Citraselebriti — Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menanggapi pernyataan yang menyebut anak-anak Ruben mulai takut bertemu dengan ayahnya. Minola mengaku mengetahui informasi tersebut dari pemberitaan di media.
Menurut Minola, pihaknya belum dapat memastikan kebenaran mengenai kondisi psikologis anak-anak maupun alasan mereka disebut menolak bertemu Ruben.
“Ya, ketahui dari media. Tapi apakah penolakan itu memang benar? Kita kan enggak tahu,” kata Minola.
Minola juga mempertanyakan dasar pernyataan mengenai kondisi psikologis anak yang disebut berdasarkan rekomendasi atau keterangan psikolog. Ia meminta bukti atau hasil rekomendasi psikolog tersebut dibuka kepada publik.
“Kalau memang ada psikolog yang mengatakan ini, psikolognya siapa? Buktinya mana? Kita selalu dikejar-kejar, mana bukti, mana bukti,” ujarnya.
Minola menilai, apabila memang ada keterlibatan psikolog dalam memberikan penilaian terhadap kondisi anak, seharusnya pemeriksaan dilakukan secara independen agar hasilnya objektif.
“Coba dong psikolognya angkat suara atau hasil daripada rekomendasi psikolognya mana? Tunjukkan dong. Dan itu psikolog yang dia tuju, betul ya? Berarti kan harus ada psikolog independen biar semuanya objektif,” katanya.
Sebagai kuasa hukum Ruben, Minola menyebut reaksi Ruben sebagai seorang ayah tentu tidak mudah ketika mendengar anak-anaknya disebut takut bertemu dengannya.
Ia juga menilai persoalan tersebut semestinya tidak hanya dilihat dari sudut pandang anak saat ini. Menurutnya, lingkungan orang dewasa di sekitar anak memiliki peran penting dalam membangun pandangan anak terhadap kedua orang tuanya.
“Kalau sampai ada hal yang seperti itu, ini kan berarti kesalahannya di orang dewasa, di lingkungan anak-anak itu,” tutur Minola.
Minola menegaskan bahwa meski hubungan orang tua sudah tidak baik, anak tetap perlu mendapatkan gambaran positif mengenai ayah dan ibunya.
“Seorang anak itu harus bangga dengan ayahnya dan bangga juga dengan ibunya,” ujarnya.
Ia khawatir apabila seorang anak terus mendapatkan gambaran negatif mengenai salah satu orang tuanya, hal tersebut dapat memengaruhi rasa hormat anak kepada orang tua.
Karena itu, Minola berharap anak tetap diarahkan untuk menghormati kedua orang tuanya, termasuk ketika melihat kondisi atau perilaku orang tua yang tidak sesuai dengan harapannya.
“Jangan lihat hanya sekarang ini saja, Nak. Lihat bagaimana ayahmu, buka foto-foto album, buka video-video bagaimana ayahmu,” katanya.
Singgung Materi Gugatan
Minola kemudian menjelaskan sejumlah poin yang menjadi bagian dari materi gugatan yang diajukan pihak Ruben Onsu.
Menurutnya, setidaknya terdapat tiga hal yang menjadi perhatian. Pertama, terkait hak Ruben untuk berkumpul bersama anak-anak yang disebut tidak terealisasi.
“Kedua, anak ini berada dalam lingkungan yang patut diduga tidak aman. Tidak aman ini sudah mewakili semuanya, tidak aman dalam tumbuh kembang anaknya,” jelas Minola.
Poin ketiga berkaitan dengan dugaan eksploitasi ekonomi terhadap anak.
Minola menilai persoalan tersebut tidak bisa hanya dibandingkan dengan aktivitas Ruben dan keluarga saat masih bersama dahulu.
“Orang hanya melihat casing-nya sama, tapi mereka lupa substansinya. Casing-nya memang benar sama-sama lewat TikTok dulu. Tapi substansinya berbeda,” ujarnya.
Ia mencontohkan keterlibatan anak dalam aktivitas berjualan melalui media sosial. Menurut Minola, hal tersebut perlu dilihat lebih jauh apakah terdapat unsur eksploitasi ekonomi.
“Artinya kan sudah meminta anak itu untuk ikut berjualan. Berarti kan patut diduga ada eksploitasi ekonomi karena mungkin dengan hadirnya anak itu berpengaruh kepada viewer dan akhirnya berpengaruh juga kepada pembelian,” katanya.
Minola menegaskan seluruh dalil tersebut nantinya akan dibuktikan dalam persidangan.
“Ini akan dibongkar di pengadilan mengenai itu. Sudah dimasukkan dalam dalil, tinggal menyampaikan pembuktian saja,” ujarnya.
Ia juga menyinggung persoalan dugaan lingkungan yang tidak aman, termasuk bentuk pendisiplinan terhadap anak. Menurutnya, bentuk pendisiplinan perlu dinilai secara objektif karena penafsirannya bisa berbeda-beda.
“Ini yang perlu kita minta adanya suatu pertimbangan dari orang yang objektif, yaitu pihak pengadilan untuk menilai perkara ini secara keseluruhan dan utuh,” tutur Minola.
Ruben Mulai Angkat Bicara di Ruang Publik
Minola juga menjelaskan alasan Ruben dalam beberapa hari terakhir mulai memberikan tanggapan secara langsung melalui sejumlah siaran langsung di media sosial.
Menurut Minola, Ruben sebelumnya meminta agar dirinya yang memberikan komentar dan tanggapan mengenai persoalan hukum yang berkembang. Namun, Ruben kemudian memilih memberikan respons secara langsung ketika muncul pernyataan yang dinilai merugikan kepentingan hukumnya.
“Dia bilang sama saya, ‘Bang, Abang enggak usah, sekarang biar saya saja yang memberikan komentar dan tanggapan tentang hal-hal baru yang kemudian muncul’,” ungkap Minola.
Minola pun mempersilakan Ruben memberikan klarifikasi secara langsung apabila memang ada pernyataan di ruang publik yang menurutnya perlu diluruskan.
“Kalau memang prinsipalnya ingin langsung meng-counter sesuatu yang ada di ruang publik yang menurut dia itu merugikan kepentingan hukumnya, ya silakan,” katanya.
Minola Pertanyakan Audit yang Dilakukan Sendiri
Selain soal anak, Minola turut menanggapi pernyataan mengenai audit yang disebut telah dilakukan.
Menurutnya, audit seharusnya dilakukan oleh pihak ketiga yang independen. Ia menilai pemeriksaan yang dilakukan sendiri tidak dapat disebut sebagai audit independen.
“Audit itu harus dilakukan oleh pihak ketiga yang independen. Itu baru namanya audit. Kalau kita mengaudit diri kita sendiri, itu bukan audit,” tegas Minola.
Ia kemudian memberikan analogi dengan lembaga pemerintahan yang tidak dapat menyatakan sendiri bahwa laporan keuangannya telah diaudit dan dinyatakan wajar tanpa catatan.
“Yang mengaudit itu harus badan pemeriksa keuangan atau badan pemeriksa keuangan pemerintah,” ujarnya.
Minola mengatakan pihak yang melakukan audit juga harus mendapatkan akses terhadap seluruh catatan keuangan agar pemeriksaan dapat dilakukan secara objektif.
“Orang yang menggunakan anggaran itu harus membuka seluas-luasnya akses bagi seorang auditor untuk memeriksa semua catatan keuangan. Itu baru namanya audit,” katanya.
Ia pun menyamakan persoalan tersebut dengan penilaian harga sebuah rumah. Menurutnya, seseorang tidak bisa menentukan sendiri nilai asetnya lalu menganggap nilai tersebut sebagai hasil appraisal yang valid.
“Yang valid itu adalah kalau kita menunjuk independent appraisal,” pungkas Minola.
Artikel Terkait
Kira Bandung Gagal Lolos, Perjuangan di Dangdut Academy 8 Terhenti
Barbie Kumalasari Dukung Perlindungan Pekerja Perfilman dan Ekonomi Kreatif
Minola Sebayang Pertanyakan Audit Internal dalam Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah
Adit Sopo Jarwo Kembali Tayang di RTV Mulai 5 Oktober 2026