Citraselebriti- Aktris Anya Taylor-Joy berbagi cerita mengenai proyek terbarunya, “Lucky”, dalam sebuah wawancara santai bertema kencan pertama bersama pembawa acara. Percakapan tersebut tidak hanya membahas serial yang dibintanginya, tetapi juga perjalanan karier, kehidupan pribadi, hingga pandangannya tentang hubungan dan popularitas.
Dalam kesempatan itu, Anya mengungkapkan bahwa keterlibatannya di “Lucky” tidak hanya sebagai pemeran utama, tetapi juga sebagai produser eksekutif. Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut berawal ketika aktris sekaligus produser Reese Witherspoon mengirimkan novel “Lucky” kepadanya dan mengajak untuk ikut memproduksi adaptasi tersebut.
Setelah membaca novelnya, Anya mengaku langsung tertarik dengan karakter Lucky yang dinilainya memiliki sisi kompleks. Menurutnya, tokoh tersebut berhati baik, tetapi kerap mengambil keputusan yang berada di wilayah abu-abu secara moral. Kompleksitas itulah yang membuatnya ingin terlibat lebih jauh dalam proses kreatif serial tersebut.
Aktris peraih berbagai penghargaan itu mengatakan pengalaman menjadi produser eksekutif memberinya ruang lebih besar untuk ikut menentukan arah produksi. Mulai dari pengembangan cerita, tampilan visual, hingga nuansa yang ingin dibangun, semuanya menjadi pengalaman baru yang sangat ia nikmati.
Anya juga memuji jajaran pemain “Lucky” yang disebutnya tampil luar biasa. Ia secara khusus menyoroti aktris Annette Bening, yang menurutnya selalu mampu menghadirkan kejutan dalam setiap adegan sehingga membuat proses syuting terasa menyenangkan.
Di luar pembahasan proyek, Anya bercerita mengenai kehidupannya yang pernah tinggal di beberapa negara. Lahir di Amerika Serikat, ia kemudian sempat menetap di Argentina sebelum akhirnya tinggal di London. Pengalaman berpindah negara membuat logat bahasa Inggrisnya sering berubah mengikuti lingkungan sekitar, sesuatu yang menurutnya menguntungkan dalam dunia akting.
Saat ditanya mengenai kehidupannya sebagai figur publik, Anya mengaku kini tidak lagi terlalu memikirkan opini orang lain. Baginya, yang terpenting adalah menjaga hubungan baik dengan orang-orang terdekat dan tidak berusaha menyenangkan semua orang.
“Kalau orang-orang yang mencintaimu bahagia dan kamu juga baik dengan mereka, itu sudah cukup,” ujarnya.
Percakapan juga diwarnai berbagai pertanyaan ringan seputar hobi dan kehidupan sehari-hari. Anya mengungkapkan dirinya lebih menyukai kencan spontan dibanding yang direncanakan, memilih pelukan daripada jabat tangan saat pertama bertemu, serta mengaku lebih senang menjadi penumpang daripada pengemudi karena hingga kini belum bisa mengemudi.
Ia juga berbagi selera musik yang biasa menemani makan malam. Menurutnya, lagu-lagu dari Cocteau Twins menjadi pilihan yang sempurna untuk membuka suasana sebelum beralih ke alunan jazz klasik era 1950-an.
Menutup wawancara, Anya mengungkapkan bahwa setiap karakter yang pernah diperankannya selalu memberikan pelajaran baru dalam hidup. Ia merasa perjalanan sebagai seorang aktris berjalan beriringan dengan proses pendewasaan dirinya sebagai manusia, sehingga setiap proyek memiliki makna tersendiri dalam karier maupun kehidupan pribadinya.
Artikel Terkait
Ahmad Dhani Harap Garuda TV Hadirkan Lebih Banyak Program Musik Indonesia
Untung Pranoto Ungkap Konsep Mahayuga, HUT Ke-3 Garuda TV Tampil Lebih Megah
Picheolin Rilis “Nolabose”, Lagu Pesta Penuh Energi dengan Sentuhan Budaya Korea
Virzha Siapkan 10 Lagu untuk Meriahkan Puncak HUT Ke-3 Garuda TV Bertajuk Mahayuga