Citraselebriti – Aktris Dinda Kirana mengungkapkan tantangan besar yang dihadapinya saat memerankan karakter utama dalam sinetron “Wajah Cinta Yang Lain” SCTV. Menurutnya, peran Asti yang kemudian berubah menjadi Ariana bukan sekadar menghadirkan dua sosok berbeda, melainkan satu karakter dengan lapisan emosi yang sangat kompleks.
Dinda menjelaskan bahwa setiap interaksi Asti-Ariana dengan karakter lain memiliki nuansa emosi yang berbeda. Hal itu membuatnya harus terus menyesuaikan cara berakting di setiap adegan.
“Ini bukan memainkan dua karakter yang berbeda, tetapi satu karakter yang punya banyak layer. Saat berhadapan dengan Bima berbeda, dengan David berbeda, dan dengan Firza juga berbeda. Jadi emosinya terus berubah-ubah, dan itu sangat menantang,” ungkap Dinda dalam wawancara via virtual zoom SCTV, Jakarta,Kamis ( 9/7).
Meski penuh tantangan, Dinda mengaku menikmati proses tersebut. Ia menilai “Wajah Cinta Yang Lain” menghadirkan warna baru di dunia sinetron Indonesia karena mengangkat tema balas dendam atau revenge, sesuatu yang jarang menjadi fokus utama dalam cerita sinetron.
“Kalau biasanya sinetron identik dengan drama keluarga atau percintaan, di sini lebih menonjolkan perjuangan seseorang untuk bangkit dan melawan setelah disakiti. Itu yang membuat ceritanya terasa berbeda,” katanya.
Untuk menjaga konsistensi emosinya selama proses syuting, Dinda mengaku sangat terbantu oleh kerja sama seluruh tim produksi. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara para pemain, kru, hingga orang-orang di balik layar menjadi faktor penting agar ia bisa mempertahankan konsentrasi dan kesinambungan emosi dalam setiap adegan.
“Semua saling mendukung. Bukan hanya pemain, tetapi juga tim produksi dan kru di balik layar. Dukungan mereka sangat membantu menjaga fokus dan continuity emosi saat syuting,” jelasnya.
Dinda kemudian menjelaskan hubungan emosional Asti dengan tiga karakter penting dalam cerita. Bima menjadi sosok yang memicu kembali luka masa lalu Asti. Kehadirannya mengingatkan Asti pada pengkhianatan yang menjadi alasan dirinya berubah menjadi Ariana dan menjalankan misi balas dendam.
Sementara itu, hubungan dengan David menghadirkan dinamika yang berbeda. Bersama David, Ariana tampil sebagai perempuan yang kuat dan penuh percaya diri. Meski sering terlibat pertengkaran, interaksi keduanya justru dipenuhi momen-momen canggung dan lucu yang menjadi bumbu menarik dalam cerita.
“Kalau dengan David banyak adegan yang penuh gengsi, saling berdebat, tapi justru itu yang membuat hubungan mereka menarik untuk diikuti,” tutur Dinda.
Adapun sosok Firza memiliki peran yang lebih emosional bagi Asti. Menurut Dinda, kehadiran Firza menjadi pengobat luka terdalam yang selama ini disimpan karakter tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa pada awal cerita Asti tengah mengandung anak yang telah dinantikannya selama bertahun-tahun bersama Bima. Namun, tragedi besar membuatnya kehilangan sang buah hati. Karena itu, pertemuannya dengan Firza menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan batin Asti.
“Firza seperti membantu menyembuhkan luka yang selama ini dipendam Asti. Ada kerinduan yang sangat besar dalam dirinya untuk memiliki anak, sehingga hubungan mereka memiliki nuansa yang sangat berbeda dibandingkan dengan karakter lainnya,” pungkas Dinda.
Dengan karakter yang penuh lapisan emosi dan hubungan yang unik dengan setiap tokoh, Dinda Kirana optimistis “Wajah Cinta Yang Lain” akan menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda, menyuguhkan kisah balas dendam, perjuangan, dan penyembuhan luka yang dikemas dalam drama penuh emosi.
Artikel Terkait
Ibrahim Rasyid Jalani Riset Mendalam Demi Perankan Polisi di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain
Oka Antara Ungkap Tantangan Perankan Davin di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain
Dinda Kirana Beberkan Tantangan Memerankan Asti-Ariana di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain
Goja Tampilkan Koreografi Enerjik “Mi Chico” Bersama HolyBang