• Selasa, 27/10/2026

Film Horor “Rambut Sewu Satu Langkah Getih” Angkat Mitos Lokal Jawa, Tayang 5 November 2026

- Senin, 26/10/2026
Film Horor “Rambut Sewu Satu Langkah Getih” Angkat Mitos Lokal Jawa, Tayang 5 November 2026
jumpa pers menjelang penayangan film

Citraselebriti — Mika Entertainment menggelar gala premiere film horor terbaru berjudul Rambut Sewu Satu Langkah Getih, yang mengangkat mitos dan ritual lokal Jawa sebagai dasar cerita. Film garapan sutradara Hanny R. Saputra dengan produser M. Zakir Rasyidin ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.

Dalam jumpa pers menjelang penayangan film, Hanny R. Saputra menjelaskan bahwa ide cerita berawal dari keinginannya mengangkat mitos lokal Jawa yang dinilai belum banyak dieksplorasi dalam karya sinema horor Indonesia.

Ia bersama penulis melakukan riset selama kurang lebih tiga bulan untuk menggali cerita mengenai ritual rambut sewu yang kemudian dikembangkan menjadi naskah film.

“Fokusnya bagaimana film horor itu berangkat dari mitos yang memang faktanya ada. Jadi, film ini tidak hanya menyuguhkan jump scare, tetapi juga memiliki nilai-nilai budaya dan filosofi,” ujar Hanny.

Menurutnya, film tersebut juga menggambarkan konsekuensi yang harus dihadapi seseorang ketika bersekutu dengan kekuatan gaib. Unsur budaya dan filosofi itu diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.

Salah satu pemeran utama, Taskya Namya, mengaku mendapat tantangan emosional saat memerankan Marni. Ia menyebut adegan kekerasan seksual dalam film menjadi bagian paling berat selama proses syuting.

“Dari mulai reading saja aku sudah merasa sesak. Aku mencoba memposisikan diri di posisi Marni, yang merasa tidak aman, harus berjuang untuk keluarganya, tetapi justru mengalami pelecehan,” kata Taskya.

Ia mengungkapkan bahwa proses pengambilan adegan tersebut membuatnya menangis dan membutuhkan waktu untuk menenangkan diri. Taskya juga mengapresiasi dukungan sutradara, produser, serta tim intimacy coordinator yang membantu menjaga kenyamanan dan keamanan selama proses produksi.

Taskya menambahkan, dukungan para pemain lain turut membantunya mendalami karakter Marni, terutama dalam membangun hubungan dengan tokoh-tokoh yang memiliki keterkaitan erat dalam cerita.

Sementara itu, Wavi Zihan mengungkapkan bahwa perannya menghadirkan tantangan tersendiri karena harus memainkan dua karakter, yakni Wulan dan Sundari, sekaligus menjalani adegan kerasukan tiga entitas.

Menurut Wavi, persiapan dilakukan dengan membangun kepribadian masing-masing karakter terlebih dahulu agar keduanya memiliki perbedaan yang jelas.

“Yang harus dipersiapkan adalah membangun manusianya dulu. Wulan itu seperti apa, apa yang terjadi dalam hidupnya, dan apa bedanya dengan Sundari. Jadi, karakter yang keluar bisa berbeda tanpa harus dipaksakan,” ujar Wavi.

Ia juga menyebut proses syuting yang berlangsung selama bulan puasa menjadi tantangan tambahan. Meski demikian, suasana kerja yang menyenangkan dan dukungan antarpemain membuat pengalaman tersebut tetap berkesan.

Pemeran lainnya, Yusuf Mahardika, turut merasakan pengalaman baru melalui proyek horor ini. Ia mengaku mendapat banyak dukungan dari sutradara dan produser selama proses produksi.

Adapun Ruth Marini mengaku terkesan dengan penampilan para pemain, khususnya ketika melihat perubahan karakter yang ditampilkan dalam adegan kerasukan. Menurutnya, kekompakan seluruh pemain membuat proses syuting berlangsung menyenangkan.

Taskya Namya, Wavi Zihan, Yusuf Mahardika, Donny Alamsyah, Ruth Marini, Dayinta Melira, Elissa Knapp, Bonar Manalu, Yewen, Sadana Agung, Nandhi Narendra, Nita Gunawan, Nugie, dan Ihsan Tarore menjadi bagian dari jajaran pemeran film tersebut.

Selain menghadirkan kisah horor yang berakar pada mitos lokal, Rambut Sewu Satu Langkah Getih juga melibatkan Almira Andani sebagai penyanyi lagu tema, dengan Badai dan Adi Karno sebagai pencipta lagu tema.

Melalui perpaduan mitos Jawa, unsur supranatural, dan konflik antarkarakter, film produksi Mika Entertainment ini diharapkan menghadirkan cerita horor yang tidak hanya mengandalkan ketegangan, tetapi juga menyampaikan pesan mengenai konsekuensi dari pilihan yang diambil manusia.


Tags

Artikel Terkait

Terkini