Citraselebriti — Penyanyi sekaligus pengusaha Inul Daratista melakukan rebranding restoran Korea miliknya menjadi Min Sok Chon . Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengikuti perkembangan pasar kuliner Korea di Indonesia yang dinilai semakin tinggi, sekaligus menghadirkan pilihan restoran dengan konsep halal dan harga yang lebih terjangkau.
Dalam acara rebranding yang digelar pada di Central Park2 Jakarta Barat, Inul mengatakan Min Sok Chon merupakan pengembangan dari restoran sebelumnya, Yongdaeri. Saat ini, restoran tersebut telah memiliki beberapa lokasi, termasuk di kawasan BSD dan Mall of Indonesia (MOI).
“Ini sebenarnya adalah rebranding dari Yongdeari. Kita ada beberapa tempat, yaitu di Pantau Indah Kapuk, BSD dan MOI, salah satunya di sini,” ujar Inul Daratista.
Menurut Inul, keputusan melakukan rebranding tidak terlepas dari tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap kuliner Korea. Ia pun ingin menghadirkan konsep yang lebih mudah diterima berbagai kalangan, terutama dari sisi harga dan kehalalan makanan.
“Pasar peminat makanan Korea itu sangat tinggi. Jadi saya memberikan ide-ide supaya masyarakat Indonesia bisa lebih mengenal makanan Korea. Tentunya ini non-pork dan insyaallah halal,” katanya.
Inul menyebut harga menu di Min Sok Chon sengaja disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Ia berharap restoran tersebut dapat menjadi tempat makan bagi masyarakat dari berbagai kalangan tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.
“Semua bisa makan di sini dan tentunya dengan harga sesuai kantong masing-masing. Rakyat Indonesia sekarang ekonominya sedang seperti ini, jadi kita ikut berpartisipasi dengan kondisi ekonomi dengan memberikan harga yang sesuai situasi saat ini,” tuturnya.
Selain menawarkan makanan Korea, Min Sok Chon juga dirancang dengan sejumlah pilihan ruang makan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan pelanggan. Restoran tersebut menyediakan ruangan berukuran small, medium hingga large. Bahkan, tersedia ruangan yang mampu menampung sekitar 60 orang untuk kebutuhan gathering atau acara perusahaan.
“Kalau tergantung tamunya, mau untuk berapa orang. Ada small, medium dan large. Kita juga menyediakan room yang besar banget, isinya sekitar 60 orang, jadi bisa untuk gathering company,” jelas Inul.
Dari sisi konsep, Inul mengatakan restoran tersebut memiliki desain yang dibuat berbeda dari restoran Korea pada umumnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah area dapur yang dibuat lebih terbuka sehingga pelanggan dapat melihat proses memasak makanan.
Menurut Inul, konsep tersebut juga sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan, terutama terkait kehalalan makanan yang disajikan.
“Orang bisa melihat cara masaknya, jadi lebih meyakinkan karena ini halal. Yang dimasak juga halal dan tidak ada babi,” tegasnya.
Inul mengaku sebelumnya sempat mendapat pertanyaan dari masyarakat mengenai konsep restoran miliknya. Karena itu, melalui rebranding Min Sok Chon , ia ingin memperjelas bahwa restoran tersebut mengusung konsep non-pork dan halal.
“Nama Min Sok Chon ini supaya lebih jelas dan meyakinkan kalau restoran Korea ini halal. Jadi kalau mau cari restoran Korea yang halal, bisa datang ke sini,” ungkapnya.
Tak hanya soal bisnis, keputusan Inul mempertahankan restoran tersebut juga berkaitan dengan keberadaan para karyawan. Ia mengaku sempat mempertimbangkan untuk menutup usaha tersebut karena belum menghasilkan keuntungan sesuai harapan.
Namun, rencana itu akhirnya urung dilakukan setelah Inul memikirkan nasib para karyawan yang sebagian masih muda dan membutuhkan pekerjaan.
“Kemarin sempat berpikir, tutup enggak ya, karena ini masih belum bisa profit. Tapi anak-anak bilang, ‘Bu, kalau tutup kita mau ke mana?’ Jadi saya sama partner akhirnya berpikir bagaimana caranya supaya tetap berjalan,” ujar Inul.
Dari situ, Inul kemudian memilih melakukan rebranding agar restoran tersebut kembali mendapatkan perhatian masyarakat. Ia berharap nama baru dan konsep yang berbeda dapat membuat pelanggan penasaran sekaligus meningkatkan bisnis.
“Ya sudah, dibikin seperti ini, beda nama, kita branding lagi supaya orang penasaran. Padahal sebenarnya sudah ada,” katanya.
Bagi Inul, menjalankan bisnis tidak selalu hanya mengenai keuntungan. Selama lebih dari dua dekade menjalani dunia usaha, ia memahami bahwa seorang pengusaha juga harus siap menghadapi risiko, termasuk ketika bisnis belum menghasilkan keuntungan.
“Kalau mau buka bisnis harus berani rugi, harus berani bakar duit dan harus berani nombok. Kalau sudah berani seperti itu, artinya sudah berani fight,” ucapnya.
Inul juga menegaskan dirinya belum ingin mengurangi jumlah karyawan meski kondisi bisnis sedang menghadapi tantangan. Ia ingin para pekerja tetap memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Saya enggak tega. Anak-anak saya masih muda-muda. Kalau saya tutup, mereka mau ke mana? Sekarang susah cari duit. Jadi ya sudah, yang pertama itu dulu,” tutur Inul.
Ia pun menyadari bahwa bisnis restoran yang baru menjalani rebranding membutuhkan waktu untuk kembali berkembang. Menurutnya, kondisi usaha baru dapat terlihat lebih jelas setelah beberapa bulan berjalan.
“Kalau ngomong rugi pasti, karena di awal-awal semuanya pasti begitu. Mungkin enam bulan ke depan baru bisa kita lihat,” kata Inul.
Ke depan, Inul berharap Min Sok Chon dapat terus berkembang dan membuka cabang di sejumlah kota lain di Indonesia. Ia menyebut Surabaya sebagai salah satu kota yang berpotensi menjadi tujuan ekspansi.
“Mudah-mudahan ke depannya kita bisa ekspansi lagi. Bukan hanya di sini, mungkin di beberapa kota lain seperti Surabaya dan tempat-tempat lainnya,” ujarnya.
Inul berharap Minsok dapat diterima masyarakat Indonesia, khususnya para pencinta kuliner Korea yang saat ini tengah populer. Ia juga berkomitmen terus mengembangkan menu-menu yang sedang digemari agar restoran tersebut dapat bertahan dan berkembang.
“Semoga bisnis kuliner, khususnya restoran ini, bisa diterima masyarakat Indonesia, terutama pecinta menu-menu makanan Korea yang sedang hype dan viral. Kita akan terus berusaha mengembangkan menu-menu yang sedang hits supaya tetap dicintai,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Sehari Dua Kampus, Agatha Chelsea Jalani Kelas di Harvard dan MIT
Inul Daratista Rebranding Yongdaeri Menjadi Min Sok Chon
Inul Daratista Lakukan Rebranding Restoran, Sasar Konsumen Menengah ke Bawah
MVP Pictures Rilis Teaser Hungry Ghost Festival, Komedi Horor Berbalut Tradisi Tionghoa-Indonesia