Abio Salsinha Ungkap Momen Haru Xanana Gusmão Bertemu Presiden RI ke-7 Jokowi di Solo,

- Sabtu, 05/09/2026
 Abio Salsinha Ungkap Momen Haru Xanana Gusmão Bertemu Presiden RI ke-7 Jokowi di Solo,
Abio Salsinhs Berssna Presiden ke 7 Jokowi dan PM Xanana

Citraselebriti — Penyanyi asal Timor-Leste, Abio Salsinha, mengungkap pengalaman berkesan saat mendampingi Perdana Menteri Timor-Leste Xanana Gusmão dalam kunjungannya ke Solo, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Xanana Gusmão menyempatkan diri bertemu dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi. Pertemuan dua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Bagi Abio, pertemuan tersebut memiliki makna tersendiri. Ia melihat pertemuan Xanana Gusmão dan Jokowi bukan sekadar pertemuan antara dua tokoh penting dari Indonesia dan Timor-Leste, tetapi juga pertemuan dua sahabat lama yang memiliki hubungan baik.

Abio yang turut mendampingi perjalanan Xanana Gusmão mengaku terharu melihat interaksi kedua tokoh tersebut. Menurutnya, Xanana Gusmão dan Jokowi memiliki kesamaan dalam gaya kepemimpinan, terutama dalam hal kerendahan hati dan kedekatan dengan masyarakat.

“Pertemuan dengan Yang Mulia Perdana Menteri Timor-Leste Xanana Gusmão dan Yang Mulia Presiden ketujuh Pak Joko Widodo ini sangat penting karena ini teman lama, kawan lama,” ujar Abio Salsinha.

Menurut Abio, kedua tokoh tersebut merupakan sosok pemimpin yang tidak menjaga jarak dengan masyarakat. Ia melihat bagaimana Xanana maupun Jokowi memiliki perhatian terhadap kehidupan rakyat dan tidak segan untuk turun langsung ke tengah masyarakat.

“Karena dilihat dari sosok pemimpin kedua pemimpin ini, pemimpin yang penuh dengan kerendahan hati, pemimpin yang begitu selalu turun ke masyarakat, bagaimana merasakan keberadaan masyarakat,” ungkapnya.

Abio mengatakan, kedatangan Xanana Gusmão ke Solo juga memiliki tujuan untuk bersilaturahmi dengan Jokowi sebagai teman lama. Ia menyebut hubungan personal kedua tokoh tersebut membuat suasana pertemuan terasa lebih hangat dan tidak kaku.

“Pak Perdana Menteri Xanana datang untuk silaturahmi sebagai teman lama, sebagai pemimpin,” katanya.

Salah satu momen yang paling membekas bagi Abio adalah ketika Jokowi menyambut langsung kedatangan Xanana Gusmão di Bandara Solo. Bahkan, Jokowi disebut menjemput Xanana di depan pesawat.

Bagi Abio, sikap tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus menunjukkan kedekatan antara kedua tokoh. Setelah menjemput Xanana, Jokowi bahkan disebut mengajaknya berkeliling Kota Solo.

“Yang unik, Yang Mulia Pak Jokowi dengan senang hati bisa jemput Yang Mulia Pak Xanana Gusmão di bandara Solo, langsung di depan pesawat dan mengantarnya bersamaan,” tutur Abio.

Ia menambahkan, dalam perjalanan tersebut Jokowi sempat memperlihatkan Kota Solo kepada Xanana Gusmão. Setelah berkeliling, Jokowi kemudian mengantarkan Xanana menuju stasiun sebelum rombongan melanjutkan perjalanan ke kediamannya.

“Kita sampai di Solo lagi berputar-putar dan Pak Jokowi sendiri menunjukkan Kota Solo kepada Yang Mulia Pak Xanana. Setelah itu antar sampai di stasiun,” ujarnya.

Sesampainya di kediaman Jokowi, Xanana Gusmão kembali mendapatkan sambutan hangat. Abio menyebut rombongan diterima dengan baik oleh jajaran pengamanan dan protokol.

Ia juga mengapresiasi sambutan yang diberikan, terlebih waktu kunjungan tersebut terbilang singkat.

“Kami sangat bangga dan bersyukur, berterima kasih pada Paspampres dan protokol yang begitu menerima kami dengan baik,” kata Abio.

Menurut Abio, pertemuan di kediaman Jokowi berlangsung sekitar satu setengah jam. Meski singkat, suasana pertemuan terasa begitu hangat karena diisi dengan musik tradisional khas Solo.

“Dalam waktu yang begitu singkat, satu setengah jam kita di kediamannya Pak Jokowi dan diterima dengan musik tradisional, musisi pengrawit Solo,” ungkapnya.

Setelah menikmati sambutan musik tradisional, Xanana Gusmão dan Jokowi kemudian makan bersama. Keduanya juga berdialog dan saling bertukar pikiran.

“Habis itu kedua pemimpin ini saling makan bersama, berdialog, saling tukar pikiran, sebagai teman lama,” ujar Abio.

Tidak hanya menyaksikan pertemuan tersebut, Abio juga mendapat kesempatan untuk menghibur kedua tokoh tersebut dengan membawakan dua lagu.

Lagu pertama yang dinyanyikan Abio adalah “Aku Masih Seperti yang Dulu”, karya Pance Pondaag. Ia memilih lagu tersebut karena merasa pesan di dalamnya sesuai dengan suasana pertemuan dua sahabat lama.

“Saya bawakan lagu yang berjudul Aku Masih Seperti yang Dulu, musiknya dari Pance. Membuat bahwa aku seperti yang dulu, datang kita berteman, berkawan,” tutur Abio.

Setelah lagu tersebut, Abio kemudian membawakan lagu dari Timor-Leste yang memiliki makna khusus bagi Xanana Gusmão.Lagu tersebut berjudul  HAU HAKEREK SURAT IDA yang disebut Abio sebagai salah satu lagu kesukaan Xanana Gusmão.

“Saya juga bawakan lagu Timor-Leste yang lagunya kesukaan Pak Xanana Gusmão, lagu yang berjudul  HAU HAKEREK SURAT IDA. Lagu itu saya nyanyikan,” katanya.

Bagi Abio, kesempatan menyanyikan lagu Timor-Leste di hadapan Xanana Gusmão menjadi pengalaman yang sangat istimewa. Sebagai musisi asal Timor-Leste, ia merasa bangga bisa membawa karya musik dari tanah kelahirannya dalam pertemuan tersebut.

Selain bernyanyi, Abio juga memiliki kenang-kenangan lain yang menurutnya sangat berharga. Ia membawa sebuah kaus bertuliskan KTM (koalia Tok Mai )

Kaus tersebut kemudian mendapatkan tanda tangan dari Jokowi dan Xanana Gusmão. Abio mengaku sangat bahagia dan menganggap tanda tangan tersebut sebagai salah satu kenang-kenangan paling berharga dalam hidupnya.

“Ada saya punya kaus yang bertulisan KTM (koalia Tok Mai ), ada tanda tangan dari Yang Mulia Pak Jokowi. Tanda tangan ini sangat termahal. Dan juga tanda tangan dari Pak Xanana Gusmão di kaus saya yangKTM (koalia Tok Mai )itu,” ungkapnya.

“Tanda tangan ini sangat termahal sekali,” sambung Abio.

Menurut Abio, kata “termahal” yang dimaksud bukan berkaitan dengan nilai materi, melainkan nilai kenangan yang melekat pada tanda tangan tersebut.

Ia merasa sangat beruntung bisa memperoleh tanda tangan dari dua tokoh yang memiliki tempat khusus dalam sejarah Indonesia dan Timor-Leste.

Abio juga kembali menyoroti karakter Xanana Gusmão dan Jokowi yang menurutnya sama-sama rendah hati dan dekat dengan masyarakat.

“Kedua pemimpin ini penuh dengan kerendahan hati. Saya dapat kebanggaan yang begitu luar biasa. Karena kedua pemimpin ini sangat-sangat dekat rakyat, tidak pernah marah, selalu merangkul semua masyarakat,” ujarnya.

Menurut Abio, sikap kedua pemimpin tersebut dapat menjadi contoh bagi generasi penerus. Ia berharap pemimpin masa depan bisa meneladani cara Xanana Gusmão dan Jokowi dalam memperlakukan masyarakat.

“Walaupun ada kalangan yang tidak suka, tapi selalu dibalas dengan senyum, ketawa, selalu turun untuk menghibur masyarakat yang lagi bersusah,” katanya.

Karena itu, Abio memiliki pesan khusus kepada generasi penerus agar tidak melupakan nilai-nilai kerendahan hati dalam menjalankan kepemimpinan.

“Pesan saya hanya kita harus, kita penerus-penerus harus meniru kepemimpinan kedua pemimpin ini yang sangat bagus,” tuturnya.

Sebagai seorang musisi, Abio mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari pertemuan tersebut. Ia menilai musik menjadi salah satu cara untuk menciptakan suasana yang lebih dekat dan hangat di antara orang-orang yang hadir.

Bagi Abio, meskipun dirinya hanya memiliki kesempatan berada dalam pertemuan tersebut selama waktu yang relatif singkat, pengalaman itu akan menjadi kenangan yang panjang.

“Sebagai musisi saya bangga bahwa walaupun waktu yang begitu singkat, tapi sangat bermakna di hati kita dan di hati dunia,” ungkapnya.

Tidak hanya terkesan dengan pertemuan Xanana Gusmão dan Jokowi, Abio juga mengaku kagum dengan semangat Xanana yang menurutnya tetap tinggi meski usianya sudah sekitar 80 tahun.

Menurut Abio, perjalanan Xanana selama berada di Indonesia cukup padat. Ia menyebut Xanana datang dari Dili dan menjalani sejumlah agenda di Indonesia, termasuk perjalanan ke Bali dan Jakarta, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Solo.

“Walaupun Pak Xanana, kita lihat bahwa usia sudah 80 tahun, tapi tidak merasa capek,” kata Abio.

Menurutnya, Xanana tetap terlihat bersemangat menjalani berbagai agenda dan bertemu dengan banyak pihak meski harus menempuh perjalanan yang cukup panjang.

“Usia 80 tahun tapi tidak merasa capek. Dari tanggal 29 dari Dili kunjungi ke Indonesia, ke Bali, ke Jakarta, tanggal 1 sampai tanggal 3 pertemuan penting urusan untuk maritim di Jakarta,” jelasnya.

Bagi Abio Salsinha, pertemuan Xanana Gusmão dan Jokowi di Solo meninggalkan kesan yang jauh lebih besar daripada sekadar kunjungan singkat.

Ia melihat adanya persahabatan, penghormatan, budaya, musik, dan nilai kemanusiaan yang bertemu dalam satu momen.

Dua lagu yang dinyanyikannya, sambutan musik tradisional Solo, perjalanan bersama Jokowi, hingga kaus yang ditandatangani Xanana Gusmão dan Jokowi menjadi rangkaian kenangan yang tidak akan mudah dilupakan oleh Abio.

Sebagai penyanyi asal Timor-Leste, Abio merasa bangga dapat menjadi bagian dari momen tersebut. Baginya, pertemuan itu menjadi pengingat bahwa hubungan persahabatan dapat melampaui batas negara dan tetap terjaga melalui rasa saling menghormati serta kedekatan antarmanusia

Tags

Artikel Terkait

Terkini