Citraselebriti— Sarwendah bersama kuasa hukumnya menghadiri persidangan gugatan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (12/8). Kehadiran Sarwendah disebut sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengikuti proses hukum yang tengah berjalan.
Kuasa hukum Sarwendah mengatakan pihaknya belum ingin memberikan komentar lebih jauh mengenai ketidakhadiran pihak principal dari kubu lawan. Menurutnya, pihak Sarwendah memilih fokus menjalani proses persidangan dan menyerahkan persoalan tersebut kepada pengadilan.
“Kita yang penting kewajiban kita hadir. Kalau masalah dari pihak mereka, kami tidak mau menyampaikan karena nanti dianggap menyudutkan. Yang pasti kita fokus saja dengan klien kami,” ujar kuasa hukum Sarwendah.
Ia menegaskan, Sarwendah tetap hadir karena menganggap panggilan resmi dari pengadilan sebagai sesuatu yang harus diprioritaskan.
“Klien kami hadir karena sebagai tanggung jawab dia terhadap pihak di persidangan ini,” katanya.
Sarwendah sendiri mengaku tidak ingin membawa persoalan persidangan ke ranah perasaan. Ia menyebut kehadirannya merupakan bagian dari kewajibannya sebagai warga negara.
“Ini masalah persidangan, bukan masalah perasaan,” ujar Sarwendah.
Sarwendah juga menjelaskan bahwa dirinya telah mempersiapkan agenda persidangan sejak pagi. Sebelum datang ke pengadilan, ia terlebih dahulu mengantar anak-anaknya ke sekolah.
“Iya, sebagai warga negara yang baik saya mendapatkan surat, ya saya datang pagi. Saya juga sudah menyiapkan semuanya buat anak-anak, antar anak-anak sekolah, saya langsung ke sini,” ungkapnya.
Sementara itu, kuasa hukum Sarwendah mengaku sempat terkejut ketika mengetahui adanya informasi bahwa pihak lawan tidak hadir dalam persidangan. Ia mengatakan pihaknya belum menerima informasi tersebut secara langsung dari pengadilan.
“Kami sebenarnya lagi menunggu dulu waktu persidangan. Jadi kami enggak tahu juga kalau mereka enggak hadir. Kami mohon kita tunggu sidang dulu. Nanti siapa yang hadir dan siapa yang tidak hadir biar ketahuan,” jelasnya.
Menurutnya, apabila memang terdapat perubahan terkait kehadiran dalam persidangan, seharusnya informasi tersebut disampaikan melalui mekanisme resmi pengadilan.
“Konfirmasi itu kan by WhatsApp, sedangkan surat dari pengadilan kan lebih tinggi. Artinya kami harus datang berdasarkan surat dari relas pengadilan yang mengharuskan kami hadir. Kalau terkait WhatsApp, menurut saya sampaikan ke pengadilan. Nanti pengadilan yang akan menyampaikan kepada kami,” tuturnya.
Kuasa hukum menunjukkan surat panggilan sidang yang diterima pihak Sarwendah. Berdasarkan surat tersebut, kedua pihak dipanggil untuk menghadiri persidangan pada Rabu, 12 Agustus, pukul 10.00 WIB.
Ia menegaskan Sarwendah tetap serius mengikuti proses hukum, terutama karena perkara tersebut berkaitan dengan kepentingan anak.
“Klien kami dengan segala aktivitasnya berkomitmen kalau dalam surat panggilan pengadilan, ya serius dalam menghadapi perkara ini,” katanya.
Dalam agenda persidangan tersebut, pihak principal dijadwalkan menyampaikan perkembangan dari sejumlah tugas atau pekerjaan rumah yang sebelumnya diberikan dalam proses mediasi kepada hakim mediator.
“Untuk hari ini acaranya principal memberikan hasil perkembangan PR kepada hakim mediator. Jadi harus menyampaikan PR-nya sudah sejauh mana dijalankan atau belum,” ujarnya.
Kuasa hukum juga menegaskan Sarwendah selalu memprioritaskan agenda persidangan yang berkaitan dengan perkara hak asuh anak.
“Yang pasti Sarwendah serius dalam proses ini, apalagi soal anak. Jadi semua jadwal yang sudah disampaikan untuk persidangan dia prioritaskan terhadap hal-hal lain karena untuk kepentingan anak,” tegasnya.
Terkait hubungan antara Sarwendah dan pihak lawan, kuasa hukum memilih tidak memberikan komentar lebih jauh. Ia berharap seluruh pihak dapat saling menjaga sikap selama proses hukum berlangsung.
“Kita enggak mau komentar terkait hal itu karena nanti digoreng kiri kanan. Kita ingin semuanya sekarang sudah saling menjaga saja,” pungkasnya.
Artikel Terkait
ROCKY Hadirkan Nuansa Intens Lewat Lagu “Fake It”
Kaia Gerber Buka Suara soal Label “Serial Dater” dan Sorotan Hubungan Asmara
Next Generation Seline S8 Diproyeksikan Jadi Supercar Amerika Paling Radikal untuk 2027
Gua Ekstrem di Bumi, dari Kristal Raksasa hingga Sungai di Kedalaman 2.212 Meter