Citraselebriti – McLaren memperkenalkan supercar edisi terbatas terbaru, McLaren 788 HS (High Sport), sebuah model yang tidak hanya menawarkan performa lebih buas dibandingkan 750S, tetapi juga menjadi simbol berakhirnya era McLaren bermesin V8 twin-turbo tanpa teknologi hybrid.
Nama HS merupakan singkatan dari High Sport, sebuah penamaan legendaris yang sebelumnya hanya digunakan pada dua model eksklusif McLaren. Salah satunya adalah MSO HS yang diproduksi terbatas sebanyak 25 unit oleh divisi McLaren Special Operations (MSO) sekitar satu dekade lalu. Mobil tersebut dikenal memiliki tenaga lebih besar, aerodinamika lebih agresif, serta berbagai komponen ringan berbahan serat karbon.
Pada McLaren 788 HS, pabrikan asal Inggris tersebut meningkatkan performa mesin V8 twin-turbo hingga menghasilkan 788 PS atau sekitar 777 hp, naik 38 hp dibandingkan McLaren 750S. Meski tenaganya bertambah, akselerasi 0-100 km/jam tetap berada di angka 2,8 detik, sementara kecepatan puncaknya mencapai 205 mph atau sekitar 330 km/jam.
McLaren menjelaskan bahwa peningkatan performa lebih difokuskan pada kemampuan menikung dan kestabilan berkat paket aerodinamika baru, bukan sekadar mengejar kecepatan maksimum.
Secara desain, McLaren 788 HS mendapatkan ubahan menyeluruh pada sektor aerodinamika. Bagian depan kini dibekali splitter baru, saluran udara S-Duct pada kap mesin, serta desain “fangs” yang mengoptimalkan aliran udara menuju radiator. Sistem tersebut dirancang untuk menghasilkan downforce lebih besar tanpa harus menggunakan sayap kecil tambahan yang sulit memenuhi regulasi keselamatan pejalan kaki.
Di bagian samping hadir velg forged ultra ringan dengan center lock layaknya mobil balap, dipadukan rem karbon-keramik yang diadopsi dari McLaren Senna. Mobil ini juga menggunakan ban performa tinggi Pirelli Trofeo R khusus yang dikembangkan bersama McLaren.
Salah satu ciri paling mencolok adalah hadirnya roof scoop sebagai perlengkapan standar. Komponen tersebut bukan sekadar aksesori, melainkan saluran pendingin yang membantu menurunkan temperatur ruang mesin secara signifikan.
Buritan mobil tampil lebih agresif melalui penggunaan sayap belakang aktif berukuran besar yang mampu berubah posisi sesuai kebutuhan. Saat pengereman keras, wing akan berfungsi sebagai air brake, sedangkan ketika melaju kencang dapat berubah ke mode rendah hambatan udara layaknya sistem DRS.
McLaren juga memasang diffuser terbesar yang pernah digunakan pada keluarga 700 Series, lengkap dengan teknologi yang terinspirasi dari Formula 1 guna meningkatkan efisiensi aliran udara di bawah kendaraan.
Meski memiliki perangkat aerodinamika lebih kompleks, bobot kering McLaren 788 HS tetap hanya sekitar 1.265 kilogram, atau sekitar 12 kg lebih ringan dibandingkan 750S.
Untuk menjaga eksklusivitas, McLaren hanya akan memproduksi 100 unit versi Coupe dan 100 unit versi Spider. Harga resmi belum diumumkan karena setiap mobil akan dibuat secara personal sesuai keinginan pelanggan melalui program kustomisasi MSO. Namun, estimasi harga diperkirakan berada di atas 300.000 poundsterling.
Selain meluncurkan produk baru, McLaren juga tengah menjalani fase transformasi besar. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan menghadapi tantangan finansial, isu kualitas produksi, serta persaingan yang semakin ketat di segmen supercar.
Kini McLaren telah bergabung dengan perusahaan teknologi otomotif Inggris bernama Forseven (47)melalui dukungan dana investasi dari Abu Dhabi. Restrukturisasi tersebut diklaim membawa suntikan investasi sekitar 1,5 miliar poundsterling untuk mempercepat pengembangan lini kendaraan baru.
Di bawah kepemimpinan CEO baru Nick Collins, mantan eksekutif Jaguar Land Rover, McLaren dikabarkan tengah menyiapkan berbagai model masa depan, termasuk kendaraan empat pintu dan kemungkinan SUV performa tinggi guna memperluas pasar.
Dengan hadirnya McLaren 788 HS, pabrikan asal Woking itu tidak hanya mempersembahkan supercar edisi terbatas berteknologi tinggi, tetapi juga menutup satu bab penting dalam sejarahnya sebagai pembuat mobil bermesin V8 non-hybrid sebelum memasuki era elektrifikasi.
Artikel Terkait
Ibrahim Rasyid Jalani Riset Mendalam Demi Perankan Polisi di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain
Oka Antara Ungkap Tantangan Perankan Davin di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain
Dinda Kirana Beberkan Tantangan Memerankan Asti-Ariana di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain
Goja Tampilkan Koreografi Enerjik “Mi Chico” Bersama HolyBang