Citraaelebriti-Perkembangan teknologi wearable semakin pesat pada 2026. Kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi sekadar konsep futuristis, melainkan telah menjadi perangkat yang mampu membantu aktivitas sehari-hari, mulai dari menerjemahkan percakapan secara real-time, menjawab pertanyaan, mengambil foto dan video, hingga menampilkan informasi langsung di depan mata pengguna.
Perpaduan antara AI, augmented reality (AR), kamera, dan asisten virtual membuat kacamata pintar diprediksi menjadi salah satu perangkat yang berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap smartphone. Berikut deretan 15 kacamata AI tercanggih yang mencuri perhatian sepanjang 2026.
Di posisi pertama ada Vuzix Helix, kacamata AI yang dikembangkan bersama Nvidia untuk kalangan profesional. Perangkat ini dibekali kamera 12 MP, empat mikrofon, speaker stereo, konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth 5.3, serta mampu menganalisis lingkungan secara real-time melalui perintah suara. Dengan harga mulai US$599, Helix dirancang khusus bagi teknisi, insinyur, dan pekerja lapangan.
Selanjutnya terdapat Halliday G2, yang mengutamakan produktivitas tanpa kamera. Kacamata ini menawarkan ringkasan rapat otomatis, penerjemahan lebih dari 45 bahasa, asisten AI, serta layar micro-LED yang memproyeksikan informasi langsung ke bidang pandang pengguna. Bobotnya kurang dari 50 gram dengan daya tahan baterai hingga 12 jam. Harga awalnya juga US$599.
Google turut meramaikan pasar lewat Project Aura, proyek bersama XREAL berbasis Android XR. Kacamata ini mengusung layar transparan 70 derajat, Gemini AI, kontrol suara, pelacakan tangan, dan akses ke aplikasi Android melalui perangkat komputasi kecil. Produk tersebut diperkirakan dibanderol tidak lebih dari US$1.500 saat diluncurkan pada musim gugur 2026.
Bagi kreator konten, Owo Sunshine Brave menawarkan kamera 4K 30 fps, foto 24 MP, mikrofon internal, sertifikasi tahan cipratan air IPX4, serta pilihan penyimpanan hingga 512 GB. Dengan harga mulai US$115, perangkat ini menjadi alternatif ekonomis dibanding kamera aksi konvensional.
Sementara itu, Rokid Glasses menggabungkan AI dan AR dalam desain ringan berbobot 49 gram. Perangkat ini dilengkapi kamera 12 MP, layar micro-LED ganda dengan tingkat kecerahan hingga 1.500 nits, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.3, serta dukungan ChatGPT dan Gemini AI. Fitur unggulannya meliputi penerjemahan langsung, navigasi, dan asisten suara. Harga jualnya sekitar 799 dolar AS.
Pilihan lainnya adalah Inmo Go 3, yang menghadirkan layar waveguide micro-LED, dukungan 98 bahasa untuk penerjemahan real-time, navigasi AR, kontrol gestur, serta baterai yang dapat diganti. Kacamata ini dipasarkan mulai US$599.
Kemudian ada AI View AI Glasses, yang menonjolkan perlindungan privasi karena pemrosesan visual dilakukan langsung di perangkat tanpa penyimpanan gambar di cloud. Fitur lain mencakup pengenalan objek, navigasi, teleprompter, dan penerjemahan langsung. Harga awalnya diperkirakan sekitar US$500.
Di segmen premium, Meta Ray-Ban Display menjadi salah satu inovasi paling menarik. Selain mempertahankan desain khas Ray-Ban, perangkat ini dibekali layar penuh warna di lensa, kamera ultra-wide 12 MP, enam mikrofon, speaker open-ear, serta Meta Neural Band yang memungkinkan kontrol melalui gerakan tangan. Daya tahan baterainya mencapai enam jam dengan tambahan 30 jam melalui charging case. Harga mulai US$799.
Meizu Star V lebih berfokus pada hiburan berbasis AR. Menggunakan layar OLED Sony beresolusi 1080p per mata dengan refresh rate 120 Hz, perangkat ini mampu menghadirkan layar virtual hingga 188 inci untuk menonton film maupun bermain gim. Harga awalnya sekitar US$390.
Bagi gamer, ROG XREAL Air 1 hasil kolaborasi Asus ROG dan XREAL menawarkan layar micro-OLED 1080p per mata, refresh rate 240 Hz, waktu respons 0,01 milidetik, serta layar virtual hingga 171 inci. Produk ini dibanderol sekitar US$850.
Lucid Reebok Optical mengusung desain sporty dengan speaker hi-fi open-ear, mikrofon peredam bising, dukungan Siri, Google Assistant, ChatGPT, dan Lucid AI. Baterainya mampu bertahan hingga 12 jam dan kompatibel dengan lensa resep. Harga mulai US$249.
Selanjutnya, Dream Smart XR hadir sebagai perangkat berbasis Android XR dengan layar micro-OLED, kontrol gestur, penerjemahan langsung, dan dukungan aplikasi Android. Harga yang diperkirakan sekitar US$899 menempatkannya di kelas premium.
Alibaba juga memperkenalkan Quark AI Glasses yang ditenagai model AI Qwen. Perangkat ini mendukung penerjemahan real-time, pengenalan objek, ringkasan rapat, navigasi, serta menggunakan prosesor Snapdragon AR1 dan kamera Sony 3K. Model S1 dipasarkan mulai US$537.
Pilihan menarik lainnya adalah GSPro 28 dari Gandee. Dengan bobot hanya 29 gram, perangkat ini mendukung ChatGPT dan DeepSeek AI, penerjemahan hingga 145 bahasa, audio spasial, Bluetooth 5.4, sertifikasi IP54, fitur Apple Find My, hingga pemantauan postur leher dan deteksi jatuh. Harganya sekitar US$170.
Melengkapi daftar tersebut, EIO AR1 menawarkan kombinasi AI dan augmented reality melalui layar micro-OLED, platform Snapdragon AR, kontrol suara, navigasi, notifikasi, penerjemahan langsung, dan akses aplikasi secara hands-free. Harga awalnya diperkirakan sekitar US$700.
Kemunculan berbagai perangkat ini menunjukkan bahwa teknologi AI wearable semakin matang dan siap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan kemampuan yang terus berkembang, kacamata pintar diproyeksikan menjadi salah satu perangkat teknologi paling berpengaruh dalam beberapa tahun mendatang, terutama untuk produktivitas, komunikasi, hiburan, hingga kebutuhan profesional.
Artikel Terkait
Alan Walker dan AVA Hadirkan Kisah Kerinduan Mendalam Lewat Single “Alone”
Alex Earle Ungkap Alami Serangan Panik Akibat Gelombang Komentar Kebencian di Media Sosial
Kisah Kehidupan di Permukiman Terapung di Pinggiran Kota Buatan
BlackBerry Bold 5G Dirumorkan Bangkit dengan Desain Premium dan Spesifikasi Flagship