Hennessey Blackbird Resmi Diperkenalkan, Hypercar V8 Manual dengan Sentuhan Desain Pesawat SR-71

- Selasa, 04/08/2026
Hennessey Blackbird Resmi Diperkenalkan, Hypercar V8 Manual dengan Sentuhan Desain Pesawat SR-71
Pabrikan hypercar asal Amerika Serikat, Hennessey Performance,

Citraselebriti – Pabrikan hypercar asal Amerika Serikat, Hennessey Performance, memperkenalkan model terbarunya, Hennessey Blackbird, sebuah hypercar yang mengedepankan pengalaman berkendara analog dengan mesin V8 naturally aspirated, transmisi manual enam percepatan, dan tanpa layar digital di kabin.

Berbeda dengan lini Venom yang dikenal memiliki tenaga lebih dari 2.000 hp dan berorientasi pada rekor kecepatan, Blackbird hadir dengan pendekatan yang lebih emosional. Mobil ini dibekali mesin V8 Ilmor berkapasitas sekitar 6,0 liter yang menghasilkan tenaga lebih dari 800 hingga 900 hp serta mampu berputar hingga lebih dari 9.000 rpm. Seluruh tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual enam percepatan.

Hennessey menargetkan bobot Blackbird hanya sekitar 1.270 kilogram berkat penggunaan monokok dan panel bodi berbahan serat karbon. Dengan kombinasi bobot ringan dan tenaga besar, hypercar ini diperkirakan mampu berakselerasi dari 0–96 km/jam dalam kisaran tiga detik dan mencapai kecepatan maksimum lebih dari 320 km/jam.

Secara desain, Blackbird mengambil inspirasi dari pesawat pengintai legendaris Lockheed SR-71 Blackbird. Elemen aerodinamika seperti sirip vertikal di bagian belakang, roof scoop, serta garis bodi yang menyerupai fuselage pesawat menjadi ciri khas mobil ini. Lampu depan dan knalpot empat saluran juga mengusung motif berlian yang diterapkan di berbagai bagian kendaraan

Bagian belakang dirancang terbuka sehingga komponen mekanis seperti sistem knalpot, transmisi, dan sebagian mesin tetap terlihat. Selain memberikan kesan mekanikal yang kuat, desain tersebut juga membantu proses pendinginan mesin.

Interior Blackbird mengusung konsep minimalis tanpa layar sentuh. Kabin dilengkapi panel instrumen analog, setir bergaya touring, tuas transmisi manual berpola terbuka (open-gated shifter), serta kompas bergaya penerbangan yang menjadi penghormatan terhadap inspirasi desain pesawat. Mobil ini juga menawarkan ruang penyimpanan yang lebih praktis dibandingkan hypercar pada umumnya, termasuk bagasi depan yang mampu menampung dua koper kabin.

Pendiri perusahaan, John Hennessey, mengatakan Blackbird lahir dari masukan para pelanggan yang menganggap tenaga 1.800 hingga 2.000 hp pada hypercar modern terasa terlalu ekstrem.

“Kami ingin kembali menghadirkan pengalaman berkendara seperti mobil-mobil legendaris, dengan tenaga lebih dari 800 hp, mesin V8 naturally aspirated, transmisi manual, bobot ringan, desain yang abadi, dan tanpa layar digital. Blackbird bukan mobil yang mengejar angka, tetapi mobil yang menawarkan pengalaman dan gairah berkendara,” ujar John Hennessey.

Ia menambahkan, inspirasi dari SR-71 Blackbird memungkinkan tim desain menciptakan bentuk yang lebih ekspresif tanpa harus mengejar target kecepatan 300 mph seperti pada Venom F5. Menurutnya, fokus utama Blackbird adalah keindahan desain dan sensasi mengemudi.

Hennessey berencana mengakhiri produksi Venom F5 pada 2028 setelah 70 unit dibuat. Selanjutnya, perusahaan akan memusatkan perhatian pada produksi Blackbird, dengan pengiriman perdana kepada pelanggan ditargetkan dimulai sebelum akhir 2029. Mobil ini akan diproduksi di Texas, Amerika Serikat, sebagai generasi baru hypercar Hennessey yang mengutamakan keseimbangan antara performa, desain, dan pengalaman berkendara.

Tags

Artikel Terkait

Terkini