Citraselebriti— Perkembangan teknologi transportasi terus menghadirkan kendaraan dengan desain semakin kecil, tetapi menawarkan kemampuan yang tidak kalah besar. Beragam kendaraan mungil kini hadir dalam bentuk motor listrik, mobil mikro, kendaraan off-road, kapal mini, hingga pesawat personal.
Salah satu yang menarik perhatian adalah eRide Pro SS, motor listrik berukuran ringkas yang memiliki performa cukup agresif. Dengan bobot sekitar 64 kilogram, kendaraan ini mampu melaju hingga hampir 95 km/jam dan memiliki jarak tempuh sekitar 100 kilometer dalam sekali pengisian. Baterainya dapat diisi kembali sekitar tiga jam.
Untuk mobil perkotaan, Estrima Birò menjadi salah satu contoh mobil listrik berukuran sangat kecil. Kendaraan ini memiliki panjang sekitar 1,8 meter dan mampu membawa dua orang. Kecepatan maksimumnya mencapai 60 km/jam dengan jarak tempuh hingga 100 kilometer. Baterainya juga dapat dilepas dan dibawa ke dalam ruangan untuk diisi menggunakan stopkontak biasa.
Dunia kendaraan salju juga memiliki inovasi berukuran kecil melalui e-SnowHawk SnowHawk Junior 60. Kendaraan ini menggabungkan konsep snowmobile dengan motor listrik. Menggunakan motor berdaya 16 kW, SnowHawk Junior 60 mampu mencapai kecepatan sekitar 60 km/jam dan dirancang agar tetap lincah di medan bersalju.
Sementara itu, Leaperkim Veteran Patton menawarkan konsep transportasi yang jauh lebih ekstrem. Kendaraan satu roda listrik ini dibekali motor yang dapat menghasilkan tenaga puncak hingga 7.000 watt. Patton mampu melaju hingga 70 km/jam dan menaklukkan kemiringan hingga 50 derajat. Baterai berkapasitas 2.220 Wh diklaim mampu memberikan jarak tempuh sekitar 120 hingga 180 kilometer, tergantung gaya berkendara.
Untuk menghadapi kemacetan kota, Trigo menawarkan solusi unik berupa mobil listrik dengan lebar kendaraan yang dapat diubah. Dalam kondisi normal, lebar Trigo mencapai sekitar 148 cm dan mampu melaju hingga 90 km/jam. Saat menghadapi kemacetan, lebar kendaraan dapat dipersempit menjadi sekitar 86 cm hanya dengan menekan tombol. Dalam mode tersebut, kecepatan dibatasi hingga 25 km/jam.
Kendaraan listrik berperforma tinggi juga hadir dalam bentuk Maxfun 10 Max. Menggunakan sistem 72 volt dan dua motor listrik, kendaraan ini mampu mencapai kecepatan sekitar 100 km/jam dengan jarak tempuh hingga 150 kilometer. Suspensi dengan travel panjang dan roda berukuran besar membuatnya dapat digunakan di jalan aspal maupun medan tanah.
Di segmen kendaraan off-road, Light Horse mengandalkan empat motor hub independen. Tidak menggunakan transmisi tradisional, diferensial, maupun driveshaft, setiap roda mampu menghasilkan traksi secara mandiri. Total tenaga mencapai 17 kW, dengan jarak tempuh hingga 100 kilometer dan kemampuan membawa muatan hingga 200 kilogram.
Konsep kendaraan mungil juga muncul dari dunia mobil sport. Salah satunya adalah kendaraan berukuran mini dengan tampilan yang terinspirasi dari Porsche 911. Bentuknya menyerupai versi kecil mobil sport ikonik tersebut, tetapi hadir dalam dimensi yang jauh lebih ringkas.
Sementara itu, Polaris Rampage menawarkan kemampuan ekstrem dengan menggunakan dua track, bukan roda. Kendaraan tersebut dapat melaju hingga 80 km/jam dan dirancang menghadapi lumpur, pasir, salju tebal, hingga kondisi Arktik. Bahkan, Rampage dapat melakukan putaran 360 derajat di tempat.
Untuk penggemar olahraga air, Havospark KA01 menghadirkan konsep mirip go-kart yang bergerak di atas air. Kendaraan ini menggunakan water jet drive dan mampu mencapai kecepatan hingga 50 km/jam. Bobotnya yang ringan membuat respons kemudi terasa cepat.
Inovasi lain datang dari SKW 1, perangkat yang disebut sebagai ski listrik yang tidak membutuhkan salju. Masing-masing platform menggunakan dua roda besar dengan motor listrik 650 watt. Sistem suspensi dan kemiringannya dirancang menyerupai teknik bermain ski, dengan kecepatan sekitar 80 km/jam.
Sementara itu, konsep Safe Light Regional Vehicle menggunakan tenaga hidrogen untuk mobilitas perkotaan. Kendaraan ini dirancang dengan struktur space frame, programmable crumple zones, serta bodi yang kokoh. Sistem hidrogennya diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga 400 kilometer.
Teknologi tenaga surya juga menjadi perhatian melalui Aptera. Mobil listrik futuristis ini memiliki panel surya terintegrasi dengan total daya sekitar 700 watt pada bagian bodi. Sistem tersebut diklaim mampu menambah jarak tempuh hingga sekitar 64 kilometer dalam kondisi cerah. Total jarak tempuh kendaraan disebut dapat mencapai sekitar 1.600 kilometer.
Keunggulan aerodinamika menjadi salah satu faktor penting Aptera. Dengan koefisien hambatan udara sekitar 0,13, kendaraan tersebut diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam sekitar empat detik.
Untuk kebutuhan kerja dan aktivitas off-road, Polaris Ranger dirancang membawa penumpang sekaligus peralatan. Kendaraan ini memiliki panjang sekitar tiga meter dan lebar 1,6 meter. Kapasitas towing mencapai sekitar 1.134 kilogram, sementara bak belakang dapat membawa hingga 450 kilogram.
Dari laut, Jet Capsule menghadirkan mini yacht berbodi serat karbon dengan desain futuristis. Kendaraan air ini mampu mencapai kecepatan sekitar 120 km/jam menggunakan water jet drive. Panjang lambungnya sekitar 7,5 meter dan interiornya dapat diubah dari ruang santai menjadi area makan atau tempat tidur.
Teknologi transportasi personal bahkan merambah dunia penerbangan melalui SubSonex, pesawat jet satu penumpang yang dapat dirakit sendiri. Dengan mesin turbojet PBS TJ100, pesawat ini mampu mencapai kecepatan sekitar 450 km/jam dan ketinggian lebih dari 3.000 meter.
Ada pula WalkCar 2 Pro, kendaraan listrik berbentuk seperti papan kecil. Bobotnya hanya sekitar 2,9 kilogram, tetapi mampu membawa pengendara hingga 120 kilogram. Kecepatan maksimalnya sekitar 15 km/jam dengan jarak tempuh hingga delapan kilometer.
Untuk medan bersalju, MoonBike menawarkan snowbike listrik berbobot sekitar 87 kilogram. Kendaraan ini mampu mencapai 42 km/jam dan dapat digunakan sekitar 1,5 jam dalam sekali pengisian. Dengan baterai tambahan, waktu penggunaan dapat diperpanjang hingga sekitar tiga jam.
Teknologi kendaraan terbang juga semakin beragam. Salah satunya berupa platform terbang personal yang dikendalikan dengan perpindahan berat badan dan remote control. Kendaraan ini mampu membawa satu orang dengan kecepatan sekitar 70 km/jam.
Sementara itu, GoSun eLCAT menawarkan konsep kapal listrik yang dapat dibongkar-pasang. Dua ponton, rangka aluminium, dan motor listrik dapat dirakit untuk menghasilkan platform terapung yang dilengkapi kursi, tangga untuk berenang, serta atap yang dapat digunakan sebagai tempat bersantai. Panel surya di bagian atap membantu mengisi baterai selama digunakan.
Di kelas performa tinggi, Aerial Hypercar hadir dengan empat motor listrik yang masing-masing ditempatkan di roda. Total tenaganya mencapai sekitar 1.180 horsepower, dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,1 detik dan kecepatan maksimum 250 km/jam.
Konsep mobil terbang juga diwujudkan melalui PAL-V Liberty. Saat digunakan di jalan raya, kendaraan tiga roda ini mampu mencapai 160 km/jam. Rotor dan ekornya dapat dibuka sehingga berubah menjadi pesawat. Dalam mode penerbangan, Liberty dapat mencapai 180 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 500 kilometer dan ketinggian operasi hingga 3.500 meter.
Di kelas kendaraan mikro perkotaan, UI LA memiliki panjang sekitar 2,3 meter dan dirancang untuk membawa dua orang. Kendaraan listrik ini bahkan diklasifikasikan sebagai sepeda listrik, bukan mobil, berdasarkan kategori yang disebut dalam materi.
Teknologi motor listrik juga mengalami perubahan radikal melalui Verge TS Pro. Motor asal Finlandia tersebut menggunakan motor listrik yang ditempatkan langsung di dalam pelek roda belakang. Desain ini menghilangkan hub, jari-jari, rantai, dan belt konvensional. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim hanya 3,5 detik, dengan jarak tempuh hingga 350 kilometer.
Ada pula Jetson One, kendaraan terbang personal dengan konfigurasi delapan rotor. Bobotnya sekitar 150 kilogram dan mampu mencapai kecepatan hingga 102 km/jam. Waktu terbangnya sekitar 20 menit, dengan sistem stabilisasi otomatis yang membantu pengendalian.
Untuk olahraga air, Waydoo Flyer One menggunakan teknologi hydrofoil listrik. Sistem tersebut membuat papan terangkat beberapa sentimeter di atas permukaan air sehingga dapat melaju tanpa membutuhkan gelombang. Kecepatannya mencapai sekitar 40 km/jam dengan waktu penggunaan sekitar dua jam.
Sementara itu, H7 Pro berada di antara kategori skuter dan moped. Kendaraan ini menggunakan roda 16 inci, motor listrik yang mampu mencapai 45 km/jam, kapasitas angkut hingga 180 kilogram, serta jarak tempuh sekitar 80 kilometer.
Bagi mereka yang ingin mengeksplorasi laut dalam, U-Boat Works Nemo 2 menawarkan kapal selam mini untuk dua orang. Kendaraan ini berbobot sekitar 2,5 ton, dapat ditarik menggunakan trailer, dan mampu menyelam hingga 100 meter. Sistemnya memungkinkan waktu berada di bawah air hingga delapan jam.
Teknologi penerbangan personal kembali muncul melalui Flyboard Air. Papan terbang berbobot sekitar 30 kilogram tersebut menggunakan lima turbin dan mampu mencapai kecepatan hingga 200 km/jam. Waktu terbangnya sekitar 10 menit, dengan kemampuan mencapai ketinggian hingga 3.000 meter.
Yamaha juga menghadirkan konsep futuristis melalui Tricera, kendaraan listrik tiga roda dengan kabin terbuka. Salah satu keunikannya adalah roda belakang dapat ikut berbelok bersama roda depan sehingga meningkatkan respons kendaraan saat menikung.
Konsep lain yang tidak kalah menarik adalah Talufu GT5, kendaraan listrik tiga roda yang menggabungkan karakter mobil dan sepeda motor. Bobotnya sekitar 500 kilogram, dengan jarak tempuh hingga 240 kilometer dalam sekali pengisian.
Di udara, Franky Zapata juga mengembangkan Air Scooter, kendaraan terbang yang dirancang mampu bertahan di udara hingga hampir dua jam dan mencapai kecepatan sekitar 100 km/jam. Kendaraan ini dilengkapi autopilot dan sistem stabilisasi.
Untuk mobilitas perkotaan, Inmotion V12S membawa konsep electric unicycle ke level lebih tinggi. Kendaraan ini dilengkapi sistem suspensi penuh, mampu mencapai 70 km/jam, dan memiliki jarak tempuh hingga 120 kilometer.
Teknologi manufaktur juga berperan dalam menciptakan XEV Yoyo. Sebagian panel bodinya dibuat menggunakan teknologi pencetakan 3D. Mobil listrik dua penumpang ini memiliki jarak tempuh hingga 150 kilometer dan panjang sekitar 2,5 meter.
Sementara itu, Volocopter Airbike menggunakan konsep berbeda dengan memanfaatkan mesin jet untuk menghasilkan daya angkat. Desainnya sangat ramping dan diklaim mampu mencapai kecepatan hingga 200 km/jam. Namun, kendaraan tersebut berada di kelas premium dengan harga sekitar 880.000 dolar AS.
Untuk pengguna transportasi publik, Alva Reflex menawarkan skuter listrik yang dapat dilipat dalam hitungan detik. Setelah dilipat, kendaraan dapat dibawa ke dalam lift, kantor, maupun transportasi umum.
Konsep serupa ditawarkan Irmo, kendaraan gyro scooter yang dapat dilipat menjadi bentuk menyerupai koper. Sistem self-balancing membuatnya tetap seimbang ketika digunakan.
Sementara itu, Ather Rizta lebih menonjolkan kenyamanan. Skuter listrik ini memiliki jok lebar untuk dua orang, sandaran penumpang belakang, ruang penyimpanan 34 liter, serta jarak tempuh hingga 160 kilometer.
Di sektor mobil ringan, Caterham menghadirkan kendaraan dengan bobot hanya sekitar 440 kilogram. Bobot tersebut membuat mesin 660 cc mampu membawa kendaraan dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu kurang dari tujuh detik.
Kendaraan off-road mini lainnya adalah Coyote, yang menggunakan empat motor hub independen dengan total daya 5.000 watt. Dengan panjang hanya sekitar 157 cm dan bobot sekitar 100 kilogram, kendaraan ini mampu membawa pengendara hingga 136 kilogram.
Untuk skateboard listrik, Onewheel Velo menawarkan dua motor listrik dengan kecepatan hingga 60 km/jam dan kemampuan menanjak hingga 40 derajat. Kapasitas muatnya mencapai 150 kilogram.
Konsep kendaraan hybrid juga hadir melalui Hopper, yang memadukan perlindungan seperti mobil dengan kelincahan sepeda listrik. Panjangnya sekitar 2,1 meter, lebar 83 cm, kecepatan maksimum 25 km/jam, dan jarak tempuh sekitar 65 kilometer.
Dari Prancis, Mia 2.0 menawarkan konfigurasi kabin unik dengan pengemudi berada di tengah dan penumpang di sisi kanan-kiri. Mobil listrik ini diklaim memiliki tenaga 136 horsepower serta jarak tempuh hingga 450 kilometer.
Sementara itu, Splach Transformer dapat berubah dari skuter listrik biasa menjadi kendaraan bergaya mini-motorcycle hanya dalam beberapa detik. Kecepatannya mencapai 40 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 40 kilometer.
Konsep kendaraan mikro lainnya adalah A-W Motion, yang hanya memiliki lebar sekitar 79 cm. Kendaraan ini dapat miring hingga 35 derajat saat menikung dan mampu mencapai kecepatan maksimum 115 km/jam. Meski berukuran sangat kecil, kendaraan tersebut memiliki kabin tertutup untuk dua orang.
Teknologi eVTOL juga terus dikembangkan. CoolFly EVTOL menjadi salah satu konsep kendaraan terbang personal yang divisualisasikan untuk mobilitas masa depan.
Di sisi lain, sebuah mini electric scooter asal Jepang memiliki panjang sekitar 1,2 meter dan bobot hanya 55 kilogram. Kendaraan ini mampu melaju hingga 40 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 60 kilometer.
Tidak hanya produsen besar, inovasi kendaraan mungil juga muncul dari kreasi individu. Salah satunya adalah replika monowheel yang terinspirasi dari gim Death Stranding 2. Kendaraan tersebut dibuat secara manual, lengkap dengan rangka, komponen mekanis, lampu LED, dan bodi yang menyerupai kendaraan dalam gim.
Konsep ekstrem lainnya adalah Monotracer, kendaraan roda dua tertutup dengan sistem gyroscope yang dirancang agar tetap stabil. Motor listrik bertenaga sekitar 204 horsepower membuatnya mampu mencapai 100 km/jam dalam waktu kurang dari lima detik, sementara jarak tempuhnya mencapai sekitar 350 kilometer.
Deretan kendaraan tersebut menunjukkan bahwa masa depan mobilitas tidak selalu berarti kendaraan yang semakin besar dan bertenaga. Sebaliknya, berbagai inovasi justru bergerak menuju kendaraan yang lebih kecil, ringan, efisien, mudah dibawa, bahkan mampu berubah fungsi dari kendaraan darat menjadi kendaraan udara.
Dari motor listrik dan mobil mikro hingga jet personal, kapal selam mini dan kendaraan terbang, teknologi transportasi terus mempersempit batas antara kendaraan konvensional dan konsep futuristis. Pertanyaannya kini bukan lagi seberapa besar kendaraan yang dibutuhkan, tetapi seberapa kecil kendaraan dapat dibuat tanpa kehilangan kemampuan dan fungsinya.
Artikel Terkait
ROCKY Hadirkan Nuansa Intens Lewat Lagu “Fake It”
Kaia Gerber Buka Suara soal Label “Serial Dater” dan Sorotan Hubungan Asmara
Next Generation Seline S8 Diproyeksikan Jadi Supercar Amerika Paling Radikal untuk 2027
Gua Ekstrem di Bumi, dari Kristal Raksasa hingga Sungai di Kedalaman 2.212 Meter