Daniel Mananta Ungkap Alasan Ketagihan Lari Maraton, Sebut Aktivitas Ini Jadi Momen Refleksi Diri

- Minggu, 11/10/2026

Citraselebriti — Presenter sekaligus aktor Daniel Mananta mengungkapkan kecintaannya terhadap olahraga lari yang telah ditekuni sejak 2016. Berawal dari membaca artikel tentang kebiasaan para CEO sukses yang gemar berlari maraton, Daniel akhirnya tertantang menyelesaikan maraton pertamanya.

Sejak saat itu, Daniel mengaku semakin menyukai olahraga lari. Bahkan, aktivitas tersebut kini menjadi bagian penting dalam rutinitasnya, di tengah kesibukannya sebagai presenter dan pelaku industri hiburan.

Daniel menceritakan, ketertarikannya terhadap maraton bermula pada akhir 2015 ketika membaca sebuah artikel mengenai para CEO sukses di dunia yang rata-rata merupakan pelari maraton.

“Cuma gara-gara melihat artikel tersebut, akhirnya 2016 gue mempunyai resolusi tahun baru menyelesaikan maraton pertama gue. Nah, dari situ sampai hari ini, gue akhirnya kecanduan sama lari maraton,” ujar Daniel saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, ( 11/10).

Menurut Daniel, mengikuti maraton membutuhkan persiapan fisik dan mental yang tidak bisa dilakukan secara instan. Pelari harus membangun daya tahan tubuh secara bertahap sebelum mampu menempuh jarak 42 kilometer.

Ia mengungkapkan, dalam satu pekan biasanya berlari sejauh 70 hingga 100 kilometer. Jarak tersebut dibagi menjadi beberapa sesi latihan untuk membiasakan tubuh, khususnya kaki, menghadapi tantangan maraton.

“Lari maraton itu enggak mungkin banget kalau misalnya kalian tiba-tiba besok pengin lari maraton. Itu sangat tidak mungkin karena lu harus lari 42 kilometer,” jelasnya.

Daniel menilai kedisiplinan menjadi salah satu kunci utama dalam menjalani olahraga tersebut. Menurutnya, kebiasaan berlatih secara konsisten turut membentuk karakter dan membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin.

“Yang dibutuhkan adalah kedisiplinan. Sebagai pelari maraton, kita dituntut banget mempunyai mental disiplin. Jadi, gue akhirnya tertransformasi untuk menjadi seseorang yang disiplin karena lari maraton,” tuturnya.

Untuk latihan jarak jauh, Daniel biasanya memilih rute dari kawasan Kemang menuju Bundaran Hotel Indonesia, kemudian kembali ke Kemang. Sementara itu, ketika ingin berlari dengan jarak lebih pendek, ia kerap memilih kawasan Jalan Antasari dan sekitarnya.

Selain memberikan manfaat bagi kebugaran fisik, Daniel menganggap lari sebagai kesempatan untuk berdialog dengan diri sendiri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Ia mengaku kini jarang mendengarkan musik maupun podcast ketika berlari. Baginya, suasana tersebut justru memberikan ruang untuk berpikir dan melakukan refleksi diri.

“Gue benar-benar bisa bilang waktu gue berlari itu kayak waktu gue ngobrol sama diri gue sendiri dan sama Tuhan. In a way, itu sangat meditatif buat gue,” ungkapnya.

Daniel menjelaskan, ketika tubuh mulai terbiasa berlari, pikirannya perlahan menjadi lebih tenang. Kondisi tersebut membuatnya bisa merenungkan berbagai hal tanpa terlalu banyak gangguan dari luar.

Meski demikian, pengalaman berlari tidak selalu berjalan mulus. Dalam sesi lari pada pagi hari sebelum ditemui awak media, Daniel mengaku sempat merasa kesulitan bernapas karena kondisi udara yang menurutnya kurang baik.

Ia awalnya berencana berlari selama 50 menit. Namun, kondisi fisiknya terasa lebih cepat lelah dan napasnya terasa sesak sehingga ia tidak dapat menjalankan latihan sesuai rencana.

“Pagi ini gue lari sambil agak marah-marah sebenarnya. Soalnya, larinya agak sesak karena udaranya masih enggak bagus banget,” kata Daniel.

Pengalaman tersebut membuat Daniel menyoroti pentingnya kondisi lingkungan bagi orang yang rutin berolahraga di luar ruangan. Menurutnya, kualitas udara dapat memengaruhi kenyamanan saat berlari, terutama ketika melakukan latihan dengan durasi panjang.

Di tengah rutinitas dan tantangan tersebut, Daniel tetap menjadikan lari sebagai bagian dari perjalanan hidupnya. Baginya, olahraga ini bukan sekadar mengejar jarak dan ketahanan fisik, melainkan juga sarana membangun kedisiplinan serta menyediakan waktu untuk refleksi diri.

Tags

Artikel Terkait

Terkini