Sunan Kalijaga dan Chris Sam Siwu Minta Polemik Ruben-Sarwendah Tak Dipanaskan di Media Sosial

- Sabtu, 19/09/2026

Citraselebriti — Pengacara Sunan Kalijaga dan pengacara  Chris Sam Siwu kembali memberikan penjelasan mengenai pertemuan mereka yang dikaitkan dengan persoalan hukum antara Ruben Onsu dan Sarwendah.

Sunan menegaskan bahwa pertemuannya dengan Chris Sam Siwu merupakan pertemuan antarsahabat dan tidak ada agenda khusus membahas perkara yang tengah berjalan.

Sunan bahkan menunjukkan dokumentasi pertemuannya dengan Chris pada 17 Agustus 2025 dan menyebut dirinya kembali mengajak sahabatnya tersebut bertemu untuk sekadar ngopi pada Kamis (10/9/2026).

“Settingan saya sama Bang Chris ini Agustus 17, 2025. Terus kemarin hari Kamis 10 September tuh saya ngajak ngopi. Jadi tidak ada di sini percakapan masalah pegang kasus apa. Saya juga bukan kuasanya Ruben,” ujar Sunan ditemui dalam jumpa pers di Senayan City, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Sunan, pertemuan tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan sesama pengacara yang sudah lama bersahabat. Dalam kesempatan itu, keduanya hanya berbincang mengenai aktivitas masing-masing, termasuk perkara yang sedang ditangani Chris.

Sunan mengatakan dirinya merasa prihatin melihat konflik Ruben Onsu dan Sarwendah terus menjadi perbincangan publik. Ia berharap kedua pihak dapat menyelesaikan persoalan dengan baik, terutama karena mereka memiliki anak.

“Saya ikut prihatin. Saya membayangkan kalau saya juga jadi mereka. Maka saya menghimbau khususnya para penggiat sosial maupun fans-nya Ruben, fans-nya Sarwendah, kenapa enggak kita sama-sama doakan, kita dukung semuanya itu bisa selesai dengan baik?” katanya.

Sunan juga mengingatkan bahwa Ruben dan Sarwendah pernah membangun rumah tangga dan memiliki anak bersama. Karena itu, menurutnya, persoalan yang sedang dihadapi sebaiknya tidak disertai dengan aksi saling menyerang maupun membuka aib di ruang publik.

Ia juga meminta orang-orang di lingkungan Ruben maupun Sarwendah untuk ikut membantu meredakan suasana.

“Saya bukan lawyer, saya cuma seorang kawan melihat kegaduhan. Kebetulan Bang Kris juga pegang Sarwendah. Kenapa enggak dibicarakan baik-baik saja? Kalaupun mau secara hukum berjalan, tapi tidak usah saling menyerang di sosial media,” tutur Sunan.

Selain itu, Sunan menyoroti aktivitas sejumlah penggiat media sosial yang menurutnya ikut memperkeruh persoalan. Ia meminta para pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati dalam membuat narasi mengenai Ruben maupun Sarwendah.

“Jangan memperkeruh suasana, jangan membangun narasi atau opini publik yang menyudutkan Ruben maupun Sarwendah,” tegasnya.

Sunan juga menyinggung akun media sosial yang sebelumnya disebut Chris Sam Siwu dalam keterangannya. Ia meminta agar pihak-pihak yang menggunakan isu tersebut untuk membuat konten tidak semakin memperbesar konflik.

“Dokter Cinta itu harusnya menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan kasih sayang, dengan cinta, bukan malah menyudutkan seseorang,” ujar Sunan.

Sementara itu, Chris Sam Siwu kembali menegaskan bahwa pertemuannya dengan Sunan tidak membahas materi perkara secara khusus. Ia mengatakan pembicaraan lebih banyak menyangkut kondisi anak-anak Ruben dan Sarwendah yang dikhawatirkan ikut terdampak konflik orang tua mereka.

“Pertemuan itu benar-benar tidak membicarakan kasus, hanya bicara ini kepentingan anak seperti apa. Beliau ini luar biasa. Beliau bukan lawyer, tapi beliau memperhatikan anaknya sudah sepertinya akan kena dampak,” kata Chris.

Chris juga membantah narasi yang menyebut dirinya meminta arahan kepada Sunan maupun ditertibkan oleh John LBF dalam pertemuan tersebut.

Menurut Chris, semua pihak yang hadir dalam pertemuan itu saling menghormati sebagai sahabat. Ia meminta agar hubungan pertemanan tersebut tidak digiring menjadi narasi seolah-olah ada intervensi terhadap perkara.

“Kalau kalian tahu apa yang terjadi di situ, semuanya saling menghormati, menghargai pembicaraan itu sebagai seorang sahabat, saling respek,” ujarnya.

Chris juga mengajak kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, untuk bersama-sama menurunkan tensi pemberitaan terkait perkara tersebut. Ia berharap perbedaan pendapat antara tim hukum tidak terus diperdebatkan melalui media sosial.

“Saya berharap kita sama-sama turunkan tensi. Tidak perlu kita saling berbalas pantun di media sosial. Kita lakukan itu di persidangan. Persidangan sifatnya tertutup,” kata Chris.

Chris mengatakan dirinya akan tetap memberikan tanggapan secara profesional apabila pernyataan dari pihak lain dinilai tidak sesuai dengan fakta. Namun, ia berharap tidak ada lagi pernyataan yang saling menyerang di ruang publik.

Terkait somasi yang sebelumnya dilayangkan kepada salah satu akun media sosial, Chris menegaskan bahwa dirinya masih membuka kesempatan untuk penyelesaian secara baik-baik.

Ia menyebut permintaan yang disampaikan adalah agar konten yang dianggap menyerang dirinya diturunkan dan pihak terkait menyampaikan permintaan maaf.

“Dia minta maaf, take down, saya anggap selesai. Tapi kalau memang dia menantang, saya hanya menyarankan, kita punya hak hukum,” ujar Chris.

Chris menegaskan langkah hukum merupakan hak yang dimilikinya apabila permintaan tersebut tidak diindahkan. Ia juga mengingatkan agar pihak-pihak yang membuat narasi di media sosial memahami konsekuensi hukum dari konten yang mereka unggah.

Pada kesempatan tersebut, Sunan dan Chris kembali menekankan bahwa kepentingan anak menjadi salah satu alasan utama mereka meminta seluruh pihak menurunkan tensi.

“Kita enggak perlu perpanjang biar enggak melebar. Yang penting saya berharap ke depan demi kepentingan anak-anak. Sekali lagi demi kepentingan anak-anak, semua pegiat media sosial jangan lagi membumbui,” ujar Sunan.

Keduanya berharap proses hukum Ruben Onsu dan Sarwendah dapat berjalan sesuai mekanisme persidangan tanpa semakin dipanaskan oleh perdebatan di media sosial.

Tags

Artikel Terkait

Terkini