Dea Annisa Minta Mahar Sesuai Tanggal Lahir 29 Februari, Mazaki Ahmad Berburu Uang Kertas Hampir 3 Minggu

- Jum'at, 14/08/2026
 Dea Annisa Minta Mahar Sesuai Tanggal Lahir 29 Februari, Mazaki Ahmad Berburu Uang Kertas Hampir 3 Minggu
Mazaki Ahmad dan Dea Annisa

Citraselebriti — Kebahagiaan tengah menyelimuti pasangan selebritas Dea Annisa dan Mazaki Ahmad. Keduanya resmi menikah pada akhir pekan lalu dalam sebuah acara yang digelar secara intimate dan hanya dihadiri keluarga serta sahabat terdekat.

Dea dan Mazaki mengaku bersyukur seluruh rangkaian pernikahan mereka berjalan lancar dan penuh khidmat.

“Senang banget sih. Alhamdulillah kita senang banget acaranya bisa berjalan dengan lancar, terus juga sangat khidmat dan dikelilingi sama orang-orang terdekat kita. Kita senang banget,” ujar Dea  saat ditemui di Tendean 41, Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (14/8).

Dea  menjelaskan, keputusan untuk menggelar pernikahan secara tertutup memang sudah menjadi keinginan mereka sejak awal. Pasangan tersebut ingin momen sakral itu benar-benar dirasakan bersama orang-orang yang paling dekat.

“Mohon maaf buat teman-teman  , kita sempat enggak bisa kasih tahu karena yang datang itu benar-benar keluarga terdekat dan sahabat-sahabat terdekat. Dari awal kita memang penginnya benar-benar intimate dan dirayakan sama orang-orang terdekat,” tuturnya.

Salah satu hal menarik dari pernikahan tersebut adalah mahar yang diberikan Mazaki kepada Dea. Mahar tersebut disesuaikan dengan tanggal lahir Dea yang jatuh pada 29 Februari.

Dea mengungkapkan, pilihan tersebut merupakan permintaannya sendiri karena ia memiliki kedekatan khusus dengan tanggal kelahirannya yang hanya muncul pada tahun kabisat.

“Aku memang pengin minta sama Zaki. Aku penginnya mahar aku sesuai tanggal aku karena aku cinta banget sama tanggal aku. Aku suka banget sama tanggal lahir aku karena kan kabisat, benar-benar jarang. Jadi aku pengin itu jadi momen yang menarik juga buat mahar aku,” kata Dea.

Dea kemudian meminta mahar sebesar Rp2.921.996, yang terdiri dari pecahan uang kertas. Mazaki pun membutuhkan waktu hampir tiga minggu untuk mengumpulkan uang tersebut.

“Effort dari aku cari maharnya itu mata uangnya, karena ada rupiahnya, ada yang Rp1, ada yang Rp50. Itu PR juga sih, hampir tiga minggu,” ungkap Mazaki.

Menurut Dea, dirinya memang tidak menginginkan mahar berupa uang logam. Ia menginginkan seluruh mahar dalam bentuk uang kertas sehingga Mazaki harus mencarinya melalui sejumlah kolektor.

“Dia enggak mau yang logam. Dia maunya semuanya kertas. Jadi dia cari yang kertas-kertas dari kolektor-kolektor, ada yang tahun 1988, tahun berapa gitu,” ujar Dea.

Selain intimate, konsep pernikahan Dea dan Mazaki juga dibuat sederhana agar keduanya dapat lebih banyak berinteraksi dengan para tamu.

“Konsep pernikahan kemarin sebenarnya kita penginnya simpel banget, lebih banyak terkoneksi sama tamu undangannya. Makanya kenapa kita bikin intimate. Jadi selesai akad kita pengin ngobrol sama semuanya. Enggak ngerasa pernikahannya cuma dipajang, salaman, foto, pulang,” jelas Mazaki.

Dalam pernikahan tersebut, Dea juga mencuri perhatian karena tampil mengenakan hijab. Keputusan itu rupanya sudah menjadi keinginan Dea sejak lama, jauh sebelum menikah dengan Mazaki.

“Pengin aja sih sebenarnya. Aku dari lama banget pengin kalau menikah penginnya pakai hijab. Karena memang sudah kewajiban dan alhamdulillah didukung sama suami aku,” ungkap Dea.

Dea menegaskan, keputusan berhijab bukanlah permintaan Mazaki. Justru sebelum menikah, Dea sendiri yang menanyakan apakah calon suaminya tersebut bersedia jika dirinya mengenakan hijab saat pernikahan.

“Justru aku yang nanya karena kakak aku ngomong, ‘Zaki bakal jadi suami kamu. Kamu harus tanya dulu enggak apa-apa kalau nanti menikahnya pakai hijab.’ Karena memang sudah keinginan aku dari lama banget,” katanya.

Dea juga memiliki alasan khusus mengapa ingin memulai perjalanan berhijab sejak hari pernikahannya. Ia ingin setiap kenangan pernikahannya dapat dilihat kembali tanpa merasa terbebani di kemudian hari.

“Aku penginnya ketika nanti ke depannya aku akan berhijab, aku bakal bisa putar terus memori pernikahan aku tanpa harus merasa bersalah karena pas pernikahannya sudah pakai hijab. Mau sampai kapan pun, nanti punya anak, anak-anak aku juga bisa lihat,” tuturnya.

Meski demikian, Dea mengaku masih terus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan meminta dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

“Doain ya, aku lagi belajar terus untuk jadi lebih baik. Mohon dukungannya juga buat semua teman-teman selama aku proses belajar,” ucapnya.

Sementara untuk bulan madu, pasangan yang baru lima hari menikah tersebut mengaku belum sempat menikmati perjalanan panjang. Mereka hanya sempat berlibur singkat ke Bandung karena Dea tiba-tiba mendapatkan pekerjaan.

“Haneymoon kita singkat sekali. Kemarin kita cuma liburan sebentar ke Bandung karena tiba-tiba dapat kerjaan. Alhamdulillah kerjaan pertama dan aku merasa ada kesempatan, kerjain dulu deh. Kalau honeymoon kan bisa kapan saja,” kata Dea.

Untuk rencana bulan madu berikutnya, Dea dan Mazaki mempertimbangkan Korea Selatan atau Jepang. Dea mengaku menyukai Korea, sementara keduanya sama-sama memiliki ketertarikan terhadap Jepang, termasuk budaya dan anime.

“Kalau Korea karena aku suka banget sama Korea. Kalau Jepang karena kita berdua sama-sama suka, kita suka budayanya, kita suka anime juga. Jadi pengin aja, seru kayaknya,” ujarnya.

Meski baru lima hari menjalani kehidupan rumah tangga, Dea mengaku belum merasakan perubahan besar dalam kehidupannya. Keduanya masih berada dalam tahap penyesuaian sebagai pasangan suami istri.

“Karena baru lima hari, jadi perubahannya belum terlalu terasa sekali. Malah kadang beberapa waktu suka, ‘Eh, sudah menikah,’” kata Dea.

Mazaki juga menegaskan tidak membatasi karier Dea di dunia hiburan. Menurutnya, selama aktivitas tersebut masih berada dalam batas yang telah mereka sepakati bersama, Dea tetap bebas mengejar impiannya.

“Aku enggak pernah membatasi. Dia masih mau mengejar mimpinya, silakan. Selama itu masih dalam ruang lingkup yang sudah kita janjiin, aman-aman saja,” ujar Mazaki.

Ia justru bersyukur atas keputusan Dea untuk mengenakan hijab karena menurutnya hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawabnya sebagai suami.

“Aku bersyukur banget dengan keputusan dia untuk hijab karena mempermudah aku nanti bertanggung jawab di sana. Lebih ke situ,” tuturnya.

Dea sendiri mengaku sudah siap jika keputusan berhijab nantinya berdampak terhadap jumlah pekerjaan yang diterimanya. Namun, ia memilih untuk tidak khawatir karena percaya rezeki telah diatur oleh Tuhan.

“Insyaallah mungkin ada pekerjaan baru. Kalau dari dulu aku selalu percaya rezeki, jodoh, kematian semuanya di tangan Allah. Jadi jangan takut rezeki diambil sama siapa pun,” katanya.

Menurut Dea, keputusan berhijab justru langsung disambut dengan datangnya pekerjaan baru. Hal itu semakin membuatnya yakin untuk menjalani proses tersebut.

“Justru malah jadi pembuktian. Awal aku menentukan hijab, kita langsung dapat kerjaan. Aku juga masih belajar terus,” ujarnya.

Dalam kehidupan rumah tangga, Dea dan Mazaki juga belum memiliki panggilan sayang khusus. Keduanya masih menggunakan panggilan yang sama seperti sebelumnya.

“Belum ada. Panggilannya masih ‘sayang bebek’,” ujar mereka sambil tertawa.

Soal momongan, Dea dan Mazaki memilih untuk menikmati terlebih dahulu masa-masa awal sebagai pasangan suami istri. Mereka menyerahkan urusan tersebut kepada Tuhan.

“Kita dikasih rezekinya saja sama Allah. Mau nikmatin dulu masa-masa berduanya. Seru soalnya, masih seru banget. Pacaran halal,” kata Dea.

Untuk urusan pekerjaan pun keduanya mengaku tidak memiliki pembatasan khusus. Sejak awal menjalin hubungan, mereka telah memiliki batasan masing-masing dan saling memahami satu sama lain.

Sementara kehidupan sehari-hari setelah menikah masih dalam tahap penyesuaian. Dea dan Mazaki belum sempat memasak atau menjalani rutinitas rumah tangga secara maksimal karena kesibukan pekerjaan.

“Selama lima hari ini waktunya mepet banget. Pulang subuh, sudah aktivitas lagi. Belum sih. Kita juga masih penyesuaian,” ujar Dea.

Saat ini, keduanya juga tengah menyesuaikan diri dengan rumah yang akan ditempati bersama. Dea mengungkapkan rumah tersebut sudah dipersiapkannya sejak proses pendekatan dengan Mazaki.

“Alhamdulillah aku sudah ada rumah. Waktu itu proses lagi ambil rumah. Jadi alhamdulillah sudah menikah, dia tinggal ikut saja. Tinggal ngisi rumahnya,” pungkas Dea.

Tags

Artikel Terkait

Terkini