Citraselebriti– Pabrikan hypercar Apollo Automobil akhirnya memulai produksi Apollo EVO, model ekstrem yang sebelumnya hanya hadir sebagai prototipe. Produksi kendaraan ini sangat terbatas, yakni hanya 10 unit di seluruh dunia. Mobil pertama yang diserahkan kepada pelanggan diberi nama unik Caribbean Dragon.
Apollo EVO tampil dengan desain futuristis yang agresif, dipenuhi lekukan tajam dan elemen aerodinamika berbahan serat karbon. Berbeda dengan kebanyakan hypercar, bodi EVO terdiri dari 75 panel serat karbon terpisah, masing-masing mendapatkan delapan lapis pengecatan manual. Proses penyelesaian eksteriornya bahkan diklaim memakan waktu sekitar 1.000 jam.
Pabrikan mengklaim desain ekstrem tersebut bukan hanya untuk estetika. Apollo menyebut EVO mampu menghasilkan downforce hingga 1.350 kilogram pada kecepatan sekitar 214 km/jam (133 mph). Angka itu bahkan diklaim melebihi bobot kering mobil yang hanya 1.300 kilogram, berkat penggunaan struktur serat karbon secara menyeluruh.
Sebagai mobil khusus lintasan (track only), Apollo EVO mengusung berbagai solusi aerodinamika canggih, seperti sayap depan berlapis, diffuser karbon berukuran besar, suspensi terbuka, saluran udara raksasa, serta sayap belakang aktif yang dirancang untuk menghasilkan gaya tekan maksimal saat melaju di sirkuit.
Desain pintunya juga tidak kalah unik. Untuk membuka tutup tangki bahan bakar, pemilik harus terlebih dahulu membuka panel sayap besar di bagian belakang. Mekanisme tersebut menjadikan Apollo EVO memiliki salah satu desain penutup tangki paling rumit di dunia otomotif.
Di balik bodinya yang ekstrem, Apollo EVO mengandalkan mesin V12 naturally aspirated 6,3 literyang dikembangkan dari basis mesin Ferrari F140 dan direkayasa ulang oleh spesialis balap HWA. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 800 PS (sekitar 789 hp) yang disalurkan ke roda belakang melalui transmisi sekuensial enam percepatan dengan paddle shift.
Performanya pun tidak main-main. Apollo mengklaim EVO mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 2,7 detik dan mencapai kecepatan maksimum sekitar 335 km/jam (208 mph).
Interiornya mengusung konsep mobil balap murni. Kabin didominasi material serat karbon dan aluminium, tanpa sistem hiburan maupun fitur kenyamanan seperti cup holder atau airbag. Pengemudi disuguhkan setir model quick release, layar digital, pengaturan ABS, kontrol traksi, mode mesin, hingga pengaturan brake bias yang semuanya difokuskan untuk kebutuhan berkendara di lintasan.
Apollo juga menyematkan detail eksklusif, seperti kunci berbahan aluminium solid, sistem starter khas mobil balap, serta komponen berbahan emas di area penutup tangki bahan bakar sebagai penghormatan terhadap desain klasik hypercar legendaris.
Apollo EVO merupakan penerus Apollo Intensa Emozione (IE) dan menjadi simbol evolusi perusahaan yang lahir dari transformasi merek Gumpert Apollo. Dengan produksi yang hanya 10 unit dan harga mencapai 3 juta euro atau sekitar Rp57 miliar (belum termasuk pajak), hypercar ini diposisikan sebagai kendaraan eksklusif bagi kolektor otomotif kelas dunia yang menginginkan performa ekstrem sekaligus desain yang benar-benar berbeda dari hypercar pada umumnya.
Artikel Terkait
Selfi Yamma Lepas Lagu “Sampaikan Rindu”, Curahkan Kerinduan Lewat Lirik Penuh Perasaan
Judika dan Eloco Gonzales Kompak Cetak Gol, Selebriti FC Taklukkan Football Traveler Cirebon
OH YOOJIN Rilis Single Baru “What’s Up, Fox?”, Tampilkan Pesona Ceria dengan Sentuhan Pop Ceria
Sony Xperia 1 IX Dirumorkan Hadir dengan Kamera 200 MP dan Layar Tanpa Bezel