

Dalam spesifikasi yang diklaim, kedua model menggunakan arsitektur listrik 800 volt, penggerak semua roda dengan tiga motor, serta tenaga hingga 850 hp pada konfigurasi performa tinggi.

Sedan tersebut diklaim mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 2,6 detik, sedangkan SUV membutuhkan 2,9 detik. Baterai berkapasitas 112 kWh disebut menawarkan jarak tempuh berdasarkan standar NEDC hingga 670 kilometer untuk sedan dan 560 kilometer untuk SUV.

Fitur lain yang disebut meliputi kemudi roda belakang, suspensi udara adaptif, layar digital, dan spion berbasis kamera. Produksi direncanakan berlangsung di Arab Saudi pada 2027.

Namun, angka performa dan jarak tempuh tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui spesifikasi resmi masing-masing model. Angka berdasarkan standar NEDC juga tidak dapat langsung disamakan dengan jarak tempuh dalam kondisi berkendara sehari-hari.

Teknologi Otak-Komputer dan Keselamatan Kendaraan Otonom

Precision Neuroscience mengembangkan Layer 7, sebuah antarmuka otak-komputer atau brain-computer interface (BCI) yang dirancang untuk menerjemahkan aktivitas listrik otak menjadi perintah digital.

Perangkat ini menggunakan susunan 1.024 elektroda ultratipis dan fleksibel yang ditempatkan pada permukaan otak, bukan menembus jaringan otak. Sinyal yang direkam kemudian dianalisis untuk mengenali aktivitas yang berkaitan dengan gerakan atau tindakan tertentu.

Teknologi tersebut berpotensi membantu orang dengan kelumpuhan mengendalikan kursor, menggunakan aplikasi komputer, dan berkomunikasi melalui perangkat digital. Namun, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan keamanan serta efektivitasnya dalam penggunaan jangka panjang.

Dalam bidang kendaraan otonom, NVIDIA juga disebut mengembangkan kerangka evaluasi keselamatan yang dikenal sebagai Halos Safe. Sistem ini ditujukan untuk membantu pengembang menguji teknologi kendaraan otonom melalui simulasi situasi berbahaya, pemeriksaan perangkat lunak dan perangkat keras, pengujian jalan, serta pemantauan setelah kendaraan digunakan.

Pendekatan tersebut bertujuan mengidentifikasi kelemahan sistem sebelum menimbulkan risiko di jalan raya. Meski demikian, pengujian yang komprehensif tidak dapat menjamin kendaraan otonom sepenuhnya bebas dari kecelakaan.

Drone Bersayap dan Komputer Wearable

Inovasi lain hadir melalui Swift dari Bionic Bird, perangkat terbang yang menggunakan gerakan mengepakkan sayap untuk menghasilkan daya angkat dan pergerakan maju. Desain biomimetik tersebut terinspirasi dari cara burung terbang, berbeda dari drone konvensional yang umumnya mengandalkan baling-baling.

Swift disebut dilengkapi sistem stabilisasi penerbangan, kendali melalui aplikasi smartphone, serta opsi pengendali joystick. Dengan konfigurasi ekor kecepatan, perangkat ini diklaim mampu mencapai kecepatan hingga 31 km/jam.

Sementara itu, Vichra Pro Neckband menggabungkan komputasi wearable dengan kacamata XR yang kompatibel. Perangkat berbobot sekitar 170 gram ini dirancang untuk menjalankan aplikasi Android, menampilkan konten digital, dan mendukung pengalaman hiburan maupun produktivitas melalui layar virtual.

Spesifikasi yang tercantum dalam materi meliputi keluaran video 90 Hz, dukungan tampilan 3D berdampingan, pelacakan gerakan tiga derajat kebebasan, serta konfigurasi memori hingga 12 GB RAM dan penyimpanan 256 GB. Ketersediaan fitur tersebut bergantung pada konfigurasi produk yang digunakan.

Implan Pendengaran dan Pengalaman Virtual yang Lebih Nyata

Di bidang kesehatan, sistem implan pendengaran yang disebut sebagai Kleia Nucleus Nexus diperkenalkan dengan fokus pada pengelolaan pengaturan pendengaran. Sistem implan koklea pada dasarnya bekerja dengan mengubah suara menjadi sinyal listrik untuk merangsang saraf pendengaran, sehingga membantu pengguna dengan gangguan pendengaran tertentu mengenali suara.

Materi tersebut menyebut adanya penyimpanan pengaturan pendengaran pada perangkat implan, yang memungkinkan preferensi tertentu dipindahkan ke prosesor eksternal pengganti yang kompatibel. Namun, nama produk, fitur memori internal, dan kemampuan pembaruan firmware perlu diverifikasi melalui dokumentasi resmi produsennya.

Di ranah realitas virtual, Haply Minverse dikembangkan untuk menghadirkan sensasi sentuhan dalam lingkungan digital melalui perangkat haptik yang kompatibel. Teknologi ini memungkinkan pengguna merasakan umpan balik gaya ketika berinteraksi dengan objek virtual.

Penerapan teknologi haptik berpotensi mendukung simulasi medis, pendidikan, rekayasa, dan visualisasi ilmiah. Dengan adanya sensasi fisik, pengguna tidak hanya melihat objek digital, tetapi juga memperoleh respons ketika memanipulasinya.

Layar Holografis dan Komputer Mini

Looking Glass Factory turut mengembangkan teknologi layar holuminesen yang dirancang menghadirkan visual tiga dimensi dengan kesan kedalaman tanpa mengharuskan penonton menggunakan headset VR.

Teknologi tersebut ditujukan untuk menampilkan karakter digital, model produk, dan konten visual yang terlihat memiliki volume. Materi yang diberikan menyebut pilihan ukuran layar 16 inci, 27 inci, dan 86 inci untuk berbagai kebutuhan, mulai dari meja ritel hingga instalasi publik.

Teknologi ini berpotensi digunakan untuk presentasi produk, pameran, periklanan, dan komunikasi visual. Meski disebut sebagai layar holografis, karakteristik visual dan pengalaman yang dihasilkan tetap bergantung pada teknologi tampilan serta konten yang digunakan.

Untuk kebutuhan komputasi sehari-hari, Bosgame E3 Neo ditawarkan sebagai konsep komputer mini yang mengutamakan efisiensi ruang. Perangkat ini disebut menggunakan prosesor Intel N95 empat inti dengan kecepatan hingga 3,4 GHz, RAM DDR4 16 GB, dan SSD 512 GB.

Dukungan keluaran video 4K dan kemampuan menghubungkan hingga tiga layar kompatibel menjadikannya pilihan untuk pekerjaan kantor, pembelajaran daring, serta multitasking ringan. Konektivitas yang dicantumkan meliputi HDMI, USB-C, Wi-Fi 5, Bluetooth 5.0, dan Ethernet 2,5 Gb.

Cermin Pintar untuk Pemantauan Kesehatan

Salah satu konsep yang menarik adalah Omnia dari Withings, yang dirancang menggabungkan cermin interaktif dengan ekosistem perangkat pemantauan kesehatan.

Konsep ini bertujuan menyatukan data dari perangkat kompatibel, seperti timbangan pintar, jam tangan, pemantau tekanan darah, dan pelacak tidur. Informasi tersebut direncanakan ditampilkan melalui antarmuka visual, termasuk model tubuh tiga dimensi dan bantuan AI untuk menjelaskan hasil pengukuran.

Omnia juga mengeksplorasi kemungkinan konsultasi jarak jauh dengan tenaga kesehatan. Dengan pendekatan ini, pengguna dapat memperoleh gambaran lebih terpadu mengenai aktivitas, tidur, berat badan, dan sejumlah indikator kesehatan lainnya.

Namun, Omnia masih perlu diperlakukan sebagai konsep teknologi, bukan perangkat medis yang sudah terbukti tersedia secara komersial. Informasi yang ditampilkan juga tidak menggantikan diagnosis maupun saran dari tenaga kesehatan profesional.

CES 2027 dan Arah Perkembangan Teknologi

Rangkaian inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana AI, robotika, kendaraan listrik, perangkat wearable, dan teknologi kesehatan berpotensi mengubah cara manusia bekerja serta berinteraksi dengan lingkungan.

Meski demikian, CES 2027 merupakan agenda pameran teknologi yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027. Materi yang menyebut produk-produk tersebut belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruhnya telah resmi dipamerkan dalam acara tersebut.

Karena itu, status produk, spesifikasi teknis, jadwal produksi, dan ketersediaan komersial perlu diperiksa melalui sumber resmi masing-masing perusahaan sebelum dijadikan fakta publikasi. Pembedaan antara produk siap jual, prototipe, dan konsep menjadi penting agar perkembangan teknologi dapat diberitakan secara akurat.

Tags

Artikel Terkait

Terkini