• Selasa, 04/08/2026

China Kembangkan Kapal Perang Nirawak JARI USV-A “Orca”, Usung Desain Trimaran Berkecepatan Tinggi

- Minggu, 02/08/2026
China Kembangkan Kapal Perang Nirawak JARI USV-A “Orca”, Usung Desain Trimaran Berkecepatan Tinggi
kapal perang tanpa awak melalui kehadiran JARI USV-A

Citraselebriti- China terus mengembangkan teknologi kapal perang tanpa awak melalui kehadiran JARI USV-A yang dijuluki “Orca”. Kapal permukaan nirawak (Unmanned Surface Vessel/USV) ini dirancang sebagai platform tempur berkecepatan tinggi yang mampu beroperasi tanpa awak tetap di atas kapal.

Berdasarkan data yang dipublikasikan pabrikan, Orca memiliki panjang sekitar 58 meter, lebar 23 meter, dan bobot sekitar 420 ton. Kapal ini menggunakan desain trimaran, yakni satu lambung utama yang dipadukan dengan dua lambung penyeimbang di sisi kanan dan kiri. Konfigurasi tersebut memberikan stabilitas lebih baik sekaligus menyediakan ruang dek yang lebih luas dibanding kapal monohull konvensional.

Orca diklaim mampu melaju hingga 40 knot dengan jangkauan operasi mencapai 4.000 mil laut, sehingga dirancang untuk menjalankan misi jarak jauh tanpa memerlukan keberadaan awak secara permanen.

Secara visual, kapal ini dilengkapi sejumlah sistem tempur modern. Pada bagian haluan terdapat dudukan senjata yang dapat disembunyikan di bawah dek, sementara di atas superstruktur berdiri tiang sensor terintegrasi dengan empat panel radar datar. Area belakang superstruktur juga disiapkan untuk sistem peluncur vertikal, sedangkan buritan menyediakan dek penerbangan yang mampu mengoperasikan helikopter tanpa awak.

Meski demikian, tantangan terbesar bukan terletak pada persenjataan yang terlihat dari luar, melainkan bagaimana seluruh sistem kapal dapat bekerja secara mandiri. Tanpa awak di atas kapal, seluruh fungsi seperti navigasi, propulsi, distribusi listrik, sistem pendingin, komunikasi, hingga pemantauan kerusakan harus dikendalikan oleh komputer dan jaringan sensor secara otomatis.

Sistem tersebut juga harus mampu mendeteksi gangguan, menganalisis kondisi kapal, mengambil keputusan, hingga mengaktifkan sistem cadangan apabila terjadi kerusakan selama pelayaran. Dengan kata lain, fungsi yang biasanya dijalankan oleh kru kapal harus digantikan oleh kombinasi perangkat lunak, sensor, dan sistem kendali jarak jauh.

Proses pembangunannya pun disebut memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Ketiga lambung kapal harus dirakit dengan tingkat presisi yang sangat tinggi agar mampu menahan beban saat menghadapi gelombang laut. Kesalahan kecil dalam penyelarasan struktur dapat memengaruhi kestabilan dek, superstruktur, hingga area pendaratan pesawat nirawak.

Pada Mei 2022, China State Shipbuilding Corporation (CSSC) melalui 716 Research Institutemengumumkan pembangunan kapal nirawak trimaran berkecepatan tinggi dengan sistem propulsi buatan dalam negeri. Meski saat itu tidak secara resmi menyebut nama JARI USV-A, berbagai gambar dan informasi yang muncul kemudian menunjukkan kemiripan dengan kapal Orca yang kini dipamerkan.

Sebelum menjalani uji laut, Orca melewati serangkaian pengujian di dermaga, mulai dari pemeriksaan sistem kelistrikan, komunikasi, sensor navigasi, hingga respons sistem kendali terhadap berbagai perintah. Setelah itu kapal menjalani uji manuver di pelabuhan sebelum memasuki pengujian di laut lepas.

Pada September 2025, sejumlah foto memperlihatkan JARI USV-A sedang menjalani sea trial dengan membawa helikopter nirawak di dek belakang. Meski demikian, pengujian tersebut belum menjadi bukti bahwa kapal telah resmi diterima angkatan laut, memasuki produksi massal, atau sepenuhnya siap digunakan dalam operasi tempur.

Pengujian di laut dilakukan untuk mengevaluasi performa kapal saat berlayar, termasuk stabilitas trimaran, konsumsi daya, akurasi radar, efektivitas komunikasi, serta integrasi dengan wahana udara nirawak. Seluruh sistem harus mampu bekerja secara bersamaan dalam berbagai kondisi cuaca dan gelombang.

Jika dibandingkan dengan kapal nirawak milik Amerika Serikat seperti Sea Hunter maupun USX-1 Defiant, Orca mengusung pendekatan yang berbeda. Kapal ini lebih menonjolkan konfigurasi bergaya kapal tempur lengkap dengan radar, ruang peluncur rudal, serta dek penerbangan, sementara sejumlah proyek Barat lebih berfokus pada kemampuan pelayaran otonom jangka panjang.

Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai pengguna akhir, status operasional, produksi massal, maupun konfigurasi persenjataan final JARI USV-A. Karena itu, Orca masih dipandang sebagai demonstrator teknologi kapal perang nirawak berukuran penuh yang tengah menjalani tahap evaluasi.

Meski demikian, kehadiran JARI USV-A menunjukkan arah baru dalam pengembangan kapal perang modern. Dengan menggabungkan desain trimaran berkecepatan tinggi, sistem sensor terintegrasi, ruang misi modular, fasilitas operasi wahana udara nirawak, serta kendali jarak jauh berbasis kecerdasan buatan, Orca menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi otonom mulai mengubah konsep kapal tempur masa depan.

Tags

Artikel Terkait

Terkini