• Jum'at, 31/07/2026

Abdullah Mansuri: Film Istimewa Buktikan Anak Disabilitas Punya Hak Bersinar

- Kamis, 23/07/2026
Abdullah Mansuri: Film Istimewa Buktikan Anak Disabilitas Punya Hak Bersinar
Produser dan sutradara film Istimewa

Citraselebriti – Film Istimewa hadir sebagai karya layar lebar yang mengangkat kisah inspiratif anak-anak penyandang disabilitas. Produser Abdullah Mansuri menegaskan bahwa film ini lahir dengan misi sosial, sekaligus membuktikan bahwa cerita tentang penyandang disabilitas memiliki tempat di industri perfilman Indonesia.

Dalam keterangannya kepada media, Abdullah mengakui banyak pihak yang meragukan potensi film bertema disabilitas. Namun, ia justru ingin membuktikan bahwa kisah para anak istimewa mampu menyentuh hati penonton sekaligus membawa pesan yang kuat.

“Film ini dianggap berani karena mengangkat kisah anak-anak disabilitas. Banyak yang mengatakan film seperti ini tidak akan laku, tetapi kami ingin membuktikan kepada dunia bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk dikenal dan diapresiasi,” ujar  Abdullah Masuri di peluncuran trailer dan poster di kantor Kairos Puctutes, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Kamis ( 23/7)

Abdullah menyebut terdapat sekitar 22 juta penyandang disabilitas di Indonesia yang membutuhkan representasi positif. Melalui Istimewa, ia berharap para penyandang disabilitas, khususnya anak-anak, mendapatkan motivasi untuk terus berkarya dan percaya pada kemampuan mereka.

Proses produksi film ini juga tidak mudah. Tim menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemilihan materi promosi hingga kondisi salah satu pemeran yang sempat mengalami gangguan kesehatan. Meski demikian, seluruh hambatan berhasil dilalui hingga film rampung diproduksi.

Sementara itu, sutradara Ruben Adrian mengungkapkan bahwa penggarapan Istimewa memakan waktu hampir dua tahun. Tim produksi melakukan pencarian terhadap lebih dari 4.000 anak penyandang disabilitas di berbagai daerah di Indonesia sebelum akhirnya memilih enam pemeran utama yang kisah hidupnya menjadi inspirasi film tersebut.

Menariknya, keenam anak tersebut belum pernah bermain film sebelumnya. Meski sebagian sudah terbiasa membuat konten di media sosial, mereka berhasil menunjukkan kemampuan akting setelah menjalani proses pelatihan intensif.

Ruben menjelaskan, penulisan naskah berlangsung sekitar satu tahun, disusul masa persiapan selama dua bulan untuk melatih para pemain. Proses syuting sendiri berlangsung sekitar satu bulan dan dilaksanakan pada tahun lalu.

Film Istimewa juga didukung sejumlah nama di belakang layar, di antaranya penulis sekaligus sutradara Ruben Adrian, produser Abdullah Mansuri, penata kamera Padri Nadeak, ICS, penata artistik Bayd Christiang, penyunting Dambar Doni Sumantri, penata kostum Ester Kennieta Theresia Lumy, penata rias dan rambut Siti Yuli, penata peran Catherine dan Winerungan, penata suara Jonet Sri Untoro, penata musik Gardika Gigih, desainer poster Alvin Hariz, hingga tim efek visual Jagakarya Studio.

Melalui perpaduan kisah nyata, proses produksi yang panjang, dan keterlibatan anak-anak penyandang disabilitas sebagai pemeran utama, Istimewa diharapkan menjadi film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk melihat kemampuan luar biasa yang dimiliki setiap anak tanpa memandang keterbatasan fisik mereka.

Tags

Artikel Terkait

Terkini